****
Barra terus melumat bibir Farez dengan nafsu. Bahkan kecupannya mulai turun ke arah leher dan belakang telinga Farez.
Tangan Barra tak tinggal diam, dia memberikan sentuhan seringan bulu dari dada bidang hingga perut berotot Farez. Saat akan menyentuh kejantanan milik Farez...
"Bar, stop!"
Farez segera memutar posisi dan bangkit dari ranjang.
"Rez!"
"Lu bilang lu suka sama gue kan!!" Sentak Barra.
Barra terdiam.
"Terus lu mau ngebuktiin apa ke gue dengan lu ngelakuin hal kayak gini!?"
Barra berdiri, "Gue mau lu tau kalau gue itu suka sama lu, Rez!"
"Dengan cara kayak gini!? Lu perlakuin gue sama kayak cowok-cowok yang dulu lu pake hah!?"
Barra menggeleng cepat, "Nggak Rez. Nggak gitu!"
"Apa yang lu omongin tadi itu bener?? Lu cuma mau bales dendam ke gue!?"
Barra terkejut, "Maksud lu apa sih Rez!"
"Gue denger semua omongan lu di kantin bareng Yuwa sama Cashel tadi. Apa itu tujuan lu ngedeketin gue selama ini!?"
Seketika wajah Barra pias, "Rez, dengerin gue dulu." Tangannya mencoba meraih Farez, namun Farez menghindar.
"Gue diem aja karena gue denger lu bilang, lu suka sama gue. Gue udah coba buat nggak nolak semua afeksi yang lu kasih ya Bar, tapi ternyata lu nganggep gue sama aja kayak cowok-cowok yang pernah muasin lu?" Amuk Farez.
Barra tak paham harus merespon bagaimana, dia terlampau terkejut mengetahui jika Farez mendengar seluruh pembicaraannya dengan Yuwa dan Cashel. Namun ia tak mau jika Farez salah faham, ia jujur jika mulai menyukai Farez. Ia tidak berbohong tentang itu.
Barra..
Hanya tidak mengerti bagaimana caranya untuk memulai."Kalau lu berhasil bikin gue ngelakuin hal tadi, apa yang bakal lu lakuin setelahnya!? NGEBUANG GUE!?" bentak Farez.
Barra memejamkan matanya erat, sungguh ia takut. Ia tak pernah melihat kemarahan Farez yang seperti ini.
"JAWAB GUE BAR!"
"IYA!!" Bentak Barra.
Farez terdiam, hatinya terkesiap saat mendengar jawaban Barra.
"Jadi—"
"Iya gue emang berniat buat bales dendam ke lu, gue berniat bikin lu bertekuk lutut sama gue. Gue emang niat buat ngebuang lu setelah gue bisa dapetin apa yang gue mau. Tapi itu dulu Rez!" Sentak Barra.
Bisa Farez lihat ada air mata menggenang di pelupuk mata Barra.
"Sekarang gue beneran suka sama lu. Gue nggak suka ada orang lain yang pengen deket sama lu. Gue nggak suka kalau ada yang berusaha cari perhatian lu. Gue awalnya juga nggak mau nerima perasaan ini, Rez! Gue juga nggak mau kayak gini!"
Farez memejamkan matanya erat, merasa tidak ada gunanya berbicara jika masih sama-sama emosi seperti ini. Semuanya terasa seperti omong kosong untuknya. Ia melepas lensa mata yang Barra bantu pakaikan tadi, kemudian melemparnya ke lantai.
Ia bergegas mengambil kacamatanya yang tergeletak di meja dan hendak memakai kemejanya yang masih basah.
Barra yang melihat Farez ingin pergi pun kelimpungan. Barra takut Farez benar-benar akan pergi dan tidak bisa ia raih lagi.
"Rez! Dengerin gue dulu!"
Farez tak merespon apapun. Air mata Barra mulai turun. Kemudian reflek dia berlari dan menubruk tubuh Farez dari belakang.

KAMU SEDANG MEMBACA
OH! MY SEDUCTIVE NERD! (FORCEBOOK Lokal Ver.)
RomanceMenceritakan seorang pria player yang sayangnya berwajah cantik, bernama Barra dan dikenal suka berganti pasangan di setiap minggunya, tak peduli pria atau wanita. Namun suatu hari, dirinya terpaku dengan sosok pria berkacamata yang tengah duduk di...