Hari ini syukuran baby El dan juga syukuran kenaikan pangkat,akan di gelar di kediaman teddy.
Tenda tenda sudah terpasang di depan rumah teddy. Memang acara akan di gelar di kediaman nya, tapi sesuai dengan permintaan papa akbar dan papa abhi, seluruh biaya mulai dari hal yang besar hingga terkecil seperti dekorasi ditanggung oleh papa akbar dan papa abhi. Awalnya teddy menolak karena ia merasa ini merupakan tanggungjawab nya sebagai seorang suami. Tapi papa akbar dan papa angin terus memaksa karena mereka ingin memberikan untuk cucu nya, akhirnya laki-laki ini pun menyetujuinya. Tapi satu hal yang teddy minta, untuk urusan santunan, laki-laki itu meminta jika dirinya saja yang mengurusi, dan hal itu di setujui oleh kedua orang tua dan mertuanya.
Teddy tersenyum tipis ketika melihat halamannya yang luas dipenuhi dekorasi berwarna hijau army dan warna putih, belum lagi bagian dalam rumah juga yang ternyata ikut di hias juga dengan di hiasi berbagai macam bunga. Bahkan rumah tetangganya di sebelah pun ikut menjadi tempat parkir kendaraan bagi para tamu undangan yang akan datang malam nanti.
Teddy tersenyum kemudian menhampiri istrinya yang ada di dalam kamarnya.
Ceklek
"Kamu dari mana mas? " Tanya Letisha sambil memakainkan sarung tangan dan kaos kaki kepada baby El di ranjangnya. Jagoan kecil ini nampak tampan dengan pakaian serba putih, senada dengan yang dikenakan kedua orang tuanya.
"Dari depan sayang, dekorasinya bagus banget. Papa pinter ya milihnya" Ucap teddy
"Iya mas, papa itu selalu pengennya perfect"
"Emang beda ya kalau acara syukuran cucu nya CEO" Gumam teddy sambil duduk di sebelah istri nya
"Iya mas, pengennya kita sederhana, tapi ya tetep, nggak bisa sederhana mas"
"Mas jadi penasaran, kira kira papa ngundang ustadz siapa ya? Apa yang biasa ceramah di TV? " Tanya teddy dengan menunduk mencium baby El yang nampak anteng, sesekali ia mengedipkan mata.
"Mana ku tau mas" Jawab Letisha menyisir rambut putra nya dan ia bentuk jambul di ujung rambutnya.
"Udah ganteng banget sih jagoannya daddy? Ini rambutnya kenapa seperti ini sayang? Biar kayak daddy? Iya? " Teddy mengajak bayinya mengobrol
Letisha tersenyum "kayaknya aku emang cuma kebagian hikmahnya aja deh mas, liat El, mulai dari bentuk kepala, mata, bibir, pipi, semua mirip kamu, hidungnya doang mirip aku" Ucap Letisha
Teddy mendengus geli lalu kembali mencium El
"Ish El,, jangan dimasukin mulut lagi, nanti basah lagi" Pelan sekali Letisha memindahkan tangan El yang dimasukkan ke dalam mulutnya
"Dia haus kali sayang? "
"Barusan nyusu mas" Jawab Letisha
"Kamu susuin? Emang udah nggak sakit? "
"Nggak,, aku pumping asi aja mas, biar El minum dari botol, sakit banget aku nya, nggak tahan"
"Bagus,, kalau butuh bantuan pumping bilang ke mas ya, mas juga bisa kok"
Letisha mendelik tak suka pada suaminya
"Nanti malam Mas bantuin pumping ya"
"Nggak boleh" Jawab Letisha singkat sambil beranjak dari tempat tidur "mas, tolong jagain El ya, aku mau mandi"
"Mau mas mandiin sayang"
"Mas! Puasa! Astaga!" Letisha masuk ke dalam kamar mandi
"Tck iya iya mas tau, fix ini mah bisa tantrum gw, sosis puasa masuk oven, nyusu juga nggak boleh" Gumamnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Love After Separation
Ficção AdolescenteByantara teddy, baru menyadari jika cinta sang tunangan Letisha ayesha begitu besar kepada nya, setelah Letisha pergi meninggalkan nya. Letisha memilih menjauh dan memutuskan pertunangannya karena mengetahui jika sang tunangan mempunyai kekasih lain...
