Di rumah sakit, Letisha menunggu teddy yang sedang di periksa oleh dokter. Letisha berjalan mondar mandir sesekali melirik pada ruang pemeriksaan menunggu sang dokter keluar.
"Letisha" Panggil seseorang yang membuat perempuan ini menoleh
"Papa.. Mama.. " Jawab Letisha yang melihat kedatangan mama Hanum dan papa abhi.
Sepulang dari manado, mama Hanum berencana untuk mengunjungi putranya. Namun perempuan paruh baya ini sangat panik begitu mendengar cerita dari bi yuyun jika teddy dilarikan ke rumah sakit karena sakit dan tak sadarkan diri. Kedua orang tua teddy ini pun segera melajukan mobilnya menuju kerumah sakit.
Melihat kedatangan mertuanya, Letisha pun langsung berhambur kepelukan mama Hanum, perempuan ini menangis disana.
"Gimana suami kamu sayang? Apa yang sebenarnya terjadi? "Tanya mama Hanum
"Maafin Letisha ma, Letisha yang salah, demi mendapatkan maaf dari Tisha, mas teddy rela hujan hujanan hingga dia sakit" Ucap Letisha dengan menangis
Mama Hanum melerai pelukan nya dan menangkup wajah menantunya "jangan menyalahkan diri sendiri sayang, mungkin ini adalah usaha teddy untuk benar-benar mendapatkan maaf dari kamu"
"Mama benar Nak, sudah ya, jangan menangis, papa yakin suami kamu akan baik baik saja, dia laki-laki yang kuat. Sudah, jangan menyalahkan diri kamu, ini bukan salah kamu, tapi salah teddy, jika dia tidak berbuat hal yang memalukan itu, dia juga tak akan mengalami ini semua " Ucap papa abhi
Mereka kemudian duduk di kursi panjang yang ada di depan ruang pemeriksaan.
Papa abhi kemudian menoleh ke arah menantunya " Letisha, kamu nggak mau pulang dulu, istirahat lah sebentar, kamu sedang hamil"
"Nggak pa, Tisha mau disini, Tisha bakal nungguin mas teddy disini, papa sama mama pulang aja dulu, kalian istrahat, kalian kan baru saja sampai pasti capek"
"Ma, kamu nggak mau ganti baju dulu? " Tanya papa abhi
Mama Hanum menggeleng "nggak pa, mama pengen disini nemenin Letisha"
"Ya sudah kalau begitu, tapi kalian makan dulu ya, biar papa ke kantin untuk mencari makanan untuk kalian"
"Tisha nggak laper pah, nanti aja, mama aja yang makan"
"Sha, jangan gitu, ingat kamu lagi hamil kamu harus makan, kasihan bayi kamu"
Letisha akhirnya mengangguk "iya ma"
Papa abhi akhirnya berdiri dan menuju ke kantin untuk membelikan makan istri dan juga menantunya.
Keduanya menatap kepergian papa abhi yang berangsur menghilang di belokan koridor rumah sakit. Letisha yang merasa lelah pun reflek menyenderkan kepala di bahu mama Hanum. Begitupun mama Hanum yang menyangga kepala menantunya dengan kepalanya sementara tangannya mengusap calon cucu nya yang ada di perut Letisha.
Beberapa saat kemudian, mereka tersentak mendapati seseorang memanggilnya. Keduanya pun menoleh ke arah Sabrina yang berjalan mendekati nya, bahkan perempuan ini masih mengenakan jas putih kebanggaan nya.
"Letisha, kamu kenapa disini? " Tanya Sabrina
"Mas teddy sakit"
"Sakit apa? "
"Mas teddy hujan-hujanan di depan rumah, akhirnya dia demam dan tadi pagi nggak sadarkan diri"
"Tck,, ada ada aja"
Tak lama kemudian seorang dokter yang masih muda dan tampan, keluar dari ruang pemeriksaan, membuat mama Hanum, Letisha dan Sabrina menghampiri nya.
"Bagaimana keadaan anak saya dok" Tanya mama Hanum
KAMU SEDANG MEMBACA
Love After Separation
Ficção AdolescenteByantara teddy, baru menyadari jika cinta sang tunangan Letisha ayesha begitu besar kepada nya, setelah Letisha pergi meninggalkan nya. Letisha memilih menjauh dan memutuskan pertunangannya karena mengetahui jika sang tunangan mempunyai kekasih lain...
