****
Barra memberengut, bibirnya kini mengerucut di hadapan Farez. Farez yang melihatnya menahan gemas, terlihat dari tangannya yang mengepal. Menahan agar tidak memakan pria yang merupakan kekasihnya ini di depan umum. Mereka masih ada di lingkungan kampus by the way.
"Janji besok deh, ya. Hari ini aku ada job sama Ervin hmmm," bujuk Farez.
"Tapi kemarin udah janji katanya hari ini pulang dari kampus," ucap Barra, masih dengan bibir yang mengerucut.
Farez tersenyum, "Ya gimana dong, baru dapetnya ini tadi. Ervin nggak nanya aku dikira aku free, jadi diiyain aja sama dia."
Barra menunduk, kemarin ia dan Farez telah membuat janji ingin membeli beberapa perabot tambahan untuk di asrama. Apalagi Farez yang semakin sering mendapatkan job memotret, mereka telah merencanakan akan pergi setelah pulang dari kampus.
Namun ternyata mendadak Ervin memberi kabar pada Farez, jika mereka mendapat tawaran yang sudah diiyakan oleh Ervin.
"Janji besok, hmmm?" Tawar Farez.
Beberapa saat terdiam, akhirnya Barra pun mengangguk.
Farez tersenyum kemudian menangkup pipi Barra, sampai pipi kekasihnya itu tergencet menggemaskan, "Lucu banget sih. Senyum dong, Sayang."
Akhirnya Barra tersenyum kecil dan memberikan flying kiss pada Farez.
"Eh eh eh! Tempat umum tempat umum!!" Suara Cashel menginterupsi mereka berdua. Memang keduanya tadi sedang berada di area taman dekat fakultas Farez.
Farez pun melepaskan pipi Barra, beralih pada Cashel yang ternyata sedang bersama Yuwa. Bisa Barra lihat ekspresi Yuwa yang cemberut.
"Kenapa lu??" Tanya Barra.
Yuwa kemudian beralih pada Farez, "Rez, adek lu napa ngeselin banget sih!"
Farez mendelik, "Lah napa lu keselnya sama gue."
Sedangkan Barra dan Cashel tertawa melihat perdebatan Yuwa dan Farez.
"Ya soalnya dia adek lu!" Sewot Yuwa.
"Emang kenapa sih?" Tanya Barra sekali lagi, masih menahan tawanya.
"Jadi tadi tuh Dareen telfon, minta Yuwa buat nginep di rumah. Gara-gara Dareen sengaja bilang ke nyokapnya, kalau Yuwa lagi kesepian di asrama sendirian. Padahal mah akal-akalan Dareen doang," ucap Cashel dengan sedikit tertawa.
"Ya lu bukannya seneng, berarti Mama khawatir kan sama lu. Perhatian orangnya," ucap Barra dengan tertawa.
"Ya tapi kan, Bar!! Ah lu mah nggak ngerti!" Ucap Yuwa putus asa.
"Jangan rusak adek gue ya, Yu," ucap Farez meledek.
Yuwa pun mendelik dan memukuli Farez dengan botol kosong yang ia temukan di samping meja tempat mereka duduk.
Sedangkan Barra terdiam, awalnya dia ingin menyuruh Yuwa untuk datang ke asramanya bersama Cashel. Jadi ada yang menemaninya malam ini. Namun sepertinya Yuwa tidak bisa.
Cashel?
Entahlah Barra berpikir jika Cashel akan menempel pada Ervin kali ini. Barra kan jadi ingin ikut juga, tapi Barra yakin Farez tidak akan mengizinkan.
Barra pun menghela nafas pelan, kemudian meminum minumannya. Sedangkan Farez tersenyum menatap Barra dari samping.
****
Cashel duduk di ruang tamu apartemen kecil milik Ervin, bibirnya mengerucut. Dia kesal omong-omong, tiba-tiba kekasihnya itu mendapatkan banyak DM dari orang-orang yang mengaku sebagai penggemar kekasihnya.

KAMU SEDANG MEMBACA
OH! MY SEDUCTIVE NERD! (FORCEBOOK Lokal Ver.)
RomanceMenceritakan seorang pria player yang sayangnya berwajah cantik, bernama Barra dan dikenal suka berganti pasangan di setiap minggunya, tak peduli pria atau wanita. Namun suatu hari, dirinya terpaku dengan sosok pria berkacamata yang tengah duduk di...