Hari ini Letisha berdiam diri di kamarnya. Setiap hari ia menghabiskan waktu nya dengan melamun. Setelah menghabiskan sarapannya, Letisha memilih kembali masuk ke dalam kamarnya.
Sama hal nya dengan teddy, setiap pulang dari kantor, laki-laki ini tak langsung pulang, melainkan menuju ke kediaman papa akbar. Ia berhenti di sana sangat lama dan berharap bisa melihat sang istri meski dari kejauhan. Tak peduli hujan turun dengan sangat deras dan malam semakin larut, teddy akan tetap berada disana hingga ia bisa melihat istri nya.
Baru setelah melihat Letisha keluar kamar dan lampu kamar padam, teddy akan kembali pulang.
Hari ini Letisha kedatangan sahabatnya Alana. Perempuan ini datang untuk melihat bagaimana keadaan sahabatnya. Alana langsung dipersilahkan masuk ke kamar Letisha oleh mama Della.
Begitu Alana masuk, gadis ini melihat sahabatnya menatap keluar jendela dengan tatapan yang kosong. Alana mencoba mendekat dan menyapa Letisha.
"Sha"
Letisha hanya melirik sekilas kemudian melanjutkan aktivitas nya kembali.
Alana menghela nafas "Sha, sampai kapan lu mau kaya gini? " Ucap Alana mendekati sahabatnya
"Memang lu akan kehilangan satu orang yang amat lu sayang dan cintai, satu orang yang nggak bersyukur memiliki lu, yang nggak menghargai kesempatan yang lu kasih, but you look at him? Dia bakal kehilangan seseorang yang sayang sama dia, orang yang bisa nerima dia apapun keadaan nya, yang selalu ngertiin kesibukannya dan selalu ada kapanpun dia butuh. Sadar Sha, bukan lu yang harusnya kek gini, bukan lu yang kalah, tapi teddy. Gw yakin dia bakalan nyesel karena udah nyia-nyiain perempuan seperti lu. Apalagi dengan keadaan lu yang sedang hamil, gw yakin banget dia pasti akan makin nyesel"
"Sha, gw mohon sama lu, jangan menghancurkan diri lu sendiri seperti orang bodoh" Ucap Alana panjang lebar
"Gw tau lu menyimpan banyak luka di hati lu yang sangat menyakitkan. Tapi meskipun begitu, lu nggak boleh kayak gini, lu harus lanjutin hidup lu, kalau nggak demi lu, setidaknya lu harus bangkit demi bayi yang ada di kandungan lu, demi keluarga lu"
"Cobalah untuk membenci teddy, jika itu membuat lu sakit? Lepaskan dia? "
Kata demi kata yang Alana ucapkan terekam jelas pada pendengaran Letisha. Semua yang Alana jelaskan memang benar adanya. Namun rasanya sungguh berat untuk Letisha lakukan.
Perlahan air matanya menetes begitu saja. Ia memang sudah bertekad untuk berpisah, namun tekadnya goyah karena rasa cinta nya kepada teddy, di tambah dirinya yang sedang mengandung.
"Gw nggak bisa" Letisha menangis dengan memeluk kedua kakinya dan menelungkupkan Kepala nya diatas lutut
"Lu pasti bisa Sha, gw yakin. Ngapain lu masih pertahanin pernikahan lu, sementara suami lu masih belum selesai dengan masa lalunya, dia masih mencintai masa lalunya! Bukan lu Letisha!Ingat Sha, dia bohongin lu udah lama, dan kalau lu maafin, dia pasti bakan nglakuin hal yang sama lagi! "Ucap Alana
Alana kemudian mengusap punggung Letisha
" Lu pikir baik baik sha. Ya udah sekarang lu istirahat ya, gw mau pamitan dulu" Ucap Alana kemudian keluar dari kamar Letisha, meninggalkan sahabatnya yang sedang menangis.
*****
Setelah lama sekali Letisha menangis dan meresapi ucapan alana, ia mencoba menenangkan dirinya terlebih dahulu. Memejamkan matanya dengan sangat lama disertai hembusan nafas panjang. Letisha bangkit kemudian mengambil sesuatu dari dalam nakas.
Ia mengambil ponselnya yang sudah beberapa hari ia matikan.
Begitu ponsel tersebut menyala, terdapat puluhan telepon masuk dan juga pesan dari suaminya. Letisha hanya bisa tersenyum miris membaca pesan dari suaminya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love After Separation
Teen FictionByantara teddy, baru menyadari jika cinta sang tunangan Letisha ayesha begitu besar kepada nya, setelah Letisha pergi meninggalkan nya. Letisha memilih menjauh dan memutuskan pertunangannya karena mengetahui jika sang tunangan mempunyai kekasih lain...
