Chapter 71 (Necomimi🔞)

884 39 5
                                    

WARNING‼️‼️
KEBIJAKAN DI TANGAN PEMBACA ✋🏻✋🏻

****

Farez menutup pintu mobil dengan tergesa, kemudian segera berlari memasuki gedung asrama. Sejenak langkahnya terhenti, "Bangsat tas gue!" Gerutunya sendirian. Lalu berlari ke arah mobilnya dan kembali masuk ke dalam asrama.

"Kok buru-buru Mas Farez! Kenapa?" Tanya satpam yang ikut panik melihat Farez berlari seperti orang kesetanan.

Farez menoleh sekilas, "Ada hal urgent pak! Saya duluan ya!"

Satpam asrama hanya bisa melongo dan mengangguk, kemudian menggaruk kepalanya pelan, "Kenapa deh Mas Farez?"

Sedangkan Farez menunggu di dalam lift dengan kaki yang tak bisa diam, ia berulang kali menatap jam tangannya. Saat pintu lift terbuka, ia kembali berlari menuju kamarnya bersama Barra. Ia memegang dadanya pelan, nafasnya tersengal karena berlari sedari tadi.

Ia merogoh kunci, kemudian membuka pintu dan segera berlari masuk. Sejenak ia kembali dan mengunci pintu asramanya.

"Babe!!" Pekiknya. Bisa ia lihat Barra yang tengah merebah setengah terduduk dengan tubuh ditutupi selimut sepenuhnya, hanya wajahnya saja yang terlihat. Ia melirik Farez tajam, sedangkan Farez menilik dengan wajah sedikit kecewa.

"Kok... Udah ganti," lirihnya.

"Kamu telat 5 menit! Kemana aja kamu!?" 

Farez berjalan mendekat.

"Nggak usah deket-deket!!" Sentak Barra.

Farez menggaruk rambutnya pelan, "Tadi mobil aku nggak bisa keluar sayang. Beneran."

"Gimana ceritanya tadi di perpus!?" Tanya Barra kesal.

Farez mengernyit, "Sayang, kan kamu...."

Barra menggeleng, "Ah udahlah males jadinya. Nggak usah dibahas! Aku juga udah males ngapa-ngapain!" Ia kemudian membuka selimut yang sedari tadi menutupi tubuhnya, kemudian berdiri dan ingin berjalan ke kamar mandi.

Farez sontak mendelik, bagaimana tidak kekasihnya itu ternyata belum mengganti bajunya. Sebuah rok terusan super pendek, kaos kaki hitam sebatas lutut, jangan lupakan choker beserta rantai kecil di bagian belakang dan bando kucing yang ia pakai. Bahkan gaya rambutnya dibuat semanis mungkin.

Melihat hal itu, Farez segera berjalan cepat ke arah Barra sebelum kekasihnya itu masuk ke dalam kamar mandi.

"Farezzz!!!" Pekiknya ketika Farez tiba-tiba menggendongnya ala princess dan membawa tubuhnya ke arah tempat tidur.

"Turunin nggak!" Kesalnya. Tubuhnya terus memberontak dan memaksa Farez untuk menurunkannya. Memukuli dada Farez pelan.

Farez hanya tersenyum dan malah mengeratkan gendongannya, "Kamu kan nyuruh aku milih tadi? Aku milih yang atas hmm?" Ucapnya sambil menaik turunkan sebelah alisnya.

Barra makin merengut, "Aku udah gak mau! Turunin!" Ucapnya sambil terus menggerakkan kakinya. "FAREZZZZ!! TURUNIN!!" rengeknya ketika Farez benar tidak mau mendengarkan kemauannya.

"Oke," jawabnya enteng kemudian melemparkan tubuh Barra ke atas tempat tidur. Sontak Barra memekik karena tak menyangka Farez akan membantingnya ke sana, "Farez!"

"Apa sih? Kenapa marah-marah terus hah??" Tanya Farez lalu segera melepaskan sepatunya, dan membuka beberapa kancing kemejanya. Senyum miring masih terpatri di bibirnya. Barra yang melihatnya pun terduduk, namun kembali telentang setelah kakinya diseret oleh Farez, "Mau ke mana hmm?"

OH! MY SEDUCTIVE NERD! (FORCEBOOK Lokal Ver.)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang