Semalaman Teddy menunggu Letisha di samping tempat tidur perempuan itu. Ia hanya duduk sambil menggenggam tangan Letisha. Laki-laki ini pun tak mau makan atau pun minum sebelum Letisha sadar.
Pagi pun mulai datang, cahaya matahari mulai masuk melalui celah jendela rumah sakit tersebut. Teddy membuka mata perlahan, semalam ia benar-benar lelah hingga akhirnya tertidur sambil menggenggam tangan Letisha. Dipandanginya wajah cantik Letisha yang masih pucat itu. Ia masih tidur dan belum mau membuka matanya. Teddy mengusap ngusap kepala Letisha dengan penuh rasa sayang.
"Sayang, kamu masih tidur? Ini udah pagi? Bangun ya? Jangan tidur terlalu lama, mas kangen sayang" Lirih teddy tapi tidak ada jawaban dari Letisha. Perempuan itu masih menutup mata dengan rapat.
Teddy kemudian mengambil ponselnya dan membuka kamera.
"Sayang, kita selfie yuk, kamu paling suka kan kalu kita foto bersama? "
Teddy mengarahkan kamera nya, dan ia mendekat kepada Letisha yang masih tidur.
Cekrek
Teddy berpose mencium pipi Letisha. Ia ingat betul Letisha paling suka jika dicium seperti ini. Teddy memandang sendu foto tersebut, Letisha yang biasanya selalu cerewet dan tersenyum ketika berfoto, kini hanya diam dan menutup mata nya, entah sampai kapan.
"Cepat sadar sayang, sebentar lagi kita bertunangan" Lirih teddy di telinga Letisha kemudian mencium kening gadis itu sedikit lebih lama.
Ceklek
Mama Della dan papa akbar keluar dari kamar penunggu pasien. Ia melihat teddy semalaman tidak beranjak dari kursi itu, membuat papa akbar sangat yakin akan cinta teddy yang begitu tulus untuk putrinya.
"Teddy, kamu harus dinas hari ini? Pergilah, biar kami yang mejaga Letisha? " Ucap papa akbar
Teddy menoleh ke arah papa akbar yang berada di sebelahnya, sementara mama Della berjalan mendekati sisi lain bed pasien tempat putrinya berbaring.
Teddy menggelengkan kepala
"Enggak pah, teddy ijin dulu, teddy ingin menemani Letisha dulu, sampai dia sadar"
"Tapi kita tidak tau kapan dia akan sadar? "
"Teddy yakin sebentar lagi dia akan sadar pah" Ucap teddy sambil memandang wajah Letisha.
Ceklek
Raidan membuka pintu ruang rawat tersebut sambil membawa beberapa makanan dan minuman yang ia beli di kantin bawah.
"Kamu dari mana abang? " Tanya mama Della
"Beli sarapan ma, kita harus makan dulu ma, jangan sampai kita ikutan sakit" Jawab Raidan meletakkan kantong belanjaan nya di meja makan yang ada di kamar tersebut.
Mama Della dan papa akbar mendekati meja makan untuk sarapan, sementara teddy masih belum beranjak dari tempat nya, ia masih setia disana, menggenggam tangan Letisha.
"Teddy, kamu minum teh dulu? Atau sarapan dulu? Tanya papa akbar
"Teddy belum pengen pah"
Raidan berjalan mendekati teddy yang duduk di kursi sebelah bed pasien.
"Jangan menyiksa diri kamu teddy, abang yakin pasti Letisha akan sedih kalau melihat kamu seperti ini. Makan lah dulu, jangan sampai ketika Letisha sudah sadar, justru gantian kamu yang sakit"
Teddy mendongak menatap Raidan, kemudian mengangguk pelan. Ia kemudian bangkit dan mencium kening Letisha sedikit lebih lama.
"Sebentar ya sayang, mas makan dulu" Lirihnya sebelum meninggalkan Letisha
KAMU SEDANG MEMBACA
Love After Separation
Teen FictionByantara teddy, baru menyadari jika cinta sang tunangan Letisha ayesha begitu besar kepada nya, setelah Letisha pergi meninggalkan nya. Letisha memilih menjauh dan memutuskan pertunangannya karena mengetahui jika sang tunangan mempunyai kekasih lain...
