******
Farez yang baru keluar dari kamar mandi, tersenyum lebar menatap Barra yang masih tertidur lelap. Semalam mereka berdua pulang hampir jam 2 pagi, karena Barra ingin menghabiskan waktu lebih lama di sana.
Dirinya menatap jam dinding, "Kemarin bilang katanya mau ke kampus."
Akhirnya ia memutuskan untuk mendekat ke arah tempat tidur, mengelus kepala Barra pelan, "Sayang?"
Barra tidak merespon apapun, namun malah mengeratkan selimut yang ia pakai, "Barra... sayang? Bangun, katanya mau ke kampus," ucapnya sambil menggoyangkan tubuh Barra pelan.
"Eungggh, aku masih ngantuk Rez..."
"Udah siang sayang, ayo aku anterin. Aku libur hari ini," ucap Farez.
Barra membuka matanya pelan, "Kok libur lagi?"
"Ehmm, nggak tau tadi pagi-pagi dapet chat dari pak Niko," ucap Farez kemudian mendudukkan dirinya di sebelah Barra. "Ayo bangun sayang," ucapnya lagi sambil mengelus tangan Barra pelan.
Barra merenggangkan tubuhnya, kemudian terdiam melamun beberapa saat. Farez tertawa kecil melihatnya.
Sedetik kemudian Barra tersenyum lembut dan memeluk pinggang Farez.
"Eh kenapa?" Tanya Farez.
Barra menggeleng, ia tengah mengingat kejadian semalam. Salah satu kejadian paling membahagiakan di hidupnya. Farez ikut tersenyum, semalam adalah hari yang berarti untuknya dan Barra. Ia sendiri juga tidak menyangka bisa mencintai seseorang sedalam ini. Bahkan itu adalah Barra, orang yang sempat ia benci.
Farez mengelus kepala Barra yang berada di pangkuannya, "Aku juga bahagia."
Barra mendongak, kemudian bangkit dan mengecup pipi Farez cepat, "Makasih ya, Rez."
"Makasih juga udah hadir di hidup aku ya, Bar," balas Farez.
Barra masih setia tersenyum, Farez sudah ingin mendekatkan bibir keduanya, namun Barra langsung menghindar dengan cepat, "Aku mau mandi dulu aja!"
"Barraaa..." geram Farez membuat Barra berlari sambil tertawa.
*****
"Kamu lama di kampus hmm?" Tanya Farez yang masih fokus pada jalan.
Barra menoleh, "Nggak, Sayang. Bentar doang, ngasih laporan sama ketemuan sama Yuwa. Kenapa?" Ucap Barra menoleh.
"Aku tungguin aja deh," ucap Farez.
"Ya emang kalau nggak nungguin, kamu mau kemana hmm??" Tanya Barra menyelidik.
Farez tertawa kecil, "Nggak kemana-mana sayang. Ntar mau nemuin klien kalau jadi."
"Aku ikut ya!!" Ucap Barra sumringah.
"Nggak papa ikut?" Tanya Farez. "Ntar mungkin agak lama loh, bosen nggak?"
Barra menggeleng dan merengut, "Nggak papa, ya masa aku mau kamu tinggal di asrama sendirian lagi."
Farez tertawa dan mengelus kepala Barra pelan, "Ya udah ntar ikut aku, hmm."
Farez memarkirkan mobilnya di pelataran kampus, Barra masih fokus pada ponselnya, "Ini Yuwa kemana coba?" Gumamnya.
"Belum nyampe anaknya?"
Barra menggeleng, "Nggak tau, yang. Tadi pagi katanya udah mau siap-siap. Malah nggak ada kabar sekarang."
"Ya udah tunggu sini aja dulu," Farez melepaskan seatbeltnya, "Babe, aku turun dulu ya. Mau ngecek, tadi kayaknya aku ngerasain ban belakang agak kempes."

KAMU SEDANG MEMBACA
OH! MY SEDUCTIVE NERD! (FORCEBOOK Lokal Ver.)
عاطفيةMenceritakan seorang pria player yang sayangnya berwajah cantik, bernama Barra dan dikenal suka berganti pasangan di setiap minggunya, tak peduli pria atau wanita. Namun suatu hari, dirinya terpaku dengan sosok pria berkacamata yang tengah duduk di...