WARNING ‼️‼️
EXPLICITE CONTENT!
LITTLE BDSM, SQUIRTING, SLAPPING
ALL ABOUT SEX 😘😚****
Barra membuang tisu yang ia pakai, kemudian meremat pinggiran troli makanan itu dengan jantung berdebar. Dia harus menjawab apa?
"Uhh? Itu... Nggak ngapa-ngapain kok, Yang," ucap Barra dengan terbata.
Farez mengernyit, masih terdiam di posisinya. "Terus ngapain tadi nunduk di situ? Ngebersihin apa?"
Barra menatap troli makanan tadi, lalu menatap Farez, "Ehmm, tadi aku nggak sengaja nyenggol. Jadi minumannya ada yang tumpah dikit, aku bersihin."
Farez kemudian berjalan pelan mendekati Barra, sedangkan Barra semakin was-was. Dia sungguh takut jika Farez tahu dirinya berbohong. Saat semakin dekat, Farez mencondongkan tubuhnya ke arah Barra, membuat Barra memejamkan matanya sejenak.
"Kenapa kamu takut gitu?" Lirih Farez.
Barra pun membuka matanya perlahan, bisa ia lihat tubuh bagian atas Farez yang melewati dirinya dan mengambil kopi di belakang Barra. Farez menatap kopi tersebut sebentar, kemudian sudah ingin meminumnya. Namun gelas itu berhenti tepat di depan bibir Farez, ia berganti menatap Barra.
Barra terkejut saat Farez mendekatkan gelas kopi itu padanya, "Apa?"
"Mau coba?" Tanya Farez lirih dengan suara beratnya.
Barra panik tentu saja, dirinya menggeleng cepat, "Nggak, Rez! Aku nggak suka kopi item kan."
Farez tersenyum, "Aku nggak pesen espresso, aku pesen americano. Biar kamu bisa coba, nggak terlalu pahit."
"Nggak, Rez," tolak Barra. Ia masih berusaha agar Farez tidak memaksanya untuk meminum itu.
"Minum," ucap Farez. Kali ini tetap lembut, namun bisa Barra rasakan ada penekanan di sana. Farez yang seperti ini malah membuatnya takut.
"Kenapa diem aja? Nggak ada racun kan di kopi ini?" Tanya Farez dengan senyum miring, sontak Barra menggeleng.
"Mati gue! Gue harus gimana!?" Pekik Barra dalam hati.
"Ya udah kenapa takut gitu, ini cuma kopi, Babe," ucap Farez. Ia masih terus menyodorkan gelas kopi itu pada Barra.
Barra memejamkan matanya sejenak, dengan ragu menerima gelas tersebut. Farez tersenyum, memberikan gestur dari wajahnya agar Barra segera meminumnya. Setelah terdiam beberapa saat, akhirnya Barra meminum kopi tersebut. Tak banyak hanya 3 tegukan, karena Farez yang terus menatapnya intens.
Setelahnya ia memberikan gelas tersebut pada Farez, kemudian ia terduduk lemas di pinggir ranjang. Ia menatap lantai dengan pandangan kosong.
"Ini ntar gue bakal nggak papa, kan?" Batin Barra.
Dirinya melihat Farez yang tersenyum padanya, mengembalikan gelas tersebut ke troli. Kemudian duduk di kursi sofa, masih dengan menatap Barra.
"Kamu nggak jadi mandi?" Lirih Barra.
Farez hanya tersenyum, kemudian menggelengkan kepalanya pelan.
Selama beberapa menit sama-sama terdiam, Barra mulai bergerak tak nyaman. Tangannya meremat sprei erat.
"Ini obatnya udah bekerja apa, ya. Sialan panas banget badan gue!" Teriaknya dalam hati.
Ia menatap Farez yang malah fokus pada ponselnya, Barra mengatupkan bibirnya rapat. Keringat mengucur di keningnya. Bahkan tangannya semakin meremat sprei yang ia duduki, nafasnya mulai memburu. Ia masih mencoba menahan tubuhnya sendiri.

KAMU SEDANG MEMBACA
OH! MY SEDUCTIVE NERD! (FORCEBOOK Lokal Ver.)
RomanceMenceritakan seorang pria player yang sayangnya berwajah cantik, bernama Barra dan dikenal suka berganti pasangan di setiap minggunya, tak peduli pria atau wanita. Namun suatu hari, dirinya terpaku dengan sosok pria berkacamata yang tengah duduk di...