****
"Jadi kita sewa resort di pantai gitu?" Tanya Kris sambil memakan makan siangnya di kantin utama kampus.
Farez mengangguk, "Gue udah merencanakan ini sama Ervin beberapa bulan yang lalu. Cuma kan sekarang nggak cuma gue sama Ervin, sekarang ada banyak orang." Kemudian Farez menatap Ervin yang tengah menggelengkan kepalanya, melihat Barra dan Cashel yang malah merebutkan snack yang dibeli oleh Yuwa.
Farez tertawa kecil sambil menggaruk keningnya.
"Heh!! Ini lagi ngobrol, ribut mulu!" Sentak Yuwa. Cashel dan Barra pun berhenti dengan Cashel yang berhasil menguasai seluruh makanan, membuat Barra merengut.
"Ntar beli sendiri," ucap Farez geli. Tangannya mengusap rambut Barra pelan.
Beberapa hari terakhir, keseharian mereka berjalan seperti biasa. Pulang pergi ke kampus, tugas dan juga persiapan untuk ujian. Barra juga menjadi sering berkunjung ke rumah Farez karena permintaan sang Mama. Hal itu membuat dirinya menjadi bahan godaan sang Ayah.
Apalagi Dareen yang juga telah mengenalkan Yuwa dan lagi-lagi membuat Ayah dan Ibunya gemas. Terkadang Farez dan Dareen heran, yang anak ibunya itu mereka, apa Yuwa dan Barra.
Akhirnya Barra menyandarkan kepalanya pada pundak Farez. Keduanya juga masih sama, masih sering menjadi bahan perbincangan di base kampus. Apalagi Farez yang memutuskan membuka kunci akunnya, karena Barra yang marah.
"Akun digembok mulu, malu ya sebenarnya pacaran sama gue!" Ucap Barra waktu itu.
"Kurang 2 Minggu lagi berarti, boleh sih. Udah lama nggak liburan," ucap Sakti.
"Heleh, yang kemarin pergi ke puncak berdua siape ya?" Sontak ucapan Barra membuat Sakti dan Kris salah tingkah.
"Kita kan butuh buat segerin otak sebelum ujian," jawab Kris.
Barra mecebikkan bibirnya, "Nyegerin apaan, bilang aja mau ngew—" Farez segera membekap mulut Barra sebelum kata-kata mutiara keluar. Membuat yang lain tertawa.
"Kalau kalian oke, gue bisa booking beberapa kamar dari sekarang," ucap Ervin.
"Gue sih oke aja, tapi boleh nggak misalkan gue ajak Dareen. Boleh nggak Rez, gue ijin ke kakaknya dulu nih," tanya Yuwa kepada Farez, berharap sekali agar Dareen diperbolehkan untuk ikut. Bagaimanapun ia tak ingin sendirian saat teman-temannya pergi bersama kekasih mereka.
"Lu tenang aja, tanpa diminta juga Dareen bakal ikut." Jawaban Farez pun membuat Yuwa senang. Sedangkan yang lain pun menganggukkan kepalanya setuju.
"Eh katanya Maya mau ikut," sela Ervin.
"Sama Noni?" Tanya Farez.
Ervin mengangguk, "Katanya sih iya, tapi ntar dia bakal ngehubungin lagi kalau oke. Gampang deh ntar gue tanyain lagi."
"Terus lu jadi kak, pindah ke asramanya Barra?" Tanya Cashel penasaran. Pasalnya beberapa hari yang lalu, Barra mengatakan jika Farez berencana untuk pindah ke asrama.
"Kemungkinan Minggu depan, tapi gue ikut pindah kamar," jawab Barra.
"Eh ngapain ikut pindah kamar?" Tanya Kris dengan kening mengernyit.
Barra mengulum bibirnya, mana mungkin ia mengatakan jika itu permintaan ibu Farez. Bisa habis digoda ia dengan yang lain. Namun kemudian jawaban Farez membuatnya mendelik.
"Mama yang nyuruh, gue disuruh sekamar aja biar bisa jagain dia, tapi jelas nggak cukup kalau di kamar yang lama. Belum lagi peralatan gue ntar, jadi terpaksa pindah kamar yang tipenya lebih luas. Masih di kompleks yang sama kok."

KAMU SEDANG MEMBACA
OH! MY SEDUCTIVE NERD! (FORCEBOOK Lokal Ver.)
RomanceMenceritakan seorang pria player yang sayangnya berwajah cantik, bernama Barra dan dikenal suka berganti pasangan di setiap minggunya, tak peduli pria atau wanita. Namun suatu hari, dirinya terpaku dengan sosok pria berkacamata yang tengah duduk di...