****ABRI POV****
beberapa menit yang lalu......
"Hati-hati bri"
Ucap bang ridwan
"iya bang, abang juga"
Ujarku
Cukup lama kami dan para pendaki lain menuruni gunung di tengah badai.
Tiba-tiba di tengah perjalanan aku merasa ingin pipis.
Dan....
Akupun masuk kedalam semak-semak tanpa memberitahu bang ridwan dulu.
Tapi....
Setelah keluar dari semak-semak itu...
Sudah tidak ada orang lagi.
"bang?, bang ridwan?! Bang ridwan dimana?!!!!"
Aku berteriak memanggil bang ridwan dengan panik.
Tidak ada jawaban....
"ah sial!, apa aku.... Tersesat?!"
Aku semakin panik.
Takut hari semakin gelap jika aku hanya tinggal diam.....
Maka akupun berinisiatif untuk mencari jalan kembali.
Sambil sesekali memanggil nama bang ridwan, aku mulai berjalan entah kemana.
Tak lama aku berjalan....
Aku mulai merasa pusing dan dingin yang benar-benar hebat.
Seluruh tubuhku menggigil dan mulai mati rasa.
Aku semakin tak kuasa menahan rasa kantuk yang tiba-tiba muncul.
Brak!
Akupun terjatuh ke tanah.
Pandanganku mulai kabur dan akhirnya aku tidak dapat mengingat apapun lagi......
.
.
.
.
.
****
Rasa hangat.....
Nyaman.........
Dan tentram....
Itu yang saat ini dapat aku rasakan.
Apa ini...... Surga?
Apa aku sudah meninggal?
Aku berusaha mengatur nafasku
Lalu pandanganku mulai kembali.
Saat pandanganku benar-benar sudah membaik, aku bisa melihat saat ini aku berada di dalam sebuah tenda.
Namun aku sangat terkejut dan ingin berteriak saat aku sadar kalau aku tengah di peluk dalam keadaan telanjang oleh seseorang.
Dan seseorang itu adalah FAHMI!
Apa yang dia lakukan?
Dia memelukku dalam kondisi telanjang juga....
Oh.... Kontolnya belum bangun saja sebesar itu.....
Eh?, maaf, maksudku apakah ini mimpi?!
Tapi sepertinya ini bukanlah mimpi.
Ah benar.....
Ini adalah bentuk pertolongan pertama pada penderita hipotermia
Yaitu dengan membagikan suhu tubuh melalui skin to skin.
Saat ini fahmi sedang tertidur pulas.
Apakah dia menyelamatkanku?
Fahmi tiba-tiba bergerak
Aku yang panik langsung menutup mata dan berpura-pura tidur lagi.
"m...... Masih belum sadar juga?"
Ucap fahmi sembari kembali memelukku.
Ahhh sial!
Aku terlalu sensitif jika sudah seperti ini.
Aku membuka sedikit mataku.
Bisa kulihat matanya kembali terpejam.
Benar-benar tukang tidur makhluk ciptaan tuhan yang satu ini.
"oh sudah bangun?"
Ucap fahmi yang melihatku membuka mata.
"aaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!"
Aku berteriak panik saat itu juga
"ehhhh jangan teriak! Nanti penghuni di sini langsung kesini semua"
Fahmi menakut-nakutiku
"kau..... k..kau kenapa..... Dan apa.... Akhh"
Aku tidak dapat mengutarakan apa yang ingin aku ucapkan.
"begini.... Tadi gua tersesat dan pas di tengah jalan gua liat lo lagi tidur di tanah'
Jelasnya
"tidur di tanah? Aku sekarat dan kau bilang tidur?!"
Aku mulai emosi karena penggunaan katanya terlalu over untuk ukuran bercanda.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sejenak
RomanceKisah cinta Abri dan Fahmi, duo bucin yang memulai hubungannya dengan penuh liku-liku. Bersama teman-teman mereka, Gusti, Ivan, Rajab dan Akbar, menjalani hari-hari indah yang penuh dengan kekonyolan. Warning.... 18+ Bagi yang Homophobic harap tid...
