Chapter 98 (Happy)

446 36 11
                                    

*****

Barra membuka matanya perlahan, sebelum akhirnya merenggangkan tubuhnya yang lumayan kaku.

"Eungghhh," lenguhnya. "Kok gerah banget," lirihnya. Ia lalu menyadari jika masih memakai onesie kelinci miliknya, juga sebuah tangan yang melingkari perutnya erat dari belakang.

Barra menoleh ke belakang, tersenyum menatap Farez yang masih terlelap. Dia jadi ingat jika semalam kekasihnya itu mengeluh lelah dan memintanya untuk memakai onesie, lalu berakhir dirinya digunakan sebagai guling, sampai pagi ini.

Barra menepuk tangan Farez pelan, "Rez, bangun..."

"Farez..." Panggilnya lagi.

Kekasihnya itu mengeratkan peluk, "Apa Babe..."

"Ayo bangun, gerah tau. Katanya mau ke kampus agak pagi daripada kemarin," ingat Barra.

Farez malah mendusalkan wajah pada leher belakangnya, "Aku masih ngantuk Barra, tidur lagi aja. Jam berapa sih?" Matanya masih terpejam.

"Ya udah kamu tidur aja lagi nggak papa, tapi aku mau bangun Rez," rengek Barra. "Aku mau mandi, gerah," lanjutnya lagi.

Barra yang gemas karena Farez tidak mau mendengarkannya pun terus mengganggu dan menggelitik telinga, juga menutup hidung Farez.

"Bangun nggak!" Gumamnya sambil tertawa kecil.

Kesal karena terus diganggu oleh Barra, Farez bangkit dari tidurnya sembari mengangkat tubuh kekasihnya itu, mendudukkan Barra di pangkuannya. Sontak Barra memekik terkejut dan langsung mengalungkan tangannya di leher Farez.

"Why has this little bunny been so michievous these days huh? Nggak ngerti aku masih ngantuk apa?? Hmmm!!" Gemasnya sambil menggelitik leher Barra dengan hidungnya.

Sontak Barra mendongak dan terbahak sejadinya, begitu juga Farez yang terus mencondongkan tubuhnya, masih setia menggoda Barra, tangannya menahan punggung Barra agar tidak terjengkang ke belakang.

Kenapa dirinya jadi seperti memangku dan menggoda seorang bayi.

"Farez stop!!! Hahahahaha," gelak Barra.

Farez lalu menangkup wajah Barra hingga pipinya tergencet, "Kenapa gemesin sih? Besok aku beliin onesie yang banyak ya. Jadiin koleksi."

"Apaan coba, masa onesie jadi koleksi," jawab Barra sambil tertawa, membiarkan Farez menguleni pipinya.

"Pakenya sama aku aja dong Babe," ucap Farez sambil tersenyum jahil.

Barra menggelengkan kepalanya pelan, "Huhhhh, mau mandi nggak?"

"Mandi..." Jawab Farez sambil menaik-turunkan alisnya.

Sedangkan Barra hanya mendengus dan memutar bola matanya malas.

*****

"Yang, segini cukup?" Tanya Barra sambil menunjukkan kotak bekal berisi sandwich yang baru saja ia buat pada Farez.

Farez menoleh dan tersenyum, "Cukup Sayang. Makasih ya."

"Ini beneran nggak sarapan dulu?" Tanya Barra sambil memasukkan kotak bekal tadi ke dalam paperbag. Ia sendiri sibuk mengunyah nasi gorengnya, hanya membuat satu porsi karena Farez memilih dibuatkan sandwich.

"Iya sayang, biar aku makan di studio nanti. Kamu mau berangkat sekalian?" Tanya Farez sambil mengambil ranselnya.

Barra menatap jam tangannya, "Iya ayo deh sekalian, bentar." Ia segera membereskan meja makan dibantu oleh Farez dan menyambar ranselnya sendiri.

OH! MY SEDUCTIVE NERD! (FORCEBOOK Lokal Ver.)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang