Pernyataan cinta Gibran

1K 79 11
                                        

Tak terasa tiga hari sudah teddy dirawat dirumah sakit, tentunya ia di jaga oleh istri tercintanya. Dan hari ini dokter sudah mengijinkannya untuk pulang.

Di pagi yang cerah ini, matahari bersinar sangat cerah. Letisha bersemangat sekali menyiapkan semuanya karena pagi ini Letisha dan juga suaminya akan pulang ke rumah. Ia sangat antusias membereskan semuanya yang akan ia bawa kembali ke rumah.

"Sayang, sudah, nanti kamu lelah, biar nanti bi yuyun kesini sama Satria" Ucap teddy yang tak tega melihat sang istri berjalan kesana kemari mempersiapkan semuanya

"Nggak apa apa mas, perempuan hamil malah bagus jika banyak gerak, supaya aku dan bayi ku sehat dan persalinan nya lancar"

"Tapi kan kamu belum hamil tua sayang, mana boleh seperti itu, sudah sini duduk saja" Ucap teddy menepuk nepuk sofa di sebelahnya.

Letisha menoleh ke arah suaminya kemudian tersenyum. Ia pun melangkahkan kakinya ke arah suaminya dan mendaratkan bokongnya tepat di sebelah suaminya.

"Aku kan hanya beres beres sayang, nggak bakal lelah kok"

"Nope,,, mas nggak mau kamu lelah dalam hal apapun, kamu hanya boleh lelah dan berkeringat bersama maa di atas ranjang"

Plakkk

"Mesum" Letisha mendelik sebal

"Tapi kamu suka kan sayang, akui saja, kamu lupa,, dulu waktu kita pacaran, kamu yang sering godain mas"

Letisha memdengus geli, ia pun teringat saat saat berpacaran dengan teddy, dirinya sungguh agresif dan pandai sekali menggoda suaminya ini.

"O iya sayang, ngomong ngomong soal persalinan, nanti mas ingin kamu melahirkan secara sesar aja ya, mas dengar kalau melahirkan normal itu sakitnya luar biasa, mas nggak tega kalau harus melihat kamu kesakitan" Pinta teddy

"Memang kamu pikir melahirkan sesar nggak bakalan sakit? " Tanya Letisha

"Ya tetap sakit sayang, tapi kan kamu nggak harus merasakan sakitnya kontraksi" Ucap teddy. Laki-laki ini memang tak tau sakitnya seperti apa, yang jelas ia tak ingin istri nya kesakitan.

Mendengar itu Letisha terdiam sejenak menatap suaminya.

"Aku sangat ingin melahirkan normal mas, lagian melahirkan secara normal ataupun sesar tetap saja sakit, tidak ada melahirkan yang tidak sakit.
Hanya saja, jika sesar tidak merasakan kontraksi atau sejenisnya, bahkan kita bisa mengatur tanggalnya, tapi aku ingin alami mas, aku ingin merasakan nikmatnya melahirkan normal" Jelas Letisha. Ia sangat ingin merasakan proses persalinan yang mana ia melahirkan anaknya ke dunia dengan normal.

Mendengar permintaan Letisha sebenarnya wajar wajar saja , namun ia merasa sedikit khawatir, pasalnya dirinya pernah membaca beberapa artikel yang menjelaskan jika persalinan normal itu sakitnya luar biasa, bahkan jika sang ibu tidak kuat menahan rasa sakit itu, resikonya sangat besar dan menyangkut nyawa ibu bayi.Banyak nya kasus kematian pada ibu melahirkan membuat teddy merasa khwatir dengan permintaan istri nya. Dia ingin melihat anak istri nya sama sama sehat.

"Tapi sayang, mas nggak ingin melihat kamu kesakitan hanya karena melahirkan anak dari mas" Teddy sedang berusaha membujuk sang istri agar mau melahirkan secara sesar.

"Bukan anak kamu aja mas, anakku juga, kamu lupa aku yang mengandungnya" Jawab Letisha yang tetap keukeuh ingin melahirkan normal

"Ya sudah nanti kita tanya kak Sabrina perihal persalinan kamu nanti, apakah kamu memungkinkan untuk melahirkan secara normal atau tidak"

"Kenapa tidak mas" Jawab Letisha "kamu meremehkan aku"

Mendengar kata kata seperti itu membuat Letisha tidak suka, pasalnya ia yakin bisa melahirkan secara normal. Tapi suaminya mengkhawatirkan dia secara fisik apakah Letisha mampu menahan sakit melahirkan yang konon katanya sakitnya sama seperti dua puluh tulang dipatahkan bersamaan. Tentu saja teddy tidak akan tega melihat dan menyaksikan perempuan yang amat ia cintai merasakan sakit yang amat dahsyat.

Love After SeparationTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang