♥️♥️
Sangat disarankan untuk mendengarkan musiknya 🤍💐*****
"Barra...."
"Hey, Barra. Bangun sayang..."
Barra mengernyit ketika mendengar suara lembut yang seperti memanggil dirinya, matanya terbuka perlahan.
Samar ia bisa melihat siluet seseorang yang duduk di sebelah tempat tidurnya, Barra mengucek matanya pelan lalu tersentak dan duduk dalam sekali sentakan.
"Barra bangun...."
Bibir Barra bergetar, tak percaya dengan apa yang ia lihat.
"Bunda...." Lirihnya hampir berbisik.
Wanita paruh baya itu terlihat tersenyum di sana, "Hey..."
Barra tersenyum haru, tangannya terangkat mencoba menyentuh siluet Sang Ibu yang duduk di depannya. Matanya mendelik ketika bisa merasakan ia bisa menggenggam tangan wanita yang sangat ia rindukan itu.
"Ini beneran Bunda?" Lirihnya hampir terisak.
"Barra kenapa belum bangun, nggak siap-siap?" Lirih wanita itu sambil tersenyum.
"Bunda beneran datengin Barra?"
Wanita itu mengelus rambut Barra pelan, membuat si empunya memejamkan sejenak. Sebelum akhirnya balas menggenggam tangan Barra, "Bunda mau ngomong sesuatu sama Barra..."
Barra terdiam menunggu.
"Bunda nggak pernah marah sama Barra, Bunda di sana bahagia lihat Barra banyak yang sayang. Maafin Bunda ya sayang, harusnya Bunda bisa terus dampingin Barra, tapi nampaknya takdir berkata lain," ucap wanita itu sendu.
Barra menggeleng pelan, entah kenapa bibirnya seperti terkatup dan tidak mampu untuk bersuara.
"Bunda cuma mau pesen sama Barra, bahagia terus ya Nak. Bahagia sama pilihan Barra, Bunda bersyukur Barra banyak yang jaga, Bunda merestui Barra sama pilihannya Barra," ucap wanita itu tulus.
Bibir Barra mencebik, air matanya mulai menetes.
"Bunda... Bunda dateng kan?" Lirihnya penuh harap.
"Inget ini, di manapun Barra berada, di manapun Barra melangkah, Bunda ada di sini...." Ucapnya sambil tersenyum dan menunjuk dada Barra pelan. Ia mengelus pipi Barra pelan, "Sekarang Barra bangun, siap-siap ya."
Barra menggenggam tangan Ibunya erat, "Barra kangen...."
"Bunda selalu di sini kok, sama Barra..." Wanita itu menangkup pipi Barra, sebelum akhirnya mengecup kening Barra pelan. Barra menikmati afeksi itu, ia memejamkan matanya.
******
Barra tersentak dan membuka matanya cepat, ia terduduk dengan nafas yang memburu. Keringat sebiji jagung menetes di pelipisnya, "Bunda...." Lirihnya.
Matanya menatap ke segala arah mencari sosok yang baru saja mengajaknya bicara. Sejenak Barra menyadari sesuatu, "Gue... Cuma mimpi?"
Ada perasaan sedih di hatinya, ia kembali menatap ke arah sebelah, menemukan pigura berisi foto mendiang Sang Ibu yang menemaninya tidur semalam. Ia menatapnya sendu, sebelum akhirnya di detik berikutnya tersenyum haru dan meraih pigura itu. Barra memeluknya erat, "Makasih Bunda... Makasih..." Ia yakin, Bundanya selalu menemani langkahnya.
Barra menatap ke arah depan, tersenyum mengingat hari bersejarah yang akan ia dapat hari ini.
******

KAMU SEDANG MEMBACA
OH! MY SEDUCTIVE NERD! (FORCEBOOK Lokal Ver.)
RomanceMenceritakan seorang pria player yang sayangnya berwajah cantik, bernama Barra dan dikenal suka berganti pasangan di setiap minggunya, tak peduli pria atau wanita. Namun suatu hari, dirinya terpaku dengan sosok pria berkacamata yang tengah duduk di...