Teddy pusing

1.4K 67 7
                                        

Pagi hari semua sudah sibuk dengan aktivitas nya masing-masing. Semenjak kelahiran baby El, kehidupan Letisha memang 180 derajat berubah. Perempuan ini sudah mampu menjalani perannya untuk menjadi seorang ibu. Tak hanya kehidupan Letisha yang berubah, teddy pun juga. Karena jika biasanya Letisha selalu membantu nya untuk merapikan penampilan nya sebelum ke kantor, beberapa bulan ini ia harus melakukan nya sendiri, karena istri nya pasti sibuk dengan jagoan kecil nya. Tak jarang teddy ngambek dan merasa cemburu dengan Baby El yang kini mendapatkan perhatian penuh dari istri nya.

Meskipun sudah ada Sus Dina, tapi sebisa mungkin Letisha tetap ikut turun tangan merawat putranya, karena ia tak ingin El nantinya lebih dekat dengan orang lain dibanding dirinya.

Setelah menyiapkan kemeja untuk suaminya, Letisha beranjak menuju ke kamar El. Perempuan ini sedang memakaikan baju untuk jagoan kecilnya yang baru saja di mandikan oleh Sus Dina.

"Anak mommy pinter ya? Nggak nangis ya mandi sama Sus Dina" Letisha berbicara dengan bayinya, dan El pun tersenyum lebar hingga husin terlihat.

Jika El terlihat segar dan gembira setelah mandi, berbeda dengan teddy. Wajah laki-laki ini terlihat kusut dan tidak bersemangat karena semalam ia gagal untuk mendapatkan jatah. Ia sungguh merasa pusing, karena hasrat yang sudah di puncak, terpaksa harus ia tahan karena istri nya harus menenangkan putranya yang rewel.

"Tck,, Letisha kemana sih? Padahal Sus Dina kan udah ada, harusnya dia bisa lah ngasih gw jatah pagi?" Gumam teddy sambil memakai kemejanya "tetiba jadi suami terlantar gini gw,,jatah terbengkalai" Imbuhnya sambil mengancingkan kemejanya sendiri.

Brumm brumm

"Tck,,, apaan sih itu, berisik banget" Gumam teddy mendengar satria memanasi mesin mobilnya.

Teddy segera memakai kemejanya, kemudian segera turun untuk melihat apa yang terjadi. Ia memasang wajah tegas seperti saat sedang bertugas. Tidak ada senyuman sama sekali di wajahnya.

"Satria....! " Teriak nya

"Siap" Jawab satria. Laki-laki ini berlari kecil mendekati teddy "siap. Ada yang bisa di bantu pak? "

"Siapa yang suruh kamu berisik pagi pagi?! " Tanya teddy dengan wajah kerung nya

Satria terlihat bingung "maksud bapak? "

"Suara mobil itu berisik sekali! Kamu tau?! sakit telinga saya dengernya! " Teddy berucap dengan nada tinggi

"Maaf Pak, tapi saya hanya memanasi mobil sebelum dipakai saja, dan lagi bukannya ini sudah biasa saya lakukan di pagi hari? " Jawab Satria

Teddy berkacak pinggang dan menatap tak suka pada Satria

"Kecilin suaranya, berisik sekali! Pusing saya dengernya!' Jawab teddy

" Siap pak"

Teddy kemudian berbalik kembali ke dalam "nggak tau dia Kepala gw rasanya mau pecah" Gerutunya sambil berjalan

Sementara satria masih terlihat bingung.

"Pak teddy kenapa sih? Tetiba marah marah nggak jelas" Gumamnya

Laki-laki ini pun memilih mematikan mesin mobilnya dari pada nanti ia di tegur lagi oleh teddy.

"Kenapa? " Tanya Denis mendekati Satria,dengan senyum penuh arti

"Bapak seperti nya lagi sensi, masa denger mesin mobil dia bilang berisik, padahal kan gw kan biasa panasin mobil setiap pagi"

Denis tertawa geli

"Wajar aja bro,, bapak lagi birahi, tapi sepertinya ibu nggak ngasih jatah, makanya kayak lagi PMS" Bisik Denis yang membuat Satria terbahak

"Anjir,, sok tau kamu"

Love After SeparationTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang