mengintai

789 52 6
                                        

"Eunghhh"

Letisha meleguh dalam tidurnya. Perempuan ini merasa perutnya keroncongan. Ia kemudian mengambil ponselnya yang ada di nakas untuk melihat jam, dan ternyata ini masih pukul satu malam.

"Tck,, pukul 1" Gumamnya "tapi aku laper banget"

Letisha kemudian menoleh ke arah suaminya yang sedang tidur tengkurap dengan satu tangan yang melingkar di perutnya yang sudah tak rata lagi, karena ini sudah menginjak usia kehamilan Letisha yang ke enam bulan, jadi perut Letisha sedikit membuncit.

Tangan perempuan ini pun terulur mengusap pipi teddy yang masih terlelap.

"Mas.. " Panggilnya lirih. Sebenarnya Letisha tidak tega untuk membangun kan suaminya yang terlihat lelah ini, tapi mau bagaimana lagi, ia merasa sangat lapar.

"Hmm.. "Gumam teddy dengan mata yang masih terpejam " Apa sayang? "

"Aku laper" Rengek Letisha manja

Mendengar itu, teddy mengerjapkan matanya karena memang masih mengantuk

"Lapar ya? " Ulang teddy "ini jam berapa? " Tanya teddy dengan suara serak khas bangun tidur

"Masih jam 1 malam, tapi aku laper banget mas" Ucapnya sambil mengusap ngusap perutnya

Teddy bangun dan menyenderkan punggung nya di Headbord. Tangannya terangkat untuk mengucek kedua mata yang masih berat. Tadi teddy pulang cukup larut, karena hari ini ia ada kunjungan ke Merauke, dan baru sampai rumah jam 11 malam, dan ia baru tidur jam 12. Dan sekarang baru pukul 1 malam sudah bangun lagi,tentu matanya masih ngatuk.

"Bocil bener bener ngerjain nih" Batinnya

"Mau makan apa sayang? Jangan yang susah ya, pleaseee" Ucap teddy

"Kok ngomongnya gitu, kamu nggak ikhlas? Ya udah, kamu lanjut tidur aja kalau gitu, aku mau bikin mie instan aja biar nggak ribet" Letisha menyingkap selimut nya hendak turun dari tempat tidur, tapi tangannya di tahan oleh teddy

"Jangan ngambek sayang, maksud mas nggak gitu, ini udah malem, kalau cari yang susah mas takutnya nggak nemu"

Letisha memberengut menatap suaminya

"Jadi mau makan apa? "

Letisha masih diam memikirkan makanan apa yang enak untuk ia santap sekarang.

"Kayaknya makan nasi pecel enak mas, aku mau nasi pecel"

Kedua mata teddy mengerjap pelan, lalu kembali mengecek ponselnya untuk melihat jam yang menunjukkan pukul satu lewat beberapa menit. Ia ingat di dekat kantornya ada warung nasi pecel yang buka hingga malam. Semoga saja masih buka jam segini.

"Ya sudah, mas cariin dulu ya"

"Aku ikut"

"Sayang, ini masih.. "

"Pokoknya aku ikut" Potongnya tak mau di bantah

Setelah mereka sama sama memakai jaketnya, pasangan suami istri ini pun keluar menuju ke dekat kantor teddy. Dan beruntung nya teddy, ternyata warung tersebut masih buka.

Teddy kemudian tersenyum sambil menggelengkan kepala. Melihat istri nya yang begitu lahap makan nasi pecel. Warung makan ini terlihat sederhana tapi cukup ramai, karena rasa nya memang cukup enak. Biasanya di jam inj warung ini sudah tutup karena sudah habis, tapi malam ini mungkin karena rejeki dari si bayik yang ingin makan nasi pecel.

"Pelan pelan sayang" Ucap teddy

"Mas teddy nggak makan? Enak loh mas? " Tanya Letisha karena sedari tadi teddy hanya melihat nya makan

Love After SeparationTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang