"Perih? Apanya yang perih sayang? " Tanya mama Hanum
Letisha tak menjawab dan hanya meringis. Mereka kemudian membawa Letisha ke kamarnya dengan menuntunnya perlahan. Melihat cara berjalan menantunya membuat mama Hanum merasa curiga jika putra nya pasti yang membuat Letisha seperti ini.
Mereka merebahkan Letisha di kamarnya secara perlahan.
"Panas sekali badan kamu Sha?" Gumam mama Hanum
"Padahal tadi pagi non Tisha masih baik baik aja bu" Bi Yuyun ikut bersuara
"Bi, tolong ambilkan air dan handuk kecil ya, untuk memgompres Tisha" Mama Hanum begitu khawatir melihat Letisha yang semakin panas
"Baik bu" Jawab bi yuyun kemudian keluar dari kamar untuk menyiapkan apa yang di minta mama Hanum
"Letisha,, sayang,, kamu masih bisa denger mama, Nak? " Mama Hanum mengecek kesadaran Letisha karena sedari tadi menantunya ini hanya diam dan terlihat lemas
Letisha mengangguk pelan "masih ma"
"Apa mungkin Letisha hamil ya? Tapi kan mereka baru aja menikah? " Batin mama Hanum
Perempuan ini kemudian menghubungi Debby, keponakannya yang juga seorang dokter dan memintanya datang ke kediaman teddy.
Tak lama kemudian Bi yuyun datang membawa air dan handuk kecil. Bi yuyun begitu telaten mengompres Letisha sebelum dokter datang.
"Gimana bi? " Tanya mama Hanum ke pada bi yuyun
"Demamnya tinggi banget bu, ini kompres yang bibi pakai sampe cepet kering gini"
Mama Hanum mendekat dan mencoba mengecek. Benar saja, suhu tubuh Letisha semakin tinggi.
"Astaga, ni anak diapain sih sama teddy, sampe demam gini" Batin mama hanum
Di saat mereka sibuk mengopres Letisha, di bawah, bel pintu rumah itu berbunyi.
"Bi tolong bukain pintu, mungkin itu Debby? "
"Baik bu" Bi yuyun segera berlari untuk membuka pintu, ia yakin jika yang datang adalah Deby.
Ceklek
Bi yuyun membuka pintu
"Eh, non debby, masuk non, udah di tunggu diatas" Ucap bi yuyun membuka lebar pintu
Debby mengangguk dan melangkah masuk
"Bi,,tante Hanum ada disini? Siapa yang sakit?" Tanya Debby
"Itu non, istri nya pak teddy, bu Letisha"
"Lhoh, pengantin baru sakit"
"Iya, mari non ke atas, bu Hanum ada di atas"
Mereka berdua kemudian menuju ke kamar teddy.
"Permisi tante,,, " Deby memberikan salam kepada mama Hanum ketika masuk ke kamar teddy.
Mama Hanum menoleh
"Eh, Deby, masuk"
Dokter cantik ini kemudian masuk dan mengecek keadaan Letisha.
"Ada apa tante? "
"Ini Letisha, demamnya tinggi banget, tante khawatir" Ucap mama hanum
"Panas sekali" Gumam Deby menyentuh dahi Letisha "permisi tan, Deby ijin periksa dulu ya"
Dokter ini mulai mengeluarkan peralatan dokternya kemudian memeriksa keadaan Letisha.
"Permisi ya Tisha, saya ijin buka kancing kemeja kamu" Ucap debby yang dibalas anggukan oleh Letisha
Debby mulai membuka kancing bagian atas baju milik Letisha. Bibir perempuan ini menyunggingkan senyuman ketika melihat banyaknya kissmark disana. Tak hanya debby yang melihat banyaknya kissmark itu, mama hanum pun memgusap kasar wajahnya melihat banyaknya tanda merah di tubuh menantunya.
Dari sini mereka bisa menebak pasti Letisha kelelahan karena aktivitas nya sebagai pengantin baru.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love After Separation
Teen FictionByantara teddy, baru menyadari jika cinta sang tunangan Letisha ayesha begitu besar kepada nya, setelah Letisha pergi meninggalkan nya. Letisha memilih menjauh dan memutuskan pertunangannya karena mengetahui jika sang tunangan mempunyai kekasih lain...
