Temui aku (56)

533 55 8
                                        

.
.

****GUSTI POV****

"kakak!"
Seorang remaja seusia kami langsung mendatangi kami saat kami baru saja tiba.

"Ari! Dimana Abri?!"
Tanya kak Rahmat pada orang yang tak lain adalah Adiknya itu.

"mereka membawa Abri masuk kedalam gunung itu, aku tidak tahu kemana mereka membawanya"
Kata Ari.

"apa yang kita tunggu?!"
Akbar langsung berjalan, hendak melintasi jembatan kayu di atas sungai untuk sampai di area gunung itu.

Kriiek.......

Tiba-tiba tali pengikat jembatan di seberang sana putus.
Akbar yang masih di atas jembatan langsung jatuh bersamaan dengan jembatan yang hancur itu.

"AKBAR!"

Dalamnya sungai dan arusnya yang kuat membuat Akbar tidak dapat berenang ke tepi.
Hanya tangan dan sesekali kepalanya yang terlihat.

"aku akan menye.... "
Baru saja aku akan lompat ke sungai, Kak Rahmat langsung menahanku.

"biar aku saja"
Katanya.

Kak Rahmat langsung membuka seragamnya dan lompat turun ke sungai.

"kak Hati-hati!"
Teriak Ari.

kak Rahmat berusaha berenang ke arah Akbar dan meraih tangannya.
Kak Rahmat pun berenang ke tepi dengan membawa Akbar.

"kak"
Aku dan Ivan membantu kak Rahmat naik.

"uhuk! Uhuk, terima kasih kak..... "
Ucap Akbar.

"sepertinya jembatan itu sudah di sabotase, aku harus meminta bantuan dari kantor"
Kak Rahmat mengambil hp nya di dalam mobil polisi dan mencoba menghubungi kantor polisi.

Sementara itu tiba-tiba aku mendapatkan panggilan dari Rajab.

"halo jab?"
Tanyaku saat mengangkat telpon.

"gus! Gawat! Fahmi menghilang!"

"apa?! Dia kemana?!"

"kami juga tidak tahu! Infusnya tercabut, dia sepertinya melarikan diri"

"kau yakin tidak ada yang membawanya?!"

"tidak gus, aku tetap di depan kamarnya dari tadi!, mungkin dia pergi saat aku sibuk menghubungi bang Akbar, aku juga tidak melihat seseorang datang saat itu"

"b...baiklah aku mengerti"
Aku menutup telpon dari Rajab.

"ada apa gus?"
Tanya Ivan.

"Fahmi melarikan diri dari rumah sakit!"

"apa?!"
Ivan dan Akbar serentak terkejut.

"apa yang si bodoh itu lakukan?! Dia tidak tahu kondisinya sekarang?!"
Kata Ivan.

"tenang dulu, kita bagi orang kalau begitu"
Saranku.

"benar, Ari, Ivan, kalian tunggulah di sini, jika bantuan dari kantor sudah datang arahkan mereka masuk ke gunung itu"
Kata kak Rahmat.

"Fahmi yang kabur juga mungkin saja akan kesini, kalian harus mencegatnya jika dia ingin masuk juga ke gunung"
Sambungku.
"apapun yang terjadi jangan biarkan Fahmi ikut!, Rajab dan kak Adrian mungkin saat ini sudah mulai mencari Fahmi"

"baiklah"
Ucap Ivan.

Aku, Akbar dan kak Rahmat pun mencoba menyeberangi sungai dengan berpijak pada balok tiang jembatan yang masih tersisa.

sementara itu....

****FAHMI POV****

Untung saja di kamar itu ada pakaian gantiku, jika aku keluar dari rumah sakit itu dengan baju pasien pastinya aku akan di cegat oleh security atau perawat yang ada.

Kepalaku masih agak sakit, tapi ini tidak apa-apa, aku harus menyelamatkan Abri!
Polisi itu bilang kalau Abri di bawa ke sebuah gunung.
Di wilayah ini hanya ada satu gunung dengan sungai di kaki gunungnya.

Jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah sakit, aku pasti bisa sampai di sana.

Saat ini aku sudah melewati area jalan besar, kini aku sudah masuk di wilayah rumah penduduk, sekitar 2 km dari gunung itu!

"uh!"
Aku harus berhenti berlari saat aku harus merasakan rasa sakit di kepala dan beberapa titik di tubuhku.

Sial, kalau seperti ini aku tidak akan bisa sampai tepat waktu!.

"hei! Kau tidak apa-apa?!"
Seseorang yang mengendarai motor berhenti tepat di sampingku.
"kepalamu terperban begitu, harusnya kau istirahat di rumah!, dimana rumahmu? Aku akan mengantarmu!"
Kata orang itu.

"tidak apa-apa! Aku bisa kak, tidak perlu"
Ucapku menolak.

"memangnya kau mau kemana? Naiklah, aku akan mengantarmu sampai ke tempat tujuanmu"
Kata orang itu.

"apa kakak bisa mengantarku ke gunung yang di sana itu?"
Tanyaku sambil menunjuk ke arah gunung.

"tentu, naiklah"
Akupun naik ke atas motornya.

"memangnya kau mau apa di gunung itu?"
Tanyanya sambil mengendarai motornya.

"aku mencari seseorang di sana"
Jawabku.

"benarkah?! Kalau begitu kita sama, aku juga mencari seseorang bernama Abri"

Abri?!
Siapa orang ini?!

"maaf, tapi kakak ini siapa?! Kenapa kakak mencari Abri?!"
Aku semakin curiga pada orang ini.

"namaku Rifan, aku mencari Abri sesuai dengan pesan terakhir dari temanku Waldi untuk menyampaikan permohonan maafnya"

W..Waldi.......
Apa yang dia maksud kak Waldi?!

"sepertinya kau juga mengenal Abri?, beberapa hari yang lalu aku bertemu seseorang yang juga mengenalnya, tapi dia bilang Abri saat ini menghilang setelah mencoba bunuh diri di jembatan"

Bu.... Bunuh..... Diri......
Apa yang Abri lakukan?!

"akhirnya aku membantu mereka mencari Abri, tapi sekarang proses pencarian sudah berjalan selama lebih dari 4 hari dan dia masih belum di temukan"

"Abri pasti selamat! Ini semua salahku! Kak! Lebih cepat aku mohon!"
Pintaku.

.
.
.

****RAHMAT POV****

Kami sudah mulai mendaki gunung ini, cukup curam dan berbatu.
Jalanannya juga licin karena berlumpur akibat hujan.

"Abri?!!!!"

"jangan berteriak Akbar, mereka bisa tahu kita di sini"

"b...baik kak... "

"yaaaaaaa!!!!!"

"GUSTI!"
Gusti tiba-tiba terjebak perangkap. Gusti terjebak jaring dan terangkat ke atas pohon.

"bertahanlah, aku akan menyelamatkanmu"

"tidak perlu kak! Kalian cari Abri saja, aku akan lepas dari sini"

"jangan gila! Bertahan gusti!"
Akbarpun mencoba memanjat pohon itu, tapi terhenti saat melihat batang pohon itu telah di liliti oleh kawat berduri.

"kalau begitu tetap di sana, kami akan segera kembali"
Kataku.

"baiklah kak"
Ucap Gusti.

Aku dan Akbarpun melanjutkan mencari Abri.

*****

Fahmi sudah sehat :)

Jangan lupa vote :D

SejenakTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang