Hari sudah semakin malam,,, namun baby El juga belum menunjukkan tanda tanda mengantuk. Sedangkan teddy sudah berulang kali menguap.
"El,, bobok yuk sayang, daddy ngantuk" Ucapnya sambil menimang bayi itu sambil berdiri. Karena El akan menangis jika teddy duduk sebentar.
Namun bayi tampan itu gak bergeming, ia justru berkedip sesekali lalu menggeliat.
"Sambil duduk ya, daddy pegel banget" Teddy membawa baby El ke sofa menyusui yang ada di kamarnya, namun ketika teddy mendaratkan bokong nya disana, baby El terlihat gelisah kemudian menangis.
"Astaga,, kamu nggak mau daddy duduk? Kamu pengen kita berdiri lagi? "
Ehe ehe ehe
"Iya,, okay,, kita berdiri ya, tapi jangan nangis, ok boy"
Teddy kembali berdiri lalu menimang si baby boy itu, dan sesaat kemudian tangisannya pun berhenti.
Menit demi menit, jam demi jam di lalui teddy dengan menimang baby boy nya sambil berdiri. Kakinya sudah terasa kaku,tapi si bayi ini tak ada tanda tanda mengantuk sama sekali. Matanya yang jernih menatap daddy nya yang terus terusan menguap karena sudah mengantuk.
"Bobok yuk sayang, daddy ngantuk,,, hoammm" Teddy menguap untuk kesekian kali
Ehe ehe ehe
"Ssttt mau susu nak? Sebentar ya, daddy angetin dulu. Kamu bobok dulu di box ya? " Pelan sekali teddy meletakkan El di box nya. Laki-laki ini bergegas menuju ke dapur untuk menghangatkan ASIP milik El, setelah itu, barulah ia kembali ke kamar nya.
Ceklek
Begitu ia membuka kamar, laki-laki ini melihat bayi nya yang anteng dan menghisap sarung tangannya.
"Anak pinter? Kita minum susu di depan ya, biar mommy istirahat dulu" Ucapnya pelan kemudian menggendong baby El menuju ke ruang tamu.
Si bayi ini begitu bersemangat menghisap susu yang di berikan oleh daddy nya. Bibirnya yang mengerucut serta matanya yang bening melihat ke arahnya membuat teddy gemas dan menciumi putra kebanggaan nya.
"Jadi anak kebanggaan daddy ya nak? Nanti kalau udah besar kamu harus jadi penerus daddy"
Setelah menghabiskan susu nya, teddy segera mengubah posisi gendongannya menjadi setengah berdiri dan menepuk-nepuk punggung El supaya bayi ini bisa sendawa dan perut kecilnya terasa lebih nyaman. Dan benar saja El bersendawa beberapa kali hingga membuat ia gumoh.
Untung saja El mempunyai daddy yang siap, siaga dan serba bisa. Dari dulu teddy memang belajar mengenai cara cara untuk merawat bayi, hal itu ia lakukan karena nanti jika dirinya menikah, ia bisa ikut membantu mengurusi bayi nya, terutama di malam hari. Ia mulai belajar ketika saat itu sedang berpacaran dengan Callista, apalagi hubungan nya yang bebas kala itu sangat rentan sekali terjadi kehamilan. Tapi teddy sudah tau resikonya, dan ia bersedia bertanggungjawab jika hal itu sampai terjadi.
"Untung aja kala itu Callista nggak sampe kebobolan, kalau sampe hamil, bisa hancur untuk kedua kalinya rumah tangga ku karena sikapnya, dan pasti ada anak yang jadi korban" Batinnya menimang baby El
Teddy kemudian menggelengkan kepalanya "untung aja daddy ketemu mommy sayang" Ucapnya kembali mencium kening putranya
"El, bobok lagi yuk sayang, ini udah tengah malam, kamu nggak ngantuk? "
Pelan sekali teddy kembali duduk di sofa ruang TV, tapi baru beberapa detik saja, El sudah rewel dan terus bergerak.
"Astaga sayang,, kamu beneran nggak nge bolehin daddy duduk ya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Love After Separation
TienerfictieByantara teddy, baru menyadari jika cinta sang tunangan Letisha ayesha begitu besar kepada nya, setelah Letisha pergi meninggalkan nya. Letisha memilih menjauh dan memutuskan pertunangannya karena mengetahui jika sang tunangan mempunyai kekasih lain...
