"Kamu dan anak mu harus mati Letisha! " Tangan Callista menarik pelatuk pistol tersebut.
Doorrr
"Akhhh! Mas teddy! "
Pistol yang ada di genggaman Callista seketika terjatuh dari tangan perempuan itu begitu peluru menembus kakinya. Callista jatuh tersungkur di lantai dengan kaki yang penuh darah.
Teddy datang tepat waktu, laki-laki ini segera menembak kaki Callista begitu perempuan itu bersiap menarik pelatuk pistol nya.
Untung saja satria segera menelepon teddy begitu Callista masuk ke rumah milik teddy.
"Kenapa kamu bisa lengah satria?! Kenapa perempuan itu kamu ijinkan masuk"
"Maaf Pak, sebenarnya saya sudah melarang, tapi Callista mengatakan jika ini untuk yang terakhir kalinya dan bu Letisha juga mengijinkan Callista untuk masuk! "
Teddy mengusap kasar wajahnya "ya sudah saya segera pulang, awasi mereka! "
"Siap pak"
Teddy pun bergegas pulang, bahkan laki-laki ini terpaksa membatalkan untuk membeli martabak manis pesanan Letisha.
Satria terus mengawasi perdebatan antara Callista dan Letisha, namun disaat ia akan mendekat Callista justru mengeluarkan senjata apinya. Untung saja disaat bersamaan teddy segera tiba.
"Akhh,,, teddy! Tega kamu! Kamu tembak aku! " Pekik Callista merasa kesakitan saat peluru itu menembus kulit kakinya
"DASAR GILA KAMU CALLISTA! PEREMPUAN IBLIS KAMU!" Umpat teddy kepada Callista
Tanpa memperdulikan Callista yang tengah terduduk di lantai dengan bersimbah darah di kakinya, Teddy segera berlari mendekati istri nya yang tengah berjongkok ketakutan sambil menutup kedua telinganya.
"Sayang,, kamu nggak apa apa sayang? Apa yang luka sayang? Mana yang sakit? Bayi kita tidak apa apa kan? " Teddy mencecar istri nya sambil mendekap tubuh Letisha yang tengah bergetar karena ketakutan itu.
Letisha menggeleng cepat, perempuan ini terlihat sangat ketakutan. Ia mendekap erat tubuh suaminya dengan nafas yang memburu.
"Mas,, aku takut mas,, " Ucap Letisha dengan tangisan yang menjadi.
"Ternyata selama ini dia yang meneror kita mas, dia yang mengirimkan paket misterius itu" Ucap Letisha
Teddy mendesah kasar. Ternyata benar dugaan nya, Callista yang sudah meneror istri nya selama ini. Laki-laki ini pun menoleh ke arah Callista dan menatapnya penuh kebencian.
"Kurang ajar kamu!" Teddy berucap dengan rahang yang mengeras.
Teddy kemudian mengangkat kedua bahu istri nya lalu membawanya duduk di sofa.
"Sudah sayang,, ada mas disini, kamu aman sayang"
Letisha tak menjawab, perempuan ini benar-benar syok dengan apa yang baru saja terjadi di kediaman nya.
"Astaga! Ibuk! " Pekik bi yuyun. Perempuan ini begitu terkejut melihat kekacauan yang terjadi kediaman nya.
"Bi,,, tolong ambilkan air untuk istri saya" Ucap teddy
"Baik Pak" Bi yuyun segera berbalik untuk mengambilkan minum Letisha
Melihat teddy yang hanya membiarkan dirinya kesakitan dan lebih memilih Letisha, membuat emosi Callista membuncah. Tangannya pun berusaha meraih pistol yang tadi sempat terlepas dari tangannya. Ia memandang punggung tegap teddy yang sedang membelakangi nya kemudian mengarahkan pistol tersebut ke arah teddy.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love After Separation
Ficção AdolescenteByantara teddy, baru menyadari jika cinta sang tunangan Letisha ayesha begitu besar kepada nya, setelah Letisha pergi meninggalkan nya. Letisha memilih menjauh dan memutuskan pertunangannya karena mengetahui jika sang tunangan mempunyai kekasih lain...
