*****
Yuwa bingung, dirinya mengirim pesan pada Barra sejak tadi, namun tidak ada balasan sama sekali.
"Barra kemana sih?" Lirihnya.
Yuwa menggaruk tengkuknya, "Masa iya udah tidur. Tadi sore pas dia di taksi masih bales chat gue."
Akhirnya karena lama menunggu, Yuwa berpikir jika Barra sedang sibuk. Jadi ia meletakkan ponselnya kembali di atas meja, "Tidur mungkin. Udah lah besok juga ketemu."
*****
Keesokan harinya, Farez berusaha mengajak Barra bicara.
"Bar," panggilnya pelan. Namun kekasihnya itu malah menyibukkan diri dengan dua piring nasi goreng yang ia buat.
Sejak semalam Barra sama sekali tak ingin berbicara dengannya, Farez yakin jika kekasihnya ini sangat marah. Bahkan Barra tidur membelakanginya sepanjang malam.
"Bar, kita musti ngomong bentar. Jangan kayak gini," ucap Farez masih mencoba membujuk Barra.
Barra melirik sebentar, "Harusnya kamu pikirin itu sebelum nuduh aku sebegitunya." Setelah selesai, Barra memasukkan satu piring nasi goreng ke tempat makan yang sudah ia siapkan. Kemudian memberikan piring lainnya pada Farez, "Kamu sarapan dulu. Aku ntar aja di tempat magang." Setelahnya ia pergi ke kamar mandi.
Farez mengusak rambutnya kasar, Barra bahkan benar-benar tak ingin melihat ke arahnya. Dirinya menatap piring nasi goreng yang berada di depannya.
"Bahkan Barra masih mikirin gue," batin Farez.
Dirinya menumpu kepalanya sendiri di atas meja, termenung dengan pikirannya sendiri. Seharusnya ia tidak terbawa emosi kemarin.
Setelah beberapa saat, pintu kamar mandi terbuka. Farez sedikit terkejut, ketika melihat Barra yang sudah berganti pakaian. Biasanya kekasihnya itu akan mengganti pakaiannya di dalam kamar, dengan sedikit menggodanya.
Farez menyadari, Barra benar-benar kecewa padanya.
"Yang," panggil Farez lagi. Dirinya masih mencoba mengajak Barra untuk berbicara. Akhirnya ia memegang tangan Barra pelan, "Aku minta maaf," ucapnya lirih. Barra menatap cekalan tangan Farez, kemudian melepaskannya pelan.
"Aku udah siang, ada project baru di kantor. Aku disuruh bantu sama Kak Meta," ucap Barra pelan. Ia segera merapikan penampilannya, kemudian menyiapkan nasi goreng tadi dan memasukkannya ke dalam sebuah paperbag kecil.
"Aku anterin ya, please," mohon Farez.
Barra menggeleng, kemudian mengambil tas dan perlengkapan yang lain. "Aku naik taksi aja, kamu mending siap-siap juga, nanti telat," ucapnya pelan. Setelahnya Barra keluar dari kamar asrama.
Farez meremat rambutnya kuat, kemudian meninju udara karena kesal. Farez kesal dengan dirinya sendiri. Sungguh dirinya khawatir dengan kekasihnya.
Setelah beberapa saat berpikir, Farez mengingat sesuatu. Dirinya segera meraih ponselnya, kemudian menghubungi nomor Yuwa.
"Halo,"
*****
Yuwa mendelik mendengar seluruh ucapan Farez. Tubuhnya sedikit bergetar, jadi Farez belum mengetahui apapun?
"Gue pikir lu udah tau, Rez," lirih Yuwa.
"Gue nggak tau apapun, Yu. Gue aja bingung pas lu kirim foto itu. Makanya sekarang gue mau tanya ke lu. Sebenernya ada apa sama laki-laki itu. Barra nggak cerita apapun sama gue, Yu. Dia bener-bener marah sama gue," jawab Farez.

KAMU SEDANG MEMBACA
OH! MY SEDUCTIVE NERD! (FORCEBOOK Lokal Ver.)
RomanceMenceritakan seorang pria player yang sayangnya berwajah cantik, bernama Barra dan dikenal suka berganti pasangan di setiap minggunya, tak peduli pria atau wanita. Namun suatu hari, dirinya terpaku dengan sosok pria berkacamata yang tengah duduk di...