Keesokan Harinya.....
07:52 Pagi.....
Aku membangunkan Abri yang masih terlelap untuk sarapan.
"bri...., ayo bangun sarapan dulu..."
"mhh....... Tapi Abri maunya yang warna putih......."
"yah malah ngigo, bri ayo bangun bri, jangan tidur terus"
"bukan begitu cara membangunkan Abri"
Kata bang Ridwan menghampiriku.
"SEMUA PASUKAN BERSIAP DI TEMPAT!!!!"
Teriak bang Ridwan dan Abri sontak langsung bangkit dan berdiri dengan sikap sempurna.
"s...si..siap pak! Eh? ABANG!!!!!!!!!!"
Teriak Abri emosi.
"hahahaha, abang gak akan ketinggalan kalau soal bangunin kamu, cuci muka dulu sana sarapan sudah siap"
Kata bang Ridwan sambil berjalan keluar dari penginapan.
"Bodo Amat!"
Ejek Abri
"ehh jangan begitu, tidak baik"
"Biarin, habis bang Ridwan tiap hari bangunin Abri kayak gitu mi"
"ya kau sendiri di bangunin pake cara biasa malah ngigo"
"ngigo?, aku tidak ngigo kok"
"kau kan tidur, sudah cuci muka dulu sana, aku tunggu di luar"
.
.
.
Setelah sarapan kami berjalan-jalan santai di pinggir pantai
****ABRI POV****
"mi! Liat, bukannya ini Kepiting yang semalam?"
Aku menemukan Kepiting yang persis dengan yang mencapit kakiku semalam.
"sepertinya sudah mati"
Kata Fahmi.
"kan ku bilang juga kita bakar saja"
Kata Gusti.
Bugh!
"aduh!"
Aku terkena lemparan pasir dari seseorang.
Saat aku berbalik, itu adalah bang Ridwan yang sudah tertawa melihat punggungku di penuhi pasir.
"uhhh!!!!!!!!!"
Aku kemudian mengambil pasir juga dan melemparnya ke arah bang Ridwan, tapi dia berhasil menghindar.
"ettt tidak kena, hahaha, bagaimana mau jadi Tentara kalau ngelempar aja ga bisa tepat sasaran, hahaha aduh!"
Bang Ridwan terkena lemparan pasir Fahmi tepat di bahunya.
"makasih mi"
"sama-sama bri, ayo...."
Fahmi menarik tanganku dan membawaku berlari bersamanya lagi.
"pelan-pelan mi, kakiku masih agak sakit"
"iya"
"hei tunggu kami!"
Aku menoleh dan melihat Gusti, Rajab dan juga Ivan ikut berlari di belakang kami.
"ayo!"
Ajakku
Kami berlima akhirnya bermain-main dengan riang di pantai itu.
Fahmi, Gusti dan Ivan segera menanggalkan baju yang mereka kenakan dan masuk kedalam laut untuk berenang.
Sementara mereka berenang, aku dan Rajab hanya duduk bersantai di bawah pepohonan yang lumayan rindang.
"kau tidak ikut jab"
Tanyaku ke Rajab.
"tidak, aku belum mahir berenang, apalagi di laut"
Kata Rajab.
"aku menemanimu saja di sini"
"ya sudah kalau begitu"
Kataku.
"bri, bagaimana perasaanmu pada Fahmi?"
"perasaanku?, jujur jab.... Aku sangat mencintainya, entah apakah diriku yang dulu juga sama tapi....."
Rajab menyimak ceritaku dengan antusias.
"aku telah jatuh cinta pada pandangan yang pertama, saat kali pertama aku sadar di rumah sakit, dialah yang aku lihat saat itu"
KAMU SEDANG MEMBACA
Sejenak
RomantizmKisah cinta Abri dan Fahmi, duo bucin yang memulai hubungannya dengan penuh liku-liku. Bersama teman-teman mereka, Gusti, Ivan, Rajab dan Akbar, menjalani hari-hari indah yang penuh dengan kekonyolan. Warning.... 18+ Bagi yang Homophobic harap tid...
