Di pagi hari Letisha terbangun dan melihat suaminya yang terlelap di sebelahnya sambil menggenggam tangannya. Perempuan ini memandangi wajah tampan suaminya yang terlihat lelah. Hampir semalam teddy tidak tidur dan terus menemaninya,teddy benar-benar merasa khawatir.
Perlahan Letisha menarik tangannya dan mengusap kepala suaminya. Tapi ternyata, usapan ini membuat teddy terbangun. Laki-laki ini langsung melihat ke arah istri nya.
"Sayang,, kamu butuh apa? Perut kamu sakit lagi? " Tanya teddy dengan suara parau nya
Letisha tersenyum dan menggelengkan kepala "aku udah baik baik aja mas. Kamu nggak ke kantor? "
"Mana mungkin mas ke kantor disaat keadaan kamu seperti ini, yang ada mas nggak bisa fokus"
"Emang nggak apa apa kamu cuti? "
Teddy menggelengkan kepala dan mencium punggung tangan istri nya.
"Nggak masalah, udah ya, nggak perlu kamu pikirin"
Tak lama kemudian seorang perawat datang dan meminta teddy untuk mengurusi administrasi rumah sakit.
"Mas tinggal dulu ya, kalau ada perlu apa apa, panggil satria, dia ada di depan kamar" Ucap teddy sambil mengecup kening istri nya setelah itu laki-laki ini bergegas keluar kamar.
"Satria, saya titip Letisha sebentar. Saya harus mengurus administrasi, jangan kemana mana, tetap stay disini. Segera hubungi saya jika terjadi apa apa dengan istri saya" Perintah teddy kepada satria, dan satria hanya bisa mengangguk.
Teddy kemudian menuju ke sebuah ruangan dimana dirinya harus mengurus administrasi selama istri nya menjalani perawatan di rumah sakit ini.
Setelah mengurus administrasi teddy segera menuju ke apotek untuk mengambil obat obatan milik istri nya.
"Teddy.. " Panggil seorang perempuan yang membuat laki-laki ini menoleh.
Callista terlihat berbinar melihat teddy yang ada di rumah sakit tersebut. Perempuan ini segera mendekat dan hendak memeluk teddy, tapi secepatnya laki-laki itu menjauh.
"Call, know your limits, ini di rumah sakit? " Ucap teddy
Laki-laki ini terlihat was was dan melihat ke sekeliling ketika Callista mendekati nya. Ia takut jika ada keluarga Letisha yang melihat nya.
"Akhirnya kita ketemu juga, aku kangen banget sama kamu, kamu nggak kangen sama aku? Anak aku juga kangen loh sama papa teddy nya" Ucap Callista
Seketika teddy menoleh dan melihat tak suka ketika Callista menyebut dirinya papa teddy.
"Jangan panggil sembarangan ya call, dia bukan anakku"
"Tapi dia nyaman sama kamu teddy, seperti nya dia udah anggap kamu seperti papa nya"
"Jangan ngawur kamu" Jawab teddy kemudian berlalu dari hadapan Callista karena dia harus segera mengambil obat dan kembali ke kamar rawat istrinya.
"Teddy tunggu, kamu kenapa ada disini? " Tanya Callista yang terus mendekati teddy. Bahkan ketika teddy duduk di ruang tunggu apotek, perempuan ini juga ikut duduk di samping nya. Dan ini membuat teddy tak nyaman, karena posisi Callista yang terlalu menempel.
"Call, apaan sih"
"Kenapa sih teddy? O iya, kamu nggak kangen sama anakku, dia udah bisa gerak gerak loh, coba deh pegang, dia pasti ngajak kamu main"
Callista meraih tangan teddy dan ia letakkan di perutnya. Seketika teddy kembali menarik tangannya, dan menatap tak suka pada Callista.
"Kenapa teddy? Padahal kamu biasanya suka sekali mengusap perutku? Kamu malu? " Tanya Callista dengan nada melembut
KAMU SEDANG MEMBACA
Love After Separation
Teen FictionByantara teddy, baru menyadari jika cinta sang tunangan Letisha ayesha begitu besar kepada nya, setelah Letisha pergi meninggalkan nya. Letisha memilih menjauh dan memutuskan pertunangannya karena mengetahui jika sang tunangan mempunyai kekasih lain...
