Bertemu Melisa

764 62 16
                                        

Di suatu hari, teddy nampak sibuk di ruangan nya. Laki-laki ini sedang mempersiapkan keberangkatan nya ke Singapura esok hari.  Sebenarnya ia merasa berat meninggalkan sang istri yang sedang hamil ini, tapi mau bagaimana lagi, ia juga tidak bisa meninggalkan tugas dan tanggung jawabnya. Meskipun kepergian nya ini hanya dua hari saja, tapi tetap saja teddy merasa berat meninggalkan sang istri.

Tok tok tok

"Masuk"

Ceklek

"Bang teddy, ada tamu di depan" Ucap randy yang menjadi asisten pribadi nya di kantor

Dahi teddy mengernyit "siapa? "

"Saya juga kurang tau, dia seorang perempuan, cantik"

Teddy makin mengerutkan dahinya dan menatap waspada pada randy "bukan Callista kan? "

"Bukan bang"

Teddy mengangguk kemudian meminta randy untuk memanggil perempuan itu.

Tok tok tok

"Masuk"

"Hai teddy" Sapa seorang perempuan cantik dengan setelan kantornya.

Teddy menatap perempuan itu. Laki-laki ini terdiam untuk mengingat siapa perempuan di depannya karena ia merasa tak pernah bertemu sebelumnya.

"Siapa? " Tanya teddy

"Kamu lupa. Aku Melisa, temen kamu waktu kecil dulu"

"Melisa? " Dahi teddy mengeryit masih mencoba mengingat. Detik berikut nya laki-laki ini tersenyum karena mengingat sosok perempuan yang ada di depan nya "melisa yang di bekasi dulu? "

Melisa mengangguk senang karena teddy mengingat nya, kemudian tanpa aba aba perempuan ini melangkah maju ingin memeluk teddy, tapi dengan sigap teddy segera menjauh.

"Sorry mel,,"

Seketika bahu melisa merosot dengan memutar bola matanya malas. Perempuan ini pun mengurungkan niatnya untuk memeluk teddy.

"Ini beneran, kamu melisa yang cengeng itu"

Melisa mengangguk "ih, jangan bilang cengeng dong, aku cengeng kan karena kamu yang ngerjain" Jawab melisa memberengut

Teddy terbahak "sorry sorry,, tapi sekarang kamu  udah nggak cengeng lagi kan"

Melisa terkekeh "ya nggak lah"

"Duduk mel" Ucap teddy yang dibalas anggukan oleh melisa. Kemudian perempuan ini duduk di sofa yang ada di ruangan itu.

" Oh iya kamu apa kabar teddy? "

"Kabar ku baik,,kamu sekarang kerja dimana? Di jakarta? Atau ikut papa kamu ke ausie? " Tanya teddy menuju ke kulkas mini yang ada di ruangan nya untuk mengambil kan melisa minuman kaleng yang memang di peruntukkan tamu yang datang.

"Aku kerja di jakarta, tapi papa masih kerja di ausie, mama sesekali datang ke sini untuk jenguk aku" Jawab melisa sambil menerima minuman kaleng dari teddy

"Oh ya, kenapa kamu nggak kerja di ausie aja?" Tanya teddy duduk di sofa single

"Aku nggak betah disana, pengen ke Indonesia aja" Jawab melisa.
"O iya ted, aku turut prihatin ya, dengan rumah tangga kamu sama diana, aku nggak nyangka kalian divorce, padahal dulu kalian sweet banget"

Teddy tersenyum kecil "itu masa lalu Mel, nggak perlu diingat lagi lah"

Mata perempuan ini kemudian menatap perih cincin pernikahan yang tersemat di jari manis teddy. Dulu hatinya terasa sakit harus melihat teddy menikahi Diana, dan ia merasa sangat senang mendengar kabar perceraian mereka waktu itu. Tapi kini ia harus kembali menelan pil pahit, mengetahui kenyataan jika teddy sudah menjadi milik orang lain. Kenapa dirinya selalu kalah? Padahal dirinya lah yang mengenal teddy lebih dulu.

Love After SeparationTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang