*****
Barra yang tengah fokus menatap komputernya terkejut mendengar pintu studio yang terbuka tiba-tiba dengan kencang. Ia mengernyit, "Kamu ngapain buru-buru gitu sih Rez??"
Kekasihnya itu hanya menoleh dan meringis, kemudian membawa masuk tas berisi perlengkapannya, "Aku buru-buru ke sini tadi habis dari kampus. Kamu kok nggak nunggu aku pulang sih kalau mau ke sini Babe?" Ucapnya kemudian mengecup puncak rambut Barra pelan.
"Ehmmm, kamu nggak bales chat aku. Aku coba tanya Ervin, katanya kalian lagi pusing ngomongin konsep yang mau dibikin buat proyek akhir. Apalah nggak ngerti aku," rengek Barra.
"Maaf ya," jawab Farez lembut. Ia lalu ikut duduk dan menyalakan komputernya sendiri.
Barra tersenyum, "Nggak papa Yang. Tadi aku, Yuwa sama yang lain juga habis diskusi. Makanya aku nebeng Yuwa duluan buat dianter ke sini, mau aku kerjain langsung mumpung ada waktu luang."
Sontak Farez ikut tersenyum, menyadari juga tak mungkin Barra menunggunya sampai 1 jam lebih di kampus. Toh sedari tadi ia juga sibuk dan tak bisa menemani kekasihnya itu. Untuk saat ini, Farez benar-benar bersyukur.
Hmmmm, mendengar teman-temannya terkadang mengeluh karena kekasih mereka tak mengerti kesibukan yang mereka hadapi. Farez malah memiliki Barra yang terlampau pengertian, bahkan terkadang Barra akan membiarkan ia sibuk dengan dunianya saat sedang ada pekerjaan dari client.
"Ntar ke tempat kak Clei jam berapa sayang?" Tanya Farez.
Barra terlihat berpikir, "Mungkin jam 7 malem, kamu nggak ada acara kan?"
Farez menggeleng, "Nggak ada lah sayang. Kan udah ada janji sama kak Clei."
Keduanya kemudian sama-sama terdiam selama beberapa saat. Barra menumpukan kedua tangannya di atas meja komputer, lalu menyangga kepalanya dan menghela nafas lelah.
"Kenapa sayang?" Tanya Farez pelan.
Barra menoleh sekilas, kemudian kembali menghadap komputer, "Ngebul banget kepalaku, Yang," lirihnya lemas.
Farez sedikit khawatir, kemudian menggeser kursinya agar bisa mendekat ke arah Barra. Ia memijat pundak Barra pelan, "Rileks Babe. Coba ambil nafas dalem-dalem dulu, istirahat 5 menit sayang." Barra memundurkan kursinya, berusaha mengikuti apa yang diinstruksikan oleh Farez. Entahlah pikirannya bercabang ke mana-mana, membuat Barra menjadi kurang fokus. Tubuhnya juga menjadi mudah lelah.
"Makasih ya Rez..."
"Bentar aku bikinin teh dulu ya," ucap Farez kemudian bangkit dan berjalan ke arah pantry kecil di studio mereka. Sedangkan Barra hanya tersenyum, kemudian matanya memilih fokus pada ponsel yang ia pegang. Sedikit meredup ketika melihat media sosial yang kembali ramai.
"Huhhh, gimana gue gak kepikiran ya, tapi yang bikin kan gue sendiri," gumamnya pelan. Kemudian menatap Farez yang juga tengah menatapnya sambil tersenyum.
"Langkah yang gue ambil ini, gak salah kan?" Lanjutnya.
Barra segera meletakkan ponselnya saat Farez berjalan mendekat. Ia tersenyum dan menerima secangkir teh yang dibuat oleh Farez, "Makasih Rez..."
"Iyaa.. diminum dulu. Baru lanjut hmm?" Ucapnya kemudian mengusak rambut Barra pelan. Barra pun menurut, setelahnya ia kembali mencoba fokus untuk mengerjakan tugasnya.
Setelah setengah jam lamanya, Barra menghela nafas pelan, ia merasa sudah cukup untuk menyelesaikan beberapa bagian yang baru saja ia tambahkan, memeriksanya sejenak kemudian berdiri dan merenggangkan ototnya yang kaku.
Farez menoleh, kemudian menggoda Barra dengan mencubit kecil perut putihnya yang mengintip ketika kaos yang ia pakai terangkat.
"Iiih apa pegang-pegang!" Sewot Barra membuat Farez terbahak.

KAMU SEDANG MEMBACA
OH! MY SEDUCTIVE NERD! (FORCEBOOK Lokal Ver.)
RomanceMenceritakan seorang pria player yang sayangnya berwajah cantik, bernama Barra dan dikenal suka berganti pasangan di setiap minggunya, tak peduli pria atau wanita. Namun suatu hari, dirinya terpaku dengan sosok pria berkacamata yang tengah duduk di...