Bayangan di Malam Hari(92)

379 38 0
                                        

"Ssst! Jangan ribut!"
Indra!
Juga Syahrul dan Faul.

"kalian mengagetkanku"

"kau sendiri keluar jam segini, memangnya ada apa?"
Tanya Syahrul.

"tadi aku melihat ada orang yang mencurigakan, sepertinya dia membuntuti seseorang"

"paling senior itu, ayo balik ke kamar, nanti ketahuan"
Kata Syahrul.

"tidak, Mereka tidak akan menyusuri dan memeriksa Asrama di jam ini, sepertinya yang di lihat Fahmi itu orang yang punya niat jahat"
Jelas Indra.

"kalau begitu ayo kita ikuti!"
Kata Faul dengan percaya diri.

"tapi aku tidak bertanggung jawab jika kita ketahuan"

.
.
.

Kami menyusuri Asrama Pria, mencari keberadaan orang yang tadi.

"sepertinya dia sudah pergi"
Ucap Faul.

"mungkin kita kembali saja ke kamar, jangan sampai tidur kita juga kurang untuk besok"
Saranku.

Akhirnya kami kembali ke kamar dan tidur.

.
.
.
.

Keesokan harinya........

Istirahat makan siang.......

"Fahmi"
Kak Rahmat menghampiriku yang sedang duduk di pinggiran lapangan.

"kak, bagaimana?"

"maaf, kakak belum sempat memberikan Abri suratmu, kakak tidak sempat, mungkin sabtu nanti saat kakak ke dojonya"

"tidak apa-apa kak, tidak perlu terburu-buru"

"oh iya, kau sudah bertemu Ari juga kan?"

"Ari?"

"iya, Ari, dia juga lulus, sepertinya kalian belum bertemu di sini"
Aku menggelengkan kepala, ternyata Ari, Adik kak Rahmat juga lulus.

"Ari itu sangat gesit, aku sendiri kakaknya sangat sulit mencarinya, dia bahkan tidak peduli kalau aku menjadi pelatih di sini"

"hahaha, maklum kak namanya juga Adik"

"benar benar"

"hm..., kak Rahmat, sebenarnya semalam aku melihat orang yang mencurigakan"

"mencurigakan?"

"iya, semalam..... Aku sempat mengikutinya tapi aku kehilangan jejaknya"

"Fahmi..... Jangan terlibat apapun disini, Ingat itu"
Ucap kak Rahmat dengan tegas.

.
.
.
.

Malam Harinya.........

"hei, aku keluar dulu ya"

"uh? Mau kemana ul?"
Tanyaku pada Faul.

"tidak kemana-mana, aku tadi di panggil salah satu senior untuk menghadap, sepertinya ibuku mengirimkan kabar"

"ohh begitu, Hati-hati ya! Jangan lama-lama"
Kata Indra.

Faulpun pergi.

Sementara itu aku, Syahrul dan Indra segera tidur.
Namun aku tidak benar-benar tidur.
Aku melihat ke ranjang sebelah, tempat Faul tidur masih kosong padahal sudah sejam lebih dia pergi.

Aku segera turun dari ranjangku.

"ugh!"
Aku kaget, saat menuruni tangga ranjang sebuah tangan memegang kakiku.

"Fahmi, jangan coba-coba pergi sendirian lagi"
Kata Indra.
Aku mengangguk setuju.

Indra ikut bangun lalu kami juga membangunkan Syahrul.

SejenakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang