76. Tenderloin Steak

306 56 16
                                        


.

.

.



Lisa kini sudah di supermarket bareng Rosie. Yang katanya ingin diajarin masak steak malam itu. Yang dicari adalah tenderloin kesukaan Rosie katanya. Itu juga baru tadi dia kasih tau.

"Tahu gitu dari awal aku sering masakin ini." gerutu Lisa yang dari dulu Rosie kalau ditanya makanan kesukaan selalu bilang Apapun yang kamu buat. Pret.

Nyatanya dia punya makanan favorit.

"Haha, habisnya semua yang kamu masak enak enak sih. Kan aku jadi lupa yang paling kusukai yang mana."

"Halah bisa aja nyari alasan." gocek Lisa yang sudah mendapatkan tenderloin bersih sesuai permintaan.

Kemudian kembalilah mereka ke cafe. Dimana Rosie sudah ke lantai dua lagi dan Lisa masih harus membantu di dapur bareng Toby dan Jess. Mereka sudah jadi cukup akrab karena Jess yang mulai sering ambil lembur dari jam 10 pagi sampai 10 malam.

Tapi itu juga Lisa tinggal lagi pukul 7 malam untuk makan malam spesial perayaan kebebasan Rosie dari Advocado.

Pas Lisa ke atas, Rosie sedang menelpon seseorang. Sambil mondar mandir di balkon yang pintunya ditutup. Melihat Lisa datang, Rosie lalu buru-buru menutup telepon dan menghampiri Lisa.

"Siapa?" tanya Lisa.

"Chef Billie. Aku mengabarinya akan kembali kesana lusa pagi."

"Restoran pinggir pantai yang berjarak 6 jam dari sini itu?"

Lengkap sekali penjelasan Lisa karena ingat betul Rosie dan team Altersky nya harus menginap 1 hari di sana. Dan meninggalkannya sendiri.

"Masih ingat aja. Detail lagi."

"Gimana gak ingat, masa-masa jauh darimu tidak akan kulupakan."

Rosie pun mendekat dan akan mencium Lisa, namun gadis itu melengos. Bibir Rosie hanya mengenai pipi nya saja.

"Aku akan pergi sendiri.. Dan.. Mengajakmu kalau kamu mau sih."

Lisa pun kembali menatap Rosie, senyuman di bibir Rosie pun membuatnya kesal. Merasa dipermainkan karena tidak bilang dari tadi.

"Bercanda kan?"

"Serius. Aku tidak ditemani kru yang lain. Jadi bebas mau mengajak siapa ke sana. How?"

Lisa tersenyum tipis. Lalu menggandeng Rosie ke mini kitchen.

"Ayo, kapan masak steaknya kalau ngobrol terus." Bukannya jawab malah mengalihkan isu. Kepalang malu, sudah ngomel-ngomel taunya diajakin juga.

"Yang tadi gimana? Aku harus pesan tiket kereta dulu nih dari sekarang." tanya Rosie yang kemudian duduk di kursi dekat kitchen.

"Ya.. Boleh deh."


Aku harus cepat cari karyawan baru..


.

.

.


"Jadi ini adalah tenderloin.. Mau segimana matangnya?" tanya Lisa sembari mulai memanaskan iron pan.

"Hmm medium is fine. No rare rare stuff."

Rosie mulai berdiri di sebelah Lisa dan segar Lisa membiarkan Rosie yang mengambil alih. Dengan ragu menuangkan sedikit olive oil ke wajan.

"Cek suhu, kalai sudah panas maksimal. Masukan dagingnya."

Taste of LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang