Chapter 80 (Nara)

521 43 5
                                    

*****

BUUGGGGG

Suara benda jatuh membuat Barra tak mungkin untuk tidak terkejut, sontak matanya terbuka dan membuatnya langsung terbangun dari tidur dalam sekejap.

Ia melongo melihat Farez yang terduduk di lantai dengan selimut yang masih membungkus setengah tubuhnya. Jangan lupakan ekspresi bingung yang dikeluarkan oleh Farez.

"Kamu ngapain Yang??" Pekiknya.

Farez yang bingung pun segera menoleh pada Barra dengan linglung, "Aku jatuh dari kasur," lirihnya.

Barra tak bisa menahan tawanya, ia terbahak dan kembali merebah di atas tempat tidur, "Mimpi apa sih!?"

Sedangkan Farez yang mulai sadar pun mengusap wajahnya pelan, kemudian menumpukan kepalanya pada lipatan tangan yang ia tumpukan di pinggiran tempat tidur. Pundaknya terlihat berguncang karena menahan tawanya sendiri.

Barra memegangi perutnya sendiri, perutnya sakit karena menertawakan tingkah kekasihnya itu. Ini masih sangat pagi omong-omong. Ia kemudian mencoba duduk, menarik tangan Farez agar kembali ke atas tempat tidur, "Ayo sini!"

"Ada yang sakit nggak?" Tanya Barra dengan sisa tawanya. Ia meminta Farez kembali merebah.

Farez mengusap tangan dan bagian belakang tubuhnya pelan, "Tangan sama bokongku sakit Yang!"

"Hahahahaha, lagian ngapain sih!" Tawa Barra kembali pecah dan menyembunyikan wajahnya di dada Farez.

Farez menggaruk kepalanya sendiri, "Nggak tau, tadi kayaknya lagi di tangga kampus. Terus kaki aku kesandung, jatuh. Tau-tau udah di bawah tadi."

"Kecapekan kamu tuh, makanya sampe mimpi kayak gitu," ucap Barra. Ia berusaha menghentikan tawanya meskipun sulit, merasa kasihan juga dengan kekasihnya ini.

Sudah beberapa hari Farez seperti robot yang hanya tidur dalam hitungan jam. Setelah diskusi panjang tentang job yang ia terima, Farez malah semakin seperti seorang workaholic yang tidak tahu waktu. Hari-harinya hanya berputar pada studio dan kampus saja, di asrama pun ia masih harus berkutat dengan laptop untuk mengerjakan job yang ia terima agar selesai sesuai deadline.

Jujur saja Barra mulai khawatir, bahkan semalam ia harus memaksa Farez dan menyeretnya untuk segera pergi ke atas tempat tidur, saat waktu menunjukkan pukul tengah malam.

"Ntar nggak usah ke kampus gimana? Istirahat dulu di asrama," lirih Barra.

Farez mengernyit, "Jangan dong sayang. Lagian aku mau ke kampus, ngomongin pameran sama anak-anak. Barengan 11 orang soalnya."

"Jadi mau pamerin apa kamu?"

Farez menoleh, "Hmmm? Photo design, Ervin ambil video animasi. Belum tau yang lain, kalau Cashel..."

"Cashel bikin poster-poster gitu katanya Yang," lirih Barra.

"Ahhh iya itu, kalau kamu gimana?"

Barra terlihat berpikir, "Ehmmm aku? Aku ngelanjutin proyek kemarin, Yang. Buat maketnya paling aku bikin satu kawasan ruko gitu, setipe sama yang pernah aku kerjain di tempat magang dulu. Udah ada gambaran sih aku, udah percaya diri banget pasti bisa, tapi aku mau fokus sama sidang dulu ntar. Huhhhh," ucap Barra sambil menghembuskan nafas pelan.

Farez kemudian menatap ke depan, memijat keningnya pelan. Entahlah dirinya merasa sangat pusing dan jujur saja sedikit tertekan.

Barra yang merasa kekasihnya malah terdiam itupun akhirnya menoleh, ia tersenyum dan menangkup kedua pipi Farez agar menghadap ke arahnya, "Rileks sayang...."

OH! MY SEDUCTIVE NERD! (FORCEBOOK Lokal Ver.)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang