Chapter 17 (Apa dan Siapa?)

1.1K 63 0
                                    

🔞🔞🔞🔞
Warning!!
Cw// Eksplisit Konten, Squirting, Nipple Play, Little BDSM

****

Ciuman Farez makin menuntut, membuat Barra susah payah mengais udara. Bisa Barra rasakan benda keras yang menyentuh pahanya, membuat Barra menepuk dada Farez pelan.

"Jangan Rez, tangan kamu sakit," lirih Barra.

Jempol Farez menyentuh bibir bawah Barra yang membengkak, "Tanganku yang sakit cuma satu hmm, itupun masih bisa digerakin, yang satu masih nganggur ini," ucap Farez sambil tersenyum miring. Kemudian ia mulai menciumi leher dan belakang telinga Barra, membuat Barra mendongak.

"Eungggh, ta—tapi ada Mama sama Papa, ntar gimana?" Tanya Barra sambil mencoba menahan desahan.

Farez menggesekkan hidungnya pada leher Barra, "Bisa aja, asal kamu nggak berisik hmm."

Menggoda tentu saja, Farez sangat tahu bagaimana Barra yang selalu berisik ketika malam panas mereka.

Barra meremat pundak Farez, saat Farez dengan nakalnya meremas bokong sintalnya, "Ahhh, Rez..."

"Call me Daddy hmm?" Bisik Farez.

Barra terkejut, ketika tangan Farez dengan lihai kembali mengerjai dadanya. Sentuhan seringan bulu yang diberikan oleh Farez, membuat nipple miliknya menegang.

Dalam sekali hentakan, Farez membuat tubuh Barra telentang di ranjang besar miliknya. "Rez!" Pekik Barra karena terkejut.

Farez melepas jaket yang Barra pakai, begitu juga dengan kaus Barra. "Rez pelan, tangan kamu," lirih Barra.

"No prob, Babe," ucap Farez kemudian menindih tubuh kecil Barra.

"Aku nggak suka lihat kamu nangis hmm, jangan mikir aneh-aneh tentang apapun ya? Kamu itu punya aku."

Ucapan Farez membuat wajah Barra memerah, Farez yang gemas pun kembali melumat bibir Barra. Tangannya yang bebas mulai kembali meraba tubuh Barra. Dinginnya suhu AC semakin membuat tubuh Barra meremang.

"Rez..." rengek Barra.

"Babe?" Peringat Farez.

Ciuman Farez kemudian turun ke dada Barra. Lidahnya menyapu permukaan dada Barra dan memberikan kecupan ringan di sana.

Sedetik kemudian, dada Barra membusung. Pekikan tertahan dari bibirnya karena Farez yang membekap mulutnya.

Bagaimana tidak, lidah Farez menyapu nipple Barra pelan. Melakukan gerakan memutar kemudian menyesapnya layaknya bayi.

"Ehmhhh," Barra tak tahan. Tangannya meremat sprei dan tangan Farez kencang. Dia tidak bisa, dadanya sangat sensitif. Barra bersumpah akan memberikan pelajaran pada Farez setelah ini, Barra yakin Farez sedang mengerjai dirinya.

Wajah Barra memerah, memukul lengan Farez yang masih terus mengerjai dada dan nipple Barra. Farez melepaskan bekapannya, tubuh Barra masih meronta karena apa yang dilakukan oleh Farez.

"Ahhhh, Dadhhh. Stopphh," rengek Barra.

Farez menurut, menyudahi kegiatannya. Kemudian kembali duduk bersandar di kepala ranjang, sedikit mengernyit karena nyeri di lengannya.

Barra yang melihatnya pun ikut khawatir, "Nggak apa?" Lirihnya.

Farez tersenyum, kemudian menggelengkan kepalanya pelan.

Tatapan Barra akhirnya bergulir ke bawah, bisa ia lihat kejantanan Farez yang sudah tegang di balik celana.

Barra tersenyum tipis, "Ini udah kayak gini," ucapnya sambil mengelus kejantanan Farez pelan.

OH! MY SEDUCTIVE NERD! (FORCEBOOK Lokal Ver.)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang