8 Hari kemudian....
Malam harinya....
Pukul 11 malam, aku selesai Latihan. Ini akan menjadi latihan terakhir sebelum Turnamen besok.
Aku sudah mempelajari semua jurus yang ada di buku peninggalan kakekku.
Aku baru saja mandi dan keluar dari kamar mandi, tapi Fahmi sudah menyambutku di depan kamar mandi dan langsung memelukku.
"semangat ya sayang untuk besok"
Bisik Fahmi.
"iya, akan aku pastikan kalau hubungan kita akan tetap jalan"
Fahmi melepas pelukannya dan menggenggam kedua tanganku.
"walaupun orang-orang tahu hubungan kita, aku tidak akan meninggalkanmu, jadi aku mohon, jika kau sudah tidak sanggup, jangan memaksakan diri, aku tidak mau kau terluka, mengerti?"
"mi..... Maafkan aku, harusnya aku tidak membuat janji seperti itu dengan Zudy, aku benar-benar bodoh"
"jika kau kalah di awal saja tidak masalah untukku, aku sudah siap dengan resikonya"
"tidak mi! Aku harus sampai di babak terakhir, aku harus tahu..... Darimana Zudy mengetahui tentang hubungan kita, pasti ada seseorang selain kita yang tahu"
"yang pasti tidak mungkin Gusti, Ivan, Akbar dan Rajab"
"aku takutnya........ Pak Adit"
"pak Adit tidak akan kembali bri, dia tidak akan mengganggu kita lagi"
"mi, tangan takdir masih bisa di balikkan, sesuatu dapat terjadi bahkan hal yang tidak pernah kita duga sebelumnya"
"tenanglah bri, aku akan selalu ada untukmu"
Fahmi kembali memelukku dan aku membalas pelukannya.
.
.
.
.
Keesokan harinya....
20:25 Malam....
Lapangan Hitam (Asrama Militer), di sinilah tempat Turnamen itu di laksanakan. Sudah banyak orang di sini, aku sendiri berada di belakang ring bersama kawan-kawan dan bang Ridwan.
"oke bri fokus ya! Hanya 2 pertandingan lalu kau akan sampai di babak akhir, lawan pertamamu adalah perwakilan dari SMA 14, Faisal"
Jelas Akbar.
"aku tahu dia.... "
Ucapku.
"dia menguasai beladiri Taekwondo dan Silat, dia selalu mengandalkan kakinya untuk menyerang, tapi dari sepertinya dia lemah menggunakan kaki kirinya, dia selalu mengandalkan kaki kanannya yang artinya akan ada jeda yang cukup lama sebelum dia melancarkan serangan lagi, di situlah kesempatanmu untuk menyerangnya"
Sebelumnya kami sudah membagi tugas, Gusti selama 8 hari ini terus mencaritahu semua mengenai para peserta dari sekolah lain.
Gusti memang hebat dalam menganalisis orang lain.
"dia lemah pada kekuatan pukulan, tapi kaki kanannya memang sangat berbahaya, dia lebih tinggi darimu jadi kakinya juga lebih panjang, kau harus menjaga bagian kepala dan bahumu, jika bahumu cidera maka kau akan kesulitan dalam memukul"
Sambung Gusti.
"terima kasih, aku akan mengingat semuanya, dan juga..... Aku sangat ingin mengalahkan orang ini sebelumnya"
"7! 8! 9! 10!"
Dan Zudy berhasil ke babak kedua setelah juri memastikan lawannya sudah tidak bisa bangun.
Zudypun turun dari arena dan menemuiku dengan wajah Senang.
"giliranmu"
Ucap Zudy.
"aku tahu, selamat, padahal aku sangat ingin melawanmu"
Kataku. Zudypun pergi.
Aku segera melepas kaosku dan bertelanjang dada. Fahmi memasangkan sarung tinju, pelindung kepala dan vital padaku.
"semangat sayang, ingat kata-kataku"
Kata Fahmi dengan tatapan seriusnya.
"pasti!"
"kita sambut petarung berikutnya! Di sudut merah! Petarung pilihan dari SMA Negri 14! Faisal!"
Faisalpun naik ke atas ring sambil melambaikan tangan kepada semua penonton dan tersenyum.
Orang ini.....
Aku pernah satu SMP dengannya dan bahkan sekelas.
Dulunya dia adalah kutu buku dan selalu menjadi bahan bulian, aku selalu membelanya dan kemudian kami berteman baik.
Namun setelah beranjak SMA, dia berubah, dia seperti tidak mengenalku lagi.
Ini kesempatanku untuk membuatnya ingat lagi padaku.
"disiplin beladiri Taekwondo dan Silat, 2 kali kemenangan dan belum pernah kalah"
Kata juri menjelaskan riwayat pertandingan yang pernah di ikuti Faisal, ternyata dia benar-benar berubah.
"dan di sudut biru! Sekali lagi petarung pilihan SMA Negeri 8! Abri!"
Akupun melangkahkan kakiku naik ke atas ring.
"disiplin beladiri Karate, ini adalah pertandingan pertama yang akan ia lakukan! Apakah dia bisa memenangkan pertandingan ini?!"
Semua penonton terlihat terkejut, memang aku belum pernah mengikuti pertandingan apapun sebelumnya sedangkan semua peserta di sini sudah memiliki riwayat pertandingan.
Aku benar-benar akan memulai semuanya dari sini.
Aku berjalan perlahan kehadapan Faisal.
Dia tersenyum menatapku.
"kau mengingatku?"
Tanyaku pelan.
"siapa kau?"
Tanyanya heran.
Ting!
Suara bel pertanda pertandingan di mulai. Dan tiba-tiba saja Faisal sudah berganti posisi seperti menendang kedepan?
Ah tidak!
"ugh!"
Dia sudah menendang perutku!
Tapi kapan?!
Gerakannya sangat cepat!
"pemula sepertimu tidak akan bertahan di pertandingan ini, sekarang maju!"
"haha, benar-benar kuat, tapi......, Seorang Karateka harus memberikan penghormatan kepada lawannya dulu"
Kataku.
Aku memberikan penghormatan dan membungkuk padanya.
"ini pertandingan, kau tidak perlu melakukan itu"
"bagaimanapun juga..... "
Aku memasang kuda-kuda.
"aku harus menjaga sikapku, ayo maju"
Kataku sambil tetap dalam posisi mengunci diriku.
Faisal langsung maju dan aku bisa melihat kaki kanannya mulai terangkat.
Bugh!
Dengan tangan kiriku aku berhasil menangkis kakinya yang hampir mengenai dadaku.
"kena!"
Inilah teknik yang aku pelajari untuk menjatuhkan lawan dari buku itu.
Aku menangkap kaki kanannya dan kemudian aku berputar berpindah posisi ke sampingnya.
Aku kemudian memukul tengkuknya dan Faisal langsung terjatuh.
"uhhh!"
Dengan cepat aku segera menindih tubuhnya dan mengunci kedua tangan dan kepalanya.
"wah tidak bisa di percaya!!!! Abri si petarung pemula berhasil menjatuhkan Faisal secepat itu! Ini akan menjadi sejarah dalam hidupnya!!!!"
Juri menghampiri kami dan mulai menghitung.
Sementara itu Faisal masih mencoba menendangku dari belakang untuk melepaskan diri.
Aku tetap bertahan di atas tubuhnya, hanya 10 detik saja dan aku bisa menyusul Zudy!
"6!!! 7!!!!! 8!!! 9!!!! 10!!!!!!! Out!"
Dan aku berhasil!
Aku segera berdiri.
Faisal membalikkan tubuhnya dan dia terlihat kelelahan.
Aku membuka pelindung kepalaku.
"sekarang, kau ingat aku?"
Tanyaku.
"A....A...Ab...ri......... Maafkan aku... Aku egois"
"tidak apa-apa sobat"
Aku membantu Faisal berdiri.
Seluruh penonton bersorak.
Jadi seperti ini rasanya......
Mengikuti Turnamen.
*****
Babak Kedua akan segera di mulai.
Jangan lupa Vote :D
KAMU SEDANG MEMBACA
Sejenak
RomanceKisah cinta Abri dan Fahmi, duo bucin yang memulai hubungannya dengan penuh liku-liku. Bersama teman-teman mereka, Gusti, Ivan, Rajab dan Akbar, menjalani hari-hari indah yang penuh dengan kekonyolan. Warning.... 18+ Bagi yang Homophobic harap tid...
