Chapter 33 (🔞🤏)

1.7K 54 2
                                    

WARNING CONTENT ‼️‼️
🔞🔞
HANDJOB, BLOWJOB, NIPPLE PLAY

****

Barra mengikuti langkah Farez untuk masuk ke dalam bioskop, dirinya tengah sibuk melihat sekitar.

"Mau nonton apa hmm?" Tanya Farez kemudian merangkul pinggang Barra.

"Film apa ya yang lagi rame sekarang. Kamu mau nonton Barbie?" Tanya Barra dengan wajah polosnya.

Farez memasang wajah pasrah, "Babe, jangan Barbie dong." Sedangkan Barra tertawa, "Bentar aku cek di website mereka dulu, Yang."

"Nih, Yang. Mau nonton Newness apa THE NEXT 365 DAYS? Kalau aku pengen yang kedua sih, penasaran sama lanjutan season pertama," ucap Barra sambil menunjukkan layar ponselnya.

Farez memasukkan tangannya ke saku celana jeans yang ia pakai, kemudian ikut memperhatikan layar ponsel milik Barra.

"Boleh, nonton itu aja," ucapnya.

Barra tersenyum sumringah, "Ya udah kamu tunggu sini bentar, aku beli tiketnya dulu ya?" Farez sudah ingin mencegah, namun kekasihnya itu sudah berjalan cepat ke arah booth penjualan tiket. Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tertawa kecil.

Beberapa lama kemudian, Farez terkejut karena Barra yang kembali dengan kesusahan karena membawa cemilan. Ia pun berjalan cepat ke arah kekasihnya itu, "Kenapa dibawa semua sendiri sih, tadi kan bisa minta tolong aku." Ia mengambil beberapa camilan yang dibawa oleh Barra.

Barra tertawa kecil, "Hehe, tadi sekalian pikirku. Ya udah masuk, yuk. Udah mau mulai juga filmnya."

Farez dan Barra memasuki salah satu ruangan bioskop, keduanya kebetulan mendapatkan kursi paling belakang dan di ujung. Farez sedikit tersenyum lega, karena dirinya sendiri jarang melakukan aktivitas seperti ini. Dulu apalagi, sangat tidak nyaman menurutnya harus menonton film bersama banyak orang. Untung saja hari ini lumayan sepi.

Mereka berdua mulai menyamankan duduknya. Sedangkan Barra kembali fokus pada ponsel sebelum film benar-benar dimulai.

"Ngelihat apa, Babe. Serius banget?" Tanya Farez penasaran. Pasalnya Barra tersenyum sendiri sambil terus menatap ponsel.

Barra menoleh, "Ehmm? Nggak. Ini lagi chat sama Yuwa." Barra menunjukkan layar ponselnya sambil tertawa kecil.

Beberapa waktu kemudian, Barra memasukkan ponselnya di saku jaket yang ia pakai. Ia mulai fokus dan menikmati film yang sedang diputar, begitu juga Farez. Barra menyandarkan kepalanya di pundak Farez, membuat Farez menoleh dan mencium puncak kepala Barra pelan.

"Ihhh, ngapain cium-cium," ucap Barra mendongak sambil menggoda Farez.

Farez tersenyum miring, kemudian mengecup bibir Barra pelan. Barra langsung menyembunyikan wajahnya di pundak Farez, sial... wajahnya memanas.

"Ngapain sembunyi sih, ini nggak kelihatan," ucap Farez kemudian tertawa karena tindakan Barra.

Kemudian keduanya kembali fokus menghadap layar, bisa Barra lihat Farez yang mulai tidak fokus dan bergerak tak nyaman saat adegan di pantai mulai diputar.

Barra melirik dengan senyum miring.

"Pacar gue sange apa ya?" Ucapnya dalam hati.

Barra masih menahan senyumnya, kemudian berpura-pura bertanya pada Farez, "Kamu kenapa, Yang?"

Farez menoleh, berusaha memasang wajah baik-baik saja, "Nggak papa kok, Babe. Cuma.... ehm, aku ke toilet bentar boleh nggak?"

Barra mengernyit, "Ngapain ke toilet?"

OH! MY SEDUCTIVE NERD! (FORCEBOOK Lokal Ver.)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang