"Kami tim dokter harus melakukan tindakan operasi segera, karena terjadi robekan pada rahim Letisha" Ucap dokter Sabrina bagaikan petir di siang hari.
Teddy benar-benar terkejut mendengar kabar dari Sabrina. Seandainya waktu itu Letisha menuruti keinginan nya untuk melahirkan secara operasi saja, mungkin hal seperti ini tidak akan terjadi.
"Lakukan dok, lakukan yang terbaik asal Letisha baik baik saja" Ucap teddy
"Kalau begitu silahkan, menandatangani surat persetujuan operasi di ruangan administrasi"
Teddy mengangguk dan segera menuju ke ruang administrasi. Setelah selesai laki-laki ini kembali ke ruang bersalin dan ternyata Letisha sudah di bawa ke ruang operasi.
Dan disinilah ia sekarang, menunggu Letisha di depan ruang operasi bersama keluarga nya.
"Keluarga ibu Letisha? " Tanya seorang suster yang datang tiba-tiba
Mereka menoleh ke arah suster tersebut
"Iya,, saya suami nya"
"Maaf Pak, bayi bu Letisha sudah selesai di bersih kan dan silahkan bapak untuk mengadzani nya"
Teddy mengusap kasar wajahnya. Karena terlalu memikirkan Letisha, ia hingga lupa jika belum mengadzani jagoan kecilnya.
"Baik dok, dimana anak saya? " Tanya teddy
"Ada di ruang bayi, mari pak ikut saya"
"Ma, pa,, teddy ke ruang bayi dulu"
Mereka mengangguk kan kepala. Ingin rasanya mereka ikut untuk menemui cucu pertama mereka. Tapi tak mungkin karena Letisha sedang di beri tindakan di dalam.
Di dalam ruang bayi, teddy mengumandangkan adzan untuk bayi laki-laki nya yang masih berada di dalam inkubator. Bayi itu terlihat bergerak gelisah mencari sesuatu yang bisa ia hisap. Bibirnya tersenyum dengan air mata yang perlahan menetes.
"Selamat datang di dunia jagoan daddy. Kita sama sama berdo'a untuk mommy ya, semoga dia baik baik saja dan bisa segera berkumpul bersama kita" Lirih teddy
"Suster,, keadaan bayi saya sehat kan? "Tanya teddy kepada seorang suster yang ada di sana.
"Sehat pak, berat lahirnya 3,5 kg dan panjang nya 42 cm, tapi untuk observasi lebih lanjut bayi bapak harus berada di ruang bayi ya untuk sementara"
Teddy mengangguk kemudian kembali menatap bayi mungilnya "baik baik ya sayang,, daddy akan ada disini bersama kamu dan mommy"
***
"Letisha baik baik saja,, dia pasti akan baik baik saja" Raidan membatin. Ia berusaha menguatkan hatinya.
Walau hatinya tak kuasa ingin menangis, kalau menangis kasihan pada mama Della, kasihan juga pada teddy, laki-laki itu pasti akan semakin drop.
Di dalam ruang operasi, tim dokter sedang berusaha untuk menghentikan pendarahan. Mereka mengambil stok darah untuk transfusi karena Letisha kehilangan banyak darah.
"Pah,, mama takut sekali, mama takut terjadi apa apa sama Letisha" Mama Della terisak
"Mama,,, jangan bicara seperti itu, seharusnya kita berdoa supaya anak kita baik baik saja"
"Tapi pah,, keadaan Letisha sangat lemah di dalam"
"Makanya kita berdoa mama, supaya ada keajaiban untuk Letisha, jangan malah berpikir yang tidak tidak, papa yakin, Letisha itu kuat, Letisha hebat"
"Kuat sayang,, bertahan demi putra kita" Batin teddy
****
Beberapa jam kemudian, lampu di ruang operasi padam. Dokter keluar dari ruangan dari ruangan operasi dengan senyuman tipis di wajahnya.
"Operasi berjalan lancar, istri anda selamat" Ucap dokter
KAMU SEDANG MEMBACA
Love After Separation
Teen FictionByantara teddy, baru menyadari jika cinta sang tunangan Letisha ayesha begitu besar kepada nya, setelah Letisha pergi meninggalkan nya. Letisha memilih menjauh dan memutuskan pertunangannya karena mengetahui jika sang tunangan mempunyai kekasih lain...
