Hinaan

1.1K 56 8
                                        

Di jam pulang, Callista kembali menghubungi teddy. Perempuan ini meminta teddy untuk membelikan beberapa kebutuhan nya karena dirinya yang harus istirahat total.

Teddy mendesah pelan. Sebenarnya dirinya harus segera pulang hari ini karena sudah berjanji dengan Letisha tak akan pulang malam.

Lagi lagi karena Callista terus merengek dengan alasan tak ada siapa pun, teddy pun menurut. Dia juga ingin memastikan jika keadaan Callista memang sudah baik baik saja, jadi besok dan seterusnya ia tak perlu lagi menemuinya dan berbohong kepada istri nya.

Setelah menekan sandi dari unit itu, teddy segera masuk ke dalam unit tersebut.

"Hai teddy" Sapa Callista di depan TV

Teddy tersenyum tipis melihat Callista sedang santai di depan TV.

"Aku kira kamu nggak dateng" Ucap Callista

Teddy melangkahkan kakinya menuju ke meja pantry dan meletakkan belanjaannya disana.

"Kamu bawa apa aja? Banyak banget?" Callista berjalan mengekori teddy

"Aku bawain semua kebutuhan kamu, supaya kamu nggak perlu keluar lagi" Jawab teddy

Callista tersenyum dan memeluk teddy dari belakang
"Makasih teddy, kamu emang baik banget sama aku" Jawab Callista.

"Call,, don't touch! " Teddy berbalik dan melepaskan pelukan Callista. Laki-laki ini menatap tajam perempuan itu.
"Aku nglakuin ini karena aku hanya ingin menolong kamu call, nggak lebih"

Callista mengangguk "tapi aku yakin suatu saat kamu akan kembali padaku teddy"batin Callista

"Kamu udah makan belum? Kita makan dulu yuk" Ajak Callista

Teddy menggeleng kemudian melihat ke arah jam tangan yang melingkar di tangannya.

"Maaf, aku harus segera pergi, aku ada janji sama Letisha" Ucapnya menuju ke arah pintu.

Callista tentu saja tak Terima teddy pergi begitu saja. Perempuan ini segera mengejar teddy untuk mencegah nya pulang.

"Teddy jangan pulang dulu"

"Apalagi sih call, aku kesini hanya untuk memastikan kamu baik baik aja, nggak lebih, dan kamu emang udah baik baik aja kan? " Ucap teddy sambil terus berjalan

"Tapi aku.. Awww... Sshhh" Callista tidak meneruskan ucapannya. Perempuan ini tiba-tiba meringis sambil memegangi perut nya.

Teddy menoleh ke arah Callista. Melihat perempuan itu meringis menahan sakit,teddy menjadi panik. Laki-laki ini segera mendekati
Callista

"Call,, kamu kenapa? Perut kamu sakit lagi? " Tanya teddy

Callista mengangguk. Teddy segera memapah tubuh Callista dan ia bawa ke sofa. Laki-laki ini kemudian menuju ke dapur dan mengambilkan minum untuk Callista.

"Minum dulu call"

Callista meraih gelas dari tangan teddy kemudian meneguknya

"Makasih" Ucapnya memberikan gelas tersebut

"Masih sakit? " Tanya teddy yang tangannya sudah terulur untuk mengusap perut Callista.

"Sedikit. Teddy, aku mohon jangan pergi, temani aku dulu"

Teddy mendesah kasar, bagaimana mungkin dirinya berlama-lama disini, sedangkan dirumah ada istri nya yang menunggu.

"Call,, maaf, aku nggak bisa, Letisha nungguin aku"

"Teddy, kamu tega ninggalin aku sendiri? Aku lagi hamil teddy, aku nggak punya siapa siapa" Ucap Callista memasang wajah memelas

Teddy mendesah pelan
"Ok,, tapi aku nggak bisa lama"

Love After SeparationTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang