🔞🔞🔞
*****
Barra meremat sprei di bawahnya erat, matanya masih terpejam dengan bibir yang terus mendesah pelan.
"Eungghhh, Rezhh. Udah...." Lenguhnya pelan.
Makhluk tampan yang sedang bergerak di atasnya itu hanya tersenyum kecil, "I just ate my breakfast huh..."
Barra membuka matanya perlahan dan menangkup pipi Farez dengan sebelah tangannya, "Ahhh, kita baru tidur jam dua tadi Rezhhh..."
Bagaimana tidak, pagi ini Barra harus terbangun karena Farez kembali mengerjainya. Ia ingat setelah malam panas mereka dan acara berendam di tengah malam, Farez kembali menyerangnya. Bahkan semalam suaminya itu tidak mencabut kejantanannya setelah pelepasan, dan pagi ini ia terbangun karena Farez dengan tidak berdosanya kembali menggerakkan pinggulnya tanpa aba-aba. Tubuh keduanya masih terbungkus selimut, namun pinggul Farez malah bergerak konstan di bawah sana.
"Bentar lagi hmmm," lirih Farez sambil tersenyum dan menumpukan kening keduanya, bisa Barra rasakan jika nafas suaminya itu juga memburu.
Rasanya sangat berbeda, Barra sudah merasakannya sejak semalam.
Benar-benar nyaman dan hangat, lebih baik dibandingkan sebelum-sebelumnya.
"Eungghhhh, ahhhh. Cumhhhh," lenguhnya.
Farez menatap wajah Barra intens, kasihan juga melihat suaminya yang sepertinya sudah sangat kelelahan itu.
"Oke...." Jawabnya lembut.
Ia sedikit menegakkan tubuhnya dan bertumpu pada siku, setelahnya ia menggerakkan pinggulnya cepat. Sontak Barra semakin mendongak dengan desahan yang semakin kencang terdengar.
Sungguh ia menikmati ini, ia bisa mendesah dan berteriak sepuasnya tanpa takut ada yang mendengar.
Pinggulnya bahkan sedikit terangkat, dengan tangan yang meremat sprei hingga berantakan, "Ahhh!!! Rezhhh!!! Ahhh yahhhh!!" Pekiknya bersamaan dengan cairannya yang menyembur deras. Farez tak ingin kalah, ia menghunjamkan kejantanannya dalam, cairannya juga menyemprot jauh di dalam sana.
"Ungghh!! Berat Farezhh!!" Rengek Barra ketika tiba-tiba tubuh Farez ambruk menimpa dirinya.
"Bentar tiba-tiba aku lemes," lirih Farez membuat Barra terbahak.
"Lagian siapa yang nyuruh kamu ngegas terus, udah tau badannya masih capek!"
Farez tidak menggubris omelan Barra dan malah mengeratkan peluk lalu kembali menyelimuti seluruh tubuh keduanya dengan selimut.
"Farez!!"
******
Barra yang tengah membuat sarapan terkejut ketika Farez memeluknya dari belakang, "Hmmm, bikin kaget aja kamu Yang!"
"Aku cariin di atas nggak ada, kenapa nggak nungguin aku selesai mandi?" Tanya Farez manja sambil menumpukan dagunya di pundak Barra.
"Kamu nggak laper emang? Ini udah hampir jam sembilan Rez. Belum sarapan gara-gara kesiangan, kamu sih," gerutu Barra namun dengan senyum.
"It's okay.... Ini kan malem pertama kita huh? Hari pertama kita," bisik Farez lembut.
Barra menepuk lengan Farez pelan, "Apa sih, gombal pagi-pagi."
Mereka berdua sama-sama terdiam, Farez masih setia memeluk tubuh Barra selama suaminya itu menyiapkan sarapan. Barra hanya tersenyum dan membiarkan Farez bertindak semaunya, "Udah. Ayo duduk di meja makan sana Daddy..."

KAMU SEDANG MEMBACA
OH! MY SEDUCTIVE NERD! (FORCEBOOK Lokal Ver.)
RomanceMenceritakan seorang pria player yang sayangnya berwajah cantik, bernama Barra dan dikenal suka berganti pasangan di setiap minggunya, tak peduli pria atau wanita. Namun suatu hari, dirinya terpaku dengan sosok pria berkacamata yang tengah duduk di...