Sisi lain teddy

1.1K 64 10
                                        

"Bu Hanum, Letisha sudah sadar" Bunyi pesan dari salah satu pegawai rumah sakit. Mama Hanum sengaja meminta salah satu suster untuk memberitahukan dirinya segala sesuatu tentang Letisha.

Begitu mendapatkan kabar dari rumah sakit, mama Hanum segera menyambar tas nya dan menuju ke mobil.

"Mam, mau kemana buru buru banget? " Tanya teddy ketika mereka berpapasan.

"Mama harus kerumah sakit sekarang teddy" Ucap mama Hanum

Degg

Jantung teddy berdetak lebih cepat mendengar kata rumah sakit. Karena ia tau ini semua pasti ada hubungan nya dengan sang istri.

"Ma,, apa yang terjadi sama Tisha ma? "

Mama Hanum menoleh ke arah putranya "mama baru saja dapat kabar dari rumah sakit, mereka bilang Letisha baru saja sadar"

Seketika senyuman terbit di wajah tampan teddy.
"Alhamdulillah.. Ya sudah kita kesana ya ma, teddy yang antar mama"

"Nggak teddy !jangan!biar mama sama pak fajar aja, mama nggak mau terjadi keributan, kamu tau sendiri, saat ini orang tua Letisha sedang emosi kepada kamu, mama nggak mau, jika mereka akan kembali tersulut emosinya karena melihat kedatangan kamu"

"Ma,, tapi Letisha masih istri teddy ma"

Mama Hanum mengangguk "iya mama tau, tapi mama mohon, jangan nekat, apalagi Letisha baru saja sadar"

Teddy mendesah pelan kemudian mengangguk kan kepala "ya sudah kalau begitu, tapi teddy tetep ikut ya ma, teddy akan lihat Letisha dari kejauhan"

Mama Della mengangguk. Sebenarnya ada rasa kasihan terhadap putranya ini, mereka harus terpisah disaat kehidupan rumah tangga mereka dilengkapi dengan hadirnya buah hati di dalam kandungan Letisha. Tapi mau bagaimana lagi, setiap perbuatan pasti ada resikonya.

Selama dalam perjalanan, teddy lebih banyak diam. Laki-laki ini tetap fokus ke jalan raya, meskipun saat ini otaknya di penuhi oleh pikiran mengenai keputusan yang akan Letisha ambil. Tapi teddy masih berharap Letisha akan memaafkannya dan memberikan lagi kesempatan.

Sementara dirumah sakit, semua orang mengucapkan syukur atas sadarnya Letisha dari tidur panjangnya. Kini perempuan cantik itu tengah diperiksa oleh dokter dan semua orang menunggu di depan ruangan.

Beberapa menit kemudian, dokter keluar dan menatap satu per satu anggota keluarga Letisha.

"Pak akbar, nona Letisha ingin bertemu dengan anda" Ujar sang dokter

"Apa saya juga disuruh masuk, Dok? " Tanya mama Della dengan antusias

"Maaf bu, tapi nona Letisha hanya ingin bertemu dengan pak akbar saja" Jawab Dokter

Seketika bahu mama Della merosot. Ia sebenarnya ingin sekali menyapa sang putri yang baru saja membuka matanya, namun agaknya ia harus bersabar karena putrinya ingin bertemu dengan suaminya terlebih dulu.

"Sabar ma, biarin papa ketemu Tisha dulu" Raidan merangkul mama Della. Begitu juga papa akbar yang mengusap pelan punggung istri nya, agar dia bisa bersabar
"Kamu tenang ya ma, aku ajak Letisha bicara dulu"

Mama Della mengangguk, membiarkan papa akbar masuk ke dalam ruangan Letisha.

Ceklek

Baru saja masuk, papa akbar disuguhkan dengan pemandangan yang menyayat hati nya. Bagaimana tidak, Letisha yang dulu selalu ceria dengan segala tingkah manjanya, kini berubah menjadi Letisha yang pendiam, dengan sorot mata yang kosong memandang ke depan. Tubuh nya yang sedikit mengurus dengan wajah pucat yang masih sangat terlihat.

Love After SeparationTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang