3 Tahun 9 Bulan.......
Kantor Polisi....
"oi mi! Duluan ya"
"iya"
"oke, kau sendiri belum mau pulang?"
Tanya Syahrul.
"belum, ini masih mau beres-beres dokumen"
"owhhh ya sudah... Semangat yak!"
Syahrulpun pergi.
Suasana Kantor jadi sangat sepi, walaupun belum benar-benar kosong. Masih ada aku, layar komputer, segelas kopi, dan kotak bekalku yang sudah kosong.
.
.
.
Aku melajukan motorku di jalan raya. Hari ini lalu lintas lumayan padat, Sampai-sampai di jam segini masih ada Anggota Polantas yang sibuk mengatur lalu lintas.
"jalanan ini kan....... "
Aku kembali teringat kejadian beberapa tahun silam.
"FAHMI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"
Aku langsung menggelengkan kepala saat teringat kejadian buruk itu.
Kecelakaan itu tidak salah lagi, terjadi di sini.
Piip!!!
Piip!!!!
"OIIII MAJU! LAMPUNYA SUDAH HIJAU!!!!!!"
"ah?! Oh i..iya maaf maaf pak"
Aku segera melajukan kembali motorku pulang kerumah.
"Assalamualaikum"
Ucapku saat memasuki pintu rumah.
"Wa'alaikumussalam..... "
Balas Ayahku yang sedang sibuk membaca koran online di hpnya.
"yah, jangan kebanyakan main hp, nanti mata ayah rusak"
"iya, ini.... Ayah juga baru mulai"
Di nasehati, ada saja alasannya.
"Fahmi, baru pulang?"
"bu"
Aku mencium tangan ibuku"
"ayo mandi dulu, terus makan ya! Ibu sudah masak makanan kesukaanmu"
"iya bu"
"ehh tunggu dulu!, Bapaknya Abri memanggil kita ke rumahnya"
Abri?
"ada apa pak"
Tanya ibu ke ayah.
"katanya mau menyambut kepulangan Abri"
Aku langsung lari ke kamarku dan melepas seragamku.
Aku mengambil handuk dan segera berlari menuju kamar mandi.
"Lari cuma pake celana pendek.... Stres dia.... "
Ucap Faizal yang melihatku.
Aku sangat senang.
Ini tidak dapat aku lukiskan dengan kata-kata.
Sebentar lagi aku akan bertemu dengan orang yang paling aku rindukan.
Orang yang kepulangannya paling aku nantikan....
Dialah Abri, orang yang sangat aku cintai.
.
.
.
.
Aku, ibu dan Ayah segera menuju ke rumah Abri. Biarlah Faizal menjaga rumah seorang diri, toh dia juga kuat.
Saat sampai, tante Ani langsung menyambut kami dan menyuruh kami masuk.
"Fahmi!"
Gusti, Rajab, Ivan dan Akbar tiba-tiba memelukku.
"hei hei, kalian ini... Kalian tidak berubah sama sekali ya"
Tidak juga sih....
Akbar ototnya makin besar saja...
"hahaha, biasa itu, apa Abri sudah pulang?"
"belum, tapi tenang saja, sekitar 2 jam lagi mungkin dia akan segera tiba"
Kata Ivan.
"ohh begitu, jadi bagaimana dengan kalian? Aku tidak dapat kabar apapun dari kalian, sepertinya kalian sudah ganti nomor"
"hehehe iya mi"
Tawa Rajab.
"aku sekarang bertugas di kesatuan Angkatan Darat"
Kata Gusti.
"aku juga, bedanya aku dapat bagian kantor hehe"
Kata Rajab.
"kalau kalian berdua?"
"aku baru kembali dari tugas di Maluku, Tentara bagian kesehatan"
Ivan? Lumayan juga dia sekarang.... Hahaha
"kalau aku sudah 8 Bulan menjadi Sipir di lapas"
"Ohhh polisi.... "
Ucap Rajab begitu mendengar kata-kata Akbar.
"SIPIR!"
Kata Akbar tegas.
"yang menjaga di penjara jab"
Jelasku.
"owhhh ku pikir itu juga polisi hehehe maaf"
Sementara itu, seluruh orang tua kami bersama dengan ibu, bapak, dan kakak Abri berkumpul dan saling berbincang di ruang tamu.
"kalian kenapa hanya tinggal di situ, ayo masuk"
Bang Said muncul dan mengajak kami duduk bersama dia, bang Akbar dan juga bang Ridwan di depan Tv.
"lagi nonton apa bang?"
Tanya Rajab.
"biasa Suara Hati Istri"
Jawab bang Ridwan.
"Halah! Nunggu Maria Vania tampil dia aslinya"
Kata bang Akbar.
"memangnya kenapa?"
Ucap bang Ridwan datar.
"ah iya bang, Abri sudah tiba belum?"
Tanyaku antusias.
"entahlah, Abri terakhir kasih kabar sebelum ke bandara, dia bilang keberangkatannya sekitar 40 menit lagi, harusnya dia sudah tiba satu jam yang lalu, dari Jakarta ke sini paling lama mungkin sekitar 4 atau 3 jam"
Jelas bang Said.
Tiba-tiba Layar Tv yang tadinya menampilkan seorang istri yang menangis setelah mengetahui suaminya selingkuh untuk ketiga kalinya langsung berubah, sebuah laporan berita mendadak masuk.
"Pemirsa Pesawat yang lepas landas dari Jakarta, dengan Tujuan keberangkatan Sulawesi Selatan telah di laporkan kehilangan kontak sejak pukul 9 malam ini, pesawat kehilangan kontak sekitar 1 jam 34 menit setelah lepas landas"
"eh? Hahahahahahahahahahaha..... Pembaca berita jaman sekarang suka sekali bikin prank hehehe i...iya kan.."
Semua orang di dalam rumah Abri hanya bisa Terdiam.
"Bang Ridwan...... Itu bukan pesawat Abri kan?!....... Abri harusnya sudah tiba di sini, dia pasti sudah ada di bandara! Aku akan segera menjemputnya"
Aku segera bangkit dan mengambil kunci mobil ayahku di atas meja kecil dan berjalan keluar.
"Fahmi........"
Gusti memegang pundakku saat aku hendak keluar dari pintu.
Air matanya mengalir sangat deras.
"lepaskan aku, aku akan menjemputnya di bandara! Dia belum ke sini karena dia menunggu jemputan di sana"
Suasana di dalam rumah terlihat sudah berubah.
Ibu Abri menangis tersedu-sedu juga kakaknya.
Bang Ridwan, bang Said dan bang Akbar hanya bisa menggigit bibir mereka.
"Tidak! Itu bohong! Abri tidak ada di dalam pesawat itu!, Gusti kau juga percayakan?"
Gusti menggelengkan kepalanya.
"Gusti...... "
"m...ma....maaf... Maaf mi"
Ucap Gusti di sela tangisnya.
Jadi....
Seperti ini akhir dari penantianku?
Setiaku selama 4 Tahun lebih harus berakhir seperti ini?!
Dua kata.....
Sungguh Ironis.
*****
Akhirnya bisa juga up Bab 2 ini hehehe
Maaf jika kalian sudah menunggu terlalu lama.
Oh iya, seperti biasa yak!
Jangan lupa vote :D
KAMU SEDANG MEMBACA
Sejenak
RomanceKisah cinta Abri dan Fahmi, duo bucin yang memulai hubungannya dengan penuh liku-liku. Bersama teman-teman mereka, Gusti, Ivan, Rajab dan Akbar, menjalani hari-hari indah yang penuh dengan kekonyolan. Warning.... 18+ Bagi yang Homophobic harap tid...
