Bertemu Gisela

1.5K 53 23
                                        

Sejak keberangkatan mereka ke bandara wajah teddy sudah tertekuk, bagaimana tidak, kepalanya begitu pusing karena lagi lagi gagal untuk mendapatkan jatahnya. Pertama karena papa abhi yang mengagalkan nya kedua karena Ricky yang tiba-tiba memanggilnya. Dan sepulang dari kantor, teddy ingin sekali melanjutkan kegiatan yang tertunda, tapi Letisha menolak karena mereka harus segera berangkat ke bandara. Dan lagi lagi ia harus menundanya.

"Kamu masih marah mas, perihal tertundanya unboxing? "Tanya Letisha dengan polosnya.

" Mas nggak marah sayang, mas cuma pusing, seperti perempuan yang sedang PMS, bawaannya pengen marah marah mulu"

"Trus kamu mau marah sama aku mas,? tega kamu, cuma masalah kaya gituan aja kamu mesti marah sama istri kamu" Jawab Letisha menjauh dan menoleh ke arah jendela. Perempuan ini merasa kesal dengan suaminya

"Tck, kenapa dia jadi ikut ikutan marah, harus beneran sabar ngadepin bocil" Batin teddy

Teddy menggeser duduknya dan mendekati istri nya. Ia meraih tangan Letisha untuk ia genggam dan ia cium.

"Siapa yang marah sayang? Nggak kok, mas nggak marah sama kamu"

Letisha menarik tangannya
"Itu tadi kamu bilang kamu marah sama aku"

Teddy tak menyerah, ia kembali meraih tangan Letisha

"Nggak sayang, bukannya mas marah,mas hanya sensitif aja, apalagi sama Ricky tadi, padahal mas udah jelasin semuanya,tapi dia tetep aja nggak ngerti,udah ya jangan ngambek, kita kan mau honeymoon"

Cup

Teddy mengecup tangan Letisha

"Kamu jelasinnya sambil marah marah kali, makanya dia nggak paham sama apa yang kamu jelasin? "

Teddy tersenyum dan merangkul istri nya, ia tidak peduli pada satria yang ada didepan dan menyetir mobil.

"Nggak juga. Udah jangan ngomongin dia, mending ngomongin kita aja sayang. Gimana tadi,yang udah ngerasain pipis enak? "

"Ihh mass, apaan sih malu tau" Ucap Letisha

Teddy terkekeh dan mencium kening istri nya

"Sayang, mas udah dua kali gagal, nanti disana, mas nggak mau gagal lagi ya, mas ingin mendapatkan hak mas disana, kamu siap siap aja, mas udah nahan selama ini dan mas pastikan akan terus menggempur kamu sampai pagi, mas akan bikin kamu sampai ngesot, sampai kamu..awww.. Sakit sakit"

Belum sempat teddy meneruskan ucapannya, jemari lentik Letisha sudah mencubit pinggang suaminya yang terlalu frontal bicara. Tak dipungkiri, perempuan ini bergidik ngeri membayangkannya.

"Rasain, siapa suruh bicara ngawur, nggak malu kamu sama Satria"

"Nggak ngawur sayang, mas serius, selama ini mas udah nahan tiap kamu goda, dan sekarang saatnya eksekusi"

"Siap siap aja bu, seperti nya bapak sedang dalam mode singa yang lapar" Sahut satria yang sudah gemas dan ingin ikut nimbrung.

Seketika teddy menoleh ke arah satria dan menatapnya tajam
"Siapa suruh kamu ikut bicara? Kamu nguping? Mau saya suruh sikap tobat kamu! "

"Ma--maaf pak, nggak sengaja! "Ucap satria

"Fokus ke jalan. Nyambung aja ada orang ngomong" Ucap teddy

Sementara Letisha hanya diam dan menoleh ke jendela. Ia begitu malu, tapi tak dipungkiri ada sedikit rasa takut dalam dirinya membayangkan kebuasan teddy nantinya. Tapi ia harus mempersiapkan semuanya, bagaimanapun, teddy adalah suaminya dan sudah seharusnya ia mendapatkan hak nya. Letisha juga tidak mau jika sampai teddy berpaling hanya karena dirinya yang masih merasa takut melewati malam pertama nya.

Love After SeparationTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang