"Teddy, udah teddy, jangan seperti ini, kasihan Letisha" Ucap Raidan dengan terisak di sebelah teddy. Laki-laki ini juga tak kuasa melihat wajah pucat sang adik yang telah tidak bernyawa itu
Teddy tidak mendengar kan Raidan dan terus memeluk tubuh calon istri nya itu. Ia bahkan menciumi seluruh wajah pucat perempuan itu.
"Mas mohon bangun sayang, mas mohon, beri mas kesempatan untuk bisa membahagiakan kamu, bangun sayang" Teddy menangis di dada Letisha,hingga dada perempuan ini basah dengan air mata.
Degg degg
Teddy mendengar sesuatu, laki-laki ini langsung menghapus air matanya dan mendekati dokter.
"Dokter, tolong lakukan sesuatu, saya yakin jika Letisha belum benar benar pergi" Ucap teddy kepada dokter, karena laki-laki mendengar detak jantung Letisha, meskipun sangat lemah, tapi ia yakin Letisha belum benar-benar pergi meninggalkan dirinya untuk selama lamanya.
"Maaf Pak, pasien sudah meninggal"
"CUKUP DOKTER! SAYA BILANG LAKUKAN SESUATU, KALAU TIDAK SAYA BISA TUNTUT RUMAH SAKIT INI" Kata teddy,kali ini ia sangat marah karena ia begitu jelas mendengar detak jantung Letisha masih ada ketika ia menangis di dada Letisha.
Raidan mendekati teddy
" Teddy stop! Jangan seperti ini! Kamu hanya berhalusinasi,letisha sudah pergi. Kita semua kehilangan dia, ikhlas kan dia teddy.iklhaskan!" Raidan menangis dan mencengkeram kedua bahu teddy
Teddy menggelengkan kepala
"Nggak bang! Ini bukan halusinasi,saya benar-benar mendengar jantungnya masih berdetak" Ucap teddy dengan sangat yakin
"Teddy! Apa yang kamu ucapkan ini sungguh-sungguh? "Tanya Raidan masih belum percaya, karena ia menganggap ini semua hanya halusinasi teddy yang terpukul dengan kepergian Letisha.
Teddy mengangguk yakin " Saya yakin bang, Letisha belum pergi, dia masih ada, detak jantung nya masih terasa"
Sementara mama Della dan papa akbar hanya duduk di kursi ya mendengar perdebatan ini. Kakinya sudah terasa lemas mendengar berita kabar yang dikatakan oleh dokter. Hatinya begitu hancur, Letisha ayesha, putri bungsunya pergi meninggalkan nya untuk selamanya, apalagi melihat teddy yang histeris dan tidak bisa menerima kenyataan membuat hati mereka semakin hancur.
"Dokter, calon istri saya masih hidup, detak jantung nya masih ada" Teddy hingga duduk di lantai
"Kami sudah melakukan pacu jantung terhadap calon istri anda pak, tapi calon istri anda tidak bisa diselamatkan"
"Tolong lakukan sekali lagi dok, mungkin saja mesinnya yang rusak, saya sangat yakin Letisha masih hidup" Teddy tetap bersikeras karena insting dan juga keyakinan nya sangat kuat jika calon istri nya ini masih hidup.
Melihat keyakinan dalam diri teddy jika Letisha masih hidup, Raidan pun ikut bersuara.
"Dok, tolong lakukan apa yang diminta laki-laki ini? Sekali lagi dok, tolong, saya dan juga keluarga pasien ingin mengetahui apakah adik saya benar-benar sudah meninggal" Ucap Raidan.
Teddy menoleh ke arah Raidan.
"Semua sudah tidak bisa dirubah lagi pak, pasien sudah meninggal"
"DOKTER! JANGAN KATAKAN CALON ISTRI SAYA SUDAH MENINGGAL! DIA MSIH HIDUP! DIA HANYA TIDUR! " Ucap teddy dengan amarah
"Tolong lakukan sekali lagi dok, dan lakukan di depan kami, kami ingin memastikan semuanya" Ucap Raidan sekali lagi.
Dokter membuang nafas pelan, karena baginya ini hanyalah sia sia saja karena pasien sudah tidak bernyawa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love After Separation
Teen FictionByantara teddy, baru menyadari jika cinta sang tunangan Letisha ayesha begitu besar kepada nya, setelah Letisha pergi meninggalkan nya. Letisha memilih menjauh dan memutuskan pertunangannya karena mengetahui jika sang tunangan mempunyai kekasih lain...
