Slight 🔞
*****
Barra mendongak dengan sebelah tangannya yang meremat sprei erat, sedangkan tangannya yang satu meremat pergelangan tangan Farez.
"Eunggghhh, Rezhhh!" Pekiknya sambil memejamkan matanya erat.
Farez terkekeh geli, ia melepas kocokannya pada kejantanan Barra yang menegang, lalu mencondongkan tubuhnya semakin merapat pada tubuh bagian depan Barra, "Like it?" Bisiknya.
"Ahhhh, pelannnhhh. Rezhhh! Eungghh!!" Pekik Barra lagi saat Farez menancapkan kejantanannya dalam dan menggerakkan pinggulnya memutar, bahkan matanya bergulir ke atas merasakan nikmat di dalam sana.
"Wanna cumhhhh, eunggghh..." Lirih Barra.
Sejujurnya dia tak habis pikir dengan tunangannya itu, hari ini ia dan Farez memang tengah berada di rumah baru mereka. Awalnya tadi pagi keduanya tengah memeriksa instalasi air, juga peralatan lain yang akan digunakan di sana. Beberapa barang yang mereka beli untuk memenuhi isi rumah juga baru sampai kemarin dan mereka tata. Namun lihat kelakuan tunangannya ini, Farez malah mengajaknya bercinta di kamar yang bahkan belum resmi mereka tempati.
Barra tidak punya pilihan lain selain menuruti kemauan pria besarnya itu kan?
Kakinya semakin melingkar erat di tubuh Farez, begitupun dengan tangannya yang mengalung di leher kesayangannya itu.
"Wanna cum?" Goda Farez dengan nafas menderu, keringat benar-benar membasahi tubuh keduanya.
Hey, bahkan pendingin ruangan pun belum dipasang di rumah ini.
Barra hanya bisa menatap dengan mata sayu dan bibir terbukanya, beberapa kali ia melenguh karena kejantanan Farez benar-benar menumbuk tepat di titik manisnya. Ia hanya mengangguk dengan tatapan memohon pada Farez.
"Oke....." Sergah Farez lalu menegakkan tubuhnya dan mencengkeram pinggang Barra erat, pinggulnya bergerak semakin cepat membuat Barra kembali meremat sprei dan mendongak. Lenguhannya berubah menjadi desahan kencang, "Eungghh!!! Ahhh Rezhhh!!" Pekiknya.
Splurrrttt
Cairan putih kental menyemprot kencang dari kejantanannya, Farez hanya tertawa kecil menatapnya. Ia masih terus menggerakkan pinggulnya semakin cepat dan dalam, suara kulit yang bertabrakan semakin menggema di kamar tidur yang masih lengang itu.
"Ahhh, Rezhhh. Udahhh, eunggh, ahhh!" Desah Barra tak karuan.
Farez menurut, merasa kasihan juga melihat wajah memerah Barra, ia tersenyum miring lalu menghunjamkan kejantanannya dalam.
"Eunggghhh, I'm cumming Babe...." Lenguh Farez. Ia mencondongkan tubuhnya dan mencengkeram lengan Barra erat. Pinggulnya masih menyentak seirama dengan cairannya yang menyemprot kencang di dalam sana.
"Ehmhhh," desah Barra lirih, ia ikut mencengkeram lengan Farez. Tertawa kecil ketika merasakan keringat Farez yang bercucuran dan menetes ke wajahnya. Barra mengusapnya pelan, "Hmmm, terus gimana kita mau bersih-bersih?" Lirihnya sambil mengatur nafas.
Farez tersenyum, "Kan kamar mandi udah bisa dipake sayang." Ia yang gemas mengecupi seluruh wajah Barra dengan ciuman ringan, membuat si empunya tertawa kecil.
"Ya bisa dipake tapi kan belum ada sabun sama yang lain," sergah Barra sambil merengut.
Farez tersenyum dan berpikir, ia semakin menempelkan tubuh keduanya, bertumpu pada salah satu siku. Sontak Barra mendongak, "Eungghh! Rezh! Keluarin dulu!"
"Bentar hmmm," lirihnya. Ia mengelus pipi Barra pelan, "Kita bilas aja, habis itu bersih-bersih di studio ya."
"Jorok kamu!" Ledek Barra sambil tertawa.

KAMU SEDANG MEMBACA
OH! MY SEDUCTIVE NERD! (FORCEBOOK Lokal Ver.)
RomanceMenceritakan seorang pria player yang sayangnya berwajah cantik, bernama Barra dan dikenal suka berganti pasangan di setiap minggunya, tak peduli pria atau wanita. Namun suatu hari, dirinya terpaku dengan sosok pria berkacamata yang tengah duduk di...