*****
Mobil putih melaju dengan kecepatan sedang di jalan raya sore itu. Dua pria di dalamnya terlihat sama-sama terdiam, mereka adalah Farez dan Barra.
Farez menoleh pada kekasihnya yang terdiam sejak tadi siang, "Kenapa, Sayang?" Tanyanya pelan saat mobil mereka berhenti di lampu merah.
"Nggak papa kok," jawab Barra lirih.
Farez tersenyum kecil, menyentuh dagu Barra agar menatap ke arahnya, "Kalau emang nggak papa, nggak mungkin pacar aku diem kayak gini. Ada apa hmm?"
Barra pun merengut dan menunduk, "Ayah apa lupa ya sama ulang tahun aku?"
Farez mengernyit, "Kenapa kok ngomong gitu?"
Barra menatap Farez, "Dari pagi tadi sebenernya aku nunggu banget Ayah telfon atau chat aku buat ngucapin, tapi sampe sore gini bahkan Ayah nggak ngehubungin aku sama sekali."
Farez tersenyum, kemudian mengelus pipi Barra lembut sebelum kembali menginjak pedal gas, "Nggak mungkin Om lupa, Sayang. Mungkin cuma belum sempet ngehubungin kamu aja, atau mungkin pengennya ngucapin secara langsung?"
Mendengar jawaban Farez, Barra terdiam kemudian menghela nafas pelan. Tidak ingin moodnya berakhir jelek di hari bahagianya seperti ini. Ia kemudian menatap ke arah luar mobil, menyadari sesuatu. "Ini mau kemana sih, Yang?" Tanya Barra penasaran.
Farez tersenyum, "Ada deh.."
"Ihhh, pake rahasia-rahasiaan. Kemana, Re,???" Tanya Barra gemas kemudian mencubit pipi Farez.
Farez tertawa, "Aduh, iya ini bentar lagi nyampe loh, Babe."
Beberapa menit kemudian, mobil mereka memasuki sebuah bangunan hotel besar di pusat kota. Barra mengernyit Kemudian menatap Farez, "Ngapain ke hotel?"
"Mau nginep?" Ucap Farez sambil menaik turunkan alisnya. Wajah Barra memerah kemudian memukul pundak Farez main-main, "Ihhh apa sih, Rez. Aku serius ini!!"
Farez tertawa kecil, "Ntar kamu tau sendiri, Sayang."
Bibir Barra mengerucut, kemudian menuruti kemauan Farez. Sesampainya di basement, mereka keluar dari mobil. Barra sedikit tertegun melihat penampilan Farez yang terlihat tampan di matanya hanya karena kaos polo putih, yang mencetak jelas lekuk tubuhnya. Memikirkan itu, wajah Barra memerah sendiri.
"Kenapa diem di situ? Ayo, Babe!" Panggil Farez.
Barra gelagapan, "O-Oh iya bentar." Barra memperbaiki letak bajunya kemudian berlari kecil menghampiri Farez. Farez pun langsung merangkul pinggang Barra dan mengajaknya untuk masuk ke dalam. Saat memasuki lift, Barra menoleh pada Farez, "Rez ini beneran mau kemana? Kamu jangan bikin penasaran napa sih!"
Farez tersenyum kemudian mengecup bibir Barra pelan, "Sabar dong, bentar lagi juga tau. Bawel banget sih, gemes!" Ucapnya kemudian menangkup pipi Barra dengan satu tangan sampai bibirnya makin mengerucut.
Barra menatap lantai yang dituju Farez.
27.
Ketika pintu lift terbuka, keduanya disuguhkan dengan sebuah lantai yang cukup luas dan kaca lebar yang membuat siapapun bisa melihat pemandangan dari atas sini. Hanya beberapa orang yang lalu lalang di sini.
Farez mengajak Barra untuk mendekat ke arah kaca tersebut.
"Wiihhh, bagus banget lihat perkotaan dari sini!" Takjub Barra. Dia dulu sering diajak oleh sang Ayah jika ada pekerjaan di luar kota. Ia akan ikut jika ia mau, tapi jarang sekali mendapatkan kamar di lantai atas begini. Jadi yang seperti ini adalah hal baru untuknya.

KAMU SEDANG MEMBACA
OH! MY SEDUCTIVE NERD! (FORCEBOOK Lokal Ver.)
RomanceMenceritakan seorang pria player yang sayangnya berwajah cantik, bernama Barra dan dikenal suka berganti pasangan di setiap minggunya, tak peduli pria atau wanita. Namun suatu hari, dirinya terpaku dengan sosok pria berkacamata yang tengah duduk di...