Disaat teddy sedang asyik main suap suapan dengan Callista didalam mobil, di rumah ada Letisha yang sedang cemas menunggu suaminya. Sudah larut malam, tapi suaminya belum juga pulang atau memberi kabar. Padahal beberapa jam yang lalu teddy mengabari jika dirinya akan segera pulang, tapi sudah 3 jam lebih Letisha menunggu suaminya, belum ada tanda tanda suaminya ini pulang.
Berkali-kali Letisha mengirimkan pesan kepada suaminya, tapi tak di baca, panggilan telepon pun tak diangkat oleh teddy.
"Kamu kemana mas? Kenapa sampai jam segini kamu belum pulang" Batin Letisha mondar mandir di ruang TV
Suasana hati Letisha saat ini sedang kacau. Sudah teddy belum pulang, ditambah permintaan dari keluarga nya yang meminta nya untuk resign supaya tidak terlalu lelah dan segera mempunyai keturunan.
Letisha benar-benar stres saat ini. Ingin rasanya ia bercerita kepada suaminya, tapi hingga kini suaminya belum juga pulang.
Titik titik air mata pun mulai jatuh ke pipi Letisha. Pikirannya mulai bercabang kemana-mana. Ia takut suaminya sedang bermain di belakang nya.
"Kamu dimana mas? Kamu sedang apa? Kamu sama siapa? " Lirih Letisha dalam isaknya
Sedangkan di tempat lain, setelah merasa kenyang dengan martabak, Callista meminta teddy untuk mencari jagung bakar, dan lagi lagi teddy mengangguk menuruti ngidam Callista.
Teddy benar-benar lupa jika dirumah ada seorang istri yang sudah menunggu nya. Bahkan sepanjang jalan, laki-laki ini sering mengusap ngusap perut buncit mantan kekasihnya itu.
"Kayaknya dia anteng banget deh, kamu elusin terus teddy" Ucap Callista
Teddy tersenyum memandang perut Callista. Laki-laki ini kemudian menunduk dan menciumi perut Callista.
"Gemes banget sih" Ucap teddy
Tin tin
"Teddy, udah hijau lampunya" Ucap Callista
Teddy kembali bangkit dan kembali melajukan mobilnya.
"Makasih ya Ted, karena kamu udah temenin aku, nurutin ngidam aku malam ini" Ucap Callista ketika mereka sudah di jalan pulang
Teddy mengangguk
"Istri kamu gimana Ted? Apa dia sudah hamil? "
Teddy menggeleng "belum"
Callista tersenyum penuh kemenangan "semoga saja istri kamu mandul ted, supaya kita bisa kembali bersama" Callista membatin dengan senyuman
"Kalau aja, waktu itu kita balikan, mungkin saat ini aku sedang mengandung anak kamu" Ucap Callista
Kini mobil SUV hitam milik teddy sudah berada di depan apartemen milik Callista.
"Sudah sampai,, hati hati ya, jaga bayi kamu" Ucap teddy mengusap perut Callista
"Sekali lagi makasih ya teddy? "
Teddy menoleh dan mengangguk menatap Callista. Tak dipungkiri jantung Callista berdetak sangat cepat ketika teddy juga menatapnya. Suasana hening sejenak. Keduanya saling menatap, hingga tanpa sadar teddy memajukan wajahnya pada wajah Callista, pandangan nya turun pada bibir. Ia kemudian memiringkan kepalanya hendak menyentuh bibir itu.
Mata Callista membelalak, ia tentu saja menyambut baik dengan apa yang akan di lakukan mantan kekasihnya ini.
"Apakah ini artinya teddy masih mencintai gw" Batin Callista
"Apakah setelah ini teddy akan kembali pada gw dan meninggalkan istri nya"
Hampir saja bibir itu mendarat dengan sempurna pada bibir Callista, laki-laki ini tersadar dan segera menjauh dari perempuan itu.
"Astaga apa yang udah gw lakuin" Batin teddy mengusap kasar wajahnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Love After Separation
JugendliteraturByantara teddy, baru menyadari jika cinta sang tunangan Letisha ayesha begitu besar kepada nya, setelah Letisha pergi meninggalkan nya. Letisha memilih menjauh dan memutuskan pertunangannya karena mengetahui jika sang tunangan mempunyai kekasih lain...
