Para Pelatih (78)

464 40 0
                                        

3 Hari kemudian....

"FAHMI!"

"iya bu..... "
Aku langsung terbangun saat ibu berteriak memanggil namaku dari luar kamar.

Padahal hari minggu aku mau tidur dengan nyenyak sampai pusing....

"Fahmi bangun!"

"iya bu ini sudah bangun..... "
Walaupun sebenarnya masih tidur.

"Fahmi sudah jam 10! Bukannya hari ini kamu bilang mau bantu Abri di Dojonya?!"

Abri?
Dojo?!

"ASTAGA!!!!!"
Aku langsung bergegas mencari Handuk dan keluar dari kamarku untuk mandi.

"ibu kenapa baru bangunin Fahmi"
Tanyaku.

"ahhh tenggorokan ibu sudah kering tereak tereak dari tadi!, sudah sana mandi!"

.
.
.

****ABRI POV****

"bang, mereka sudah di kasih tahu kan?"

"iya, mereka semua sangat setuju Dojo kembali di buka, sebentar lagi mereka akan datang"
Kata bang Ridwan.

"wah..... Sudah lama sekali Abri tidak ketemu mereka"

"Abri, Dogiku mana?!"
Tanya Nima.

"tidak ada di lemari?"

"Tidak! Ah! Iya...... Di lemari baju tuaku di rumah! Aku ke rumah dulu ya, Ridwan, kunci rumah dimana?"

"Said yang pegang"
Kata bang Ridwan.

"ya sudah, aku ambil Dogiku dulu di rumah, kalau yang lain sudah datang langsung sambut saja ya"
Nimapun pergi dengan terburu-buru.

"Abri, Prasmanannya sudah datang"
Akbar baru saja datang bersama Rajab.

"sip! Langsung di bawa masuk saja ya, terus atur di atas meja"
Kataku.

"siap bos"
Ucap Rajab.

"ettt, aku tidak suka di panggil bos"

"hehehe, siap bri"
Rajab dan Akbarpun keluar untuk mengambil Prasmanan yang baru saja datang.

"Abri, semuanya sudah rapi"
Kata Gusti.

"bagus! Sekarang tinggal tunggu mereka datang saja"

Mereka...
Yang kami tunggu adalah mereka, para pelatih sekaligus master di sini.
Mereka semua sangat senang saat tahu Dojo kembali di buka.

"Assalamualaikum"
Suara seorang wanita.
Diikuti dengan sosoknya yang memasuki pintu.

"Wa'alaikumussalam! Kak Syarifah!!"

"Abri! Wahhh sudah besar............. "

Kak Syarifah berjalan mendekatiku dan langsung mencubit pipiku.

"uhhh sudah besar adek kakak yang dulu suka sekali maen tendang-tendang....... "

"uhhh kak.... Aku sudah bukan anak kecil lagi..."

"hehehe, tapi bagi kakak kamu akan tetap jadi Abrinya kakak"

"Wahhh kalah cepat ya aku!"
Seseorang datang lagi.
Kak Zul!
Sosoknya yang kurus tapi sangat tinggi benar-benar tidak berubah sejak dulu.

"Abri?! Wah wah wah sudah tidak gemuk lagi?"
Kata Kak Zul.

"hehehe, Olahraga kak, kakak sendiri masih seperti dulu"

"maklum, akhir-akhir ini kerja lembur jadi ya begini, kurang makan, eh di luar tadi juga ada......"

"Hello Everybody!!!!!!! Zain is there!!! Abri!!!!!!!! Adik kesayangan Zain!"
Kakak yang paling gaul :v

SejenakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang