Tidur Letisha terganggu, kala merasakan usapan di rambutnya. Ia kemudian menegakkan tubuhnya dengan mata yang masih terpejam, sembari mengumpulkan nyawanya, lalu perlahan ia membuka matanya dan mendapati suaminya yang sedang menatap nya sendu. Letisha berusaha mengucek bola matanya dan memastikan apa yang ia lihat.
"Mas ganggu tidur kamu ya? " Gumam teddy yang membuat Letisha tersentak lantas menggelengkan kepalanya.
"Kamu udah sadar mas? Sejak kapan? " Kalimat pertama yang keluar dari mulut Letisha.
Teddy tersenyum "belum lama. Kenapa kamu tidur disini? Kenapa kamu nggak pulang aja, istirahat di rumah"
"Mana bisa aku ninggalin kamu sendirian disini mas, aku masih punya hati buat nggak ninggalin kamu sendirian disini"
Teddy menatap wajah istrinya dengan tatapan sendu. Letisha memang perempuan yang baik, tak sepatutnya teddy menyakiti hati istri nya ini.
Teddy merasa sangat bersalah kepada istri nya. Disaat keadaannya seperti ini, Letisha masih sudi untuk merawat nya.
Jika saja teddy diberikan kesempatan, ia janji tak akan mengulangi kesalahan yang sama.
"Sebentar ya mas, aku panggilin dokter dulu, buat periksa keadaan kamu" Ujarnya yang akan beranjak pergi, namun lengannya segera ditahan oleh teddy.
"Ada apa mas? Kamu butuh sesuatu? " Tanya Letisha
"Mas pengen kamu disini aja, nemenin mas, boleh? "Jawab teddy dengan tatapan tak lepas dari sang istri
Letisha terdiam menimbang permintaan teddy, setelah nya ia mengangguk dan duduk di kursi dekat ranjang suaminya.
" Kamu mau makan sesuatu mas? " Tanya Letisha
Teddy menggeleng
"Mau aku kupasin buah aja? "
Lagi lagi teddy menggeleng
Setelahnya suasana di ruangan itu pun hening. Letisha hanya diam karena ia tidak tau harus bagaimana, rasanya begitu canggung kala ia berduaan dengan teddy di ruangan ini. Mungkin karena mereka sudah lama berpisah jadi timbul rasa canggung ini.
Sedangkan teddy terus saja menatap wajah cantik perempuan yang ia sakiti itu. Ia lantas memegang tangan Letisha membuat di empu terkejut dan menoleh ke arah nya.
"K--kenapa? " Tanya Letisha gugup ketika teddy menggenggam erat tangan nya. Jantung nya pun berdegup semakin kencang saat teddy menatap nya begitu intens.
"M--maaf" Lirih teddy dengan tatapan penuh rasa bersalah dan penyesalan
"Maaf karena aku udah nyakitin kamu, mas adalah suami bodoh yang sudah menyia nyiakan istri sebaik dan sempurna seperti kamu. Maaf karena mas sudah berbohong dibelakang kamu padahal kamu sedang mengandung anak dari mas. Bahkan kamu masih peduli sama mas setelah mas menyakiti kamu, kamu juga rela jagain mas disini setelah apa yang mas lakukan terhadap kamu. Tiada kata yang pantas mas ucap kan selain maaf dan Terima kasih" Tuturnya dengan mata yang berkaca kaca dan menatap intens pada Letisha
"Mas hanya ingin mengatakan jika selama ini apa yang mas lakukan terhadap Callista tak lain hanya rasa kemanusiaan saja, nggak lebih, mas hanya ingin menolong dia disaat dia pendarahan, karena disana ada nyawa seorang bayi yang tidak berdosa, mas nggak pakai perasaan sama sekali ketika bersama nya. Dan soal kejadian di apartemen itu nggak seperti yang kamu pikir, mas tidak menyentuh perempuan itu, mas berani bersumpah soal itu. Dan soal mencium perut Callista,,,,," Teddy menjeda sejenak ucapan nya mengingat kejadian itu, tapi ia harus katakan semuanya kepada istri nya " Maaf, mas benar-benar minta maaf, mas nggak tau kenapa saat itu mas serasa terhipnotis dan ingin mencium perutnya disaat bayi didalam kandungan nya bergerak. Mas khilaf Letisha, maaf" Teddy menghela nafas panjang nya dan terdiam sejenak
KAMU SEDANG MEMBACA
Love After Separation
Dla nastolatkówByantara teddy, baru menyadari jika cinta sang tunangan Letisha ayesha begitu besar kepada nya, setelah Letisha pergi meninggalkan nya. Letisha memilih menjauh dan memutuskan pertunangannya karena mengetahui jika sang tunangan mempunyai kekasih lain...
