Kana sudah mengetahui semuanya.
Ia sudah mendengar keseluruhan cerita. Kisah tragis yang dipenuhi oleh amarah dan luka dari para penjaga malam.
Seperti sebuah paragraf di dalam lembaran kertas yang lipatannya telah terbuka lebar.
Kini Kana sudah paham.
Dan leburan huruf dari sebuah penggalan nama adalah awal dari kisah yang akan diceritakan.
Shendik.
Menurut sudut pandang Bara yang saat itu masih berusia 15 tahun, Shendik adalah sosok yang sulit disatukan kedalam garis penjelasan.
Ia bisa menjadi sangat tegas seperti seorang jendral di angkatan militer, dan ia pula bisa menjadi sangat humoris seperti seorang komedian di acara stasiun televisi.
Tetapi yang paling pasti.
Ia bisa menjadi sangat keras seperti seorang preman di pasar dan pinggiran jalan.
Atau mungkin lebih tepatnya.
Keras seperti seorang remaja laki-laki yang ingin mencari jati diri tetapi tak memiliki tumpuan.
Klasik rebelitas.
Shendik mengizinkan Nanang untuk membawa Bara ikut 'bergabung' dengan Blue Raven. Walaupun sebenanrnya kata 'bergabung' terlalu kuat untuk mendeksripsikannya.
Nanang tak pernah ingin membawa anak remaja seperti Bara untuk menjadi bagian dari anggota. Bara hanya dibolehkan untuk ikut berkumpul bersama-sama saat suasana kubu itu sedang tenang saja.
Dan tentunya, Nanang memerlukan izin Shendik untuk membawanya ke basecamp.
Merasa empatik dengan latar belakang yang Bara miliki, Shendik pun mengiyakan permintaan Nanang.
Lagi pula, ia merasa Bara akan sanggup untuk menjadi anggota inti saat ia sudah bertambah umur nanti.
Shendik melihat potensi di dalam dirinya.
Menjadi seseorang yang paling muda di antara para anggota itu, cukup memberikan efek tersendiri dari bagaimana cara Bara melihat dunia sekitarnya yang baru.
Adu jotos dan cekcok antar komunitas bukanlah hal yang sebelumnya familiar bagi Bara. Ia pun awalnya berpikir bahwa keadaan penuh kekerasan itu tidak ada gunanya sama sekali.
Tetapi karena kini ia sudah menjadi—secara tidak resmi—bagian dari 'geng' jalanan.
Ia merasa sedikit lebih peka dengan alasan mengapa semua orang ini bisa sangat dipenuhi oleh kemarahan.
Semua anggota Blue Raven—atau anggota geng manapun itu— memiliki cerita hidup masing-masing. Tetapi suasana rumah yang kacau biasanya menjadi kemiripan di antara kisah mereka.
Pada akhirnya, mereka saling mengeluarkan emosi yang sudah lama tertimbun dengan cara yang tak sehat. Yaitu meninju, menendang, dan menghajar satu sama lain sebagai pelampiasan.
Walaupun sebelumnya Bara hanya dibolehkan untuk menongkrong saja, tetapi lama kelamaan ia mulai dilibatkan dengan beberapa konflik yang tengah dialami oleh Blue Raven.
Lebih tepatnya Bara yang bersikeras membantu.
Dan lebih tepatnya pun mereka yang tak punya pilihan.
Kemampuan bela diri Bara sangatlah berguna untuk mempertahankan keberdirian komunitas ini.
Semenjak saat itu, Bara mulai mengenali satu persatu musuh bebuyutan yang dimiliki oleh anggota Blue Raven dan alumninya.
Karena Blue Raven memang bukanlah komunitas jernih dengan catatan rekor yang bersih. Mereka memiliki banyak sekali orang yang menyimpan kebencian dari berbagai sudut kota.
Dan bagaimana dengan kedudukan Shendik sebagai ketua pada masa itu? Apakah ia sosok yang bijak dalam menghadapi ancaman? atau apakah justru ia sosok pembuat onar dan biang keladinya?
KAMU SEDANG MEMBACA
Arkana dan Albara
RomantikSurat cinta untuk masa remaja, simfoni pahit dan manisnya cinta pertama, senandung kosong berdebu dari sebuah duka. . . . Arkana memutuskan untuk kembali melanjutkan hidupnya setelah sempat terjatuh ke jurang depresi. Rumah baru, sekolah baru, kota...
