Di perjalanan pulang..
Tuut tuut
"Tck" Letisha berdecak sebal saat mencoba menghubungi papa akbar tapi tak juga ada jawaban. Berkali-kali ia menghubungi tapi papa akbar mengabaikan nya begitu saja.
"Gimana sayang? Masih nggak di jawab? " Teddy menoleh sekilas ke arah istri nya
"Belum,,,kenapa sih papa sok sibuk banget, seenggaknya kasih tau kek kalau dia baik baik saja, nggak tau apa ya kalau kita itu khawatir" Letisha menggerutu sambil menyandarkan kepalanya lalu menoleh ke jalanan samping
"Papa akbar pergi sendiri? "
"Sama abang"
"Kenapa kamu nggak telepon abang saja sayang" Usul teddy
Seketika Letisha menoleh
"Kenapa aku nggak kepikiran dari tadi? Kenapa harus menunggu diingatkan sama mas? Kenapa kalau sedang bersama mas aku kelihatan seperti cewek bodoh sih? "
Teddy mendengus geli " Mana mas tau sayang, ayo cepat telepon abang"
"Siap komandan" Balas Letisha denga lantang
Dan benar saja, abang raidan langsung mengangkat telepon dari Letisha. Raidan mengatakan jika saat ini papa akbar sedang meeting bersama klien dan tidak bisa diganggu, maka dari itu ia tidak bisa mengangkat telepon dari Letisha. Raidan juga menanyakan bagaimana keadaan Letisha, dan laki-laki itu merasa lega ketika sang adik mengatakan jika ia sudah di jemput oleh teddy.
"Sayang, kita langsung pulang atau kamu masih mau kemana dulu? " Tanya teddy
Letisha menoleh dengan wajah memelas "mas bawa senjata nggak? "
Teddy nampak terkejut dengan pertanyaan tak biasa dari istrinya " Kenapa tiba-tiba kamu bertanya seperti itu sayang? "
"Aku ingin ke mall mas, peralatan make up ku banyak yang habis, aku juga ingin makan dulu, aku laper,, tapi aku takut,, gimana mas? " Letisha nampak murung sambil mengusap perutnya
Teddy mendesah kasar. Kini saatnya ia sebagai suami untuk pasang badan bagi orang yang sangat ia cinta. Teddy harus bisa meyakinkan jika Letisha akan baik baik saja jika bersamanya. Apalagi Letisha adalahh istri nya dan tentunya menjadi tanggungjawab nya.
Teddy menghentikan mobil nya di lampu merah kemudian melirik tangan Letisha dan menggenggam nya. Teddy tidak bicara sepatah kata pun, ia hanya membawa tangan tersebut untuk ia kecup. Teddy seolah sedang mencurahkan rasa sayang lewat kecupan.
"Selama ada mas bersama kamu, tidak ada yang perlu kamu takut kan sayang, kamu akan aman" Ucap teddy
Letisha tersenyum hangat menatap suaminya "mas"
"Semoga apa yang mas rasakan ini salah besar sayang, baik kamu, kita, dan keluarga kita akan selalu baik baik saja. Kita harus selalu bersama, harus selalu sehat dan saling melindungi. Mas nggak bisa memungkiri, saat ini mas merasakan sangat khawatir, mas ingin kamu selalu ada di jarak pandang mas, agar mas bisa memastikan jika kamu dan bayi kita baik baik saja. Tapi dengan kesibukan yang mas punya,, mas tau hal seperti itu sangat tidak mungkin "
Letisha tersenyum tipis "kalau gitu kita harus sering berkabar jika kita sedang berjauhan mas"
"Iya sayang" Jawab teddy dengan senyuman
"Jadi gimana, mas mau mengantar aku ke mall? "
"Iya sayang,, buat kamu apa sih yang enggak"
Blusss
Pipi Letisha bersemu merah. Ia tersipu sipu mendengar jawaban suami nya.
"Tapi, apa mas nggak perlu pakai seragam dinas dulu, supaya nggak ada orang jahat yang berani dekati kita"
KAMU SEDANG MEMBACA
Love After Separation
JugendliteraturByantara teddy, baru menyadari jika cinta sang tunangan Letisha ayesha begitu besar kepada nya, setelah Letisha pergi meninggalkan nya. Letisha memilih menjauh dan memutuskan pertunangannya karena mengetahui jika sang tunangan mempunyai kekasih lain...
