Chapter 122 (Counting🔞)

537 37 9
                                    

******

"Jadi gue harap kehadiran kalian semua di acara pernikahan gue sama Barra nanti," ucap Farez sambil tersenyum dan menggenggam tangan Barra di atas meja. Mereka semua memang sedang berkumpul di salah satu ruang VIP restoran.

Farez, Barra, para sahabat, juga ada Jes maupun Clei. Memang mereka berniat mengundang semua orang dalam jamuan makan malam ini, sekaligus mengundang mereka secara resmi.

Pernikahan mereka hanya tinggal menghitung hari.

Maya tersenyum sedih, "Gue bener-bener minta maaf banget, karena pas hari H ternyata gue ada seminar di luar kota," ucapnya hampir menangis, Nonnie merangkul kekasihnya itu.

"May, nggak papa. Kerjaan lu lebih penting, gue juga nggak mau kalau sampai lu ngerasa terbebani. Nyantai aja ya," ucap Barra.

"Nanti kalau di sana lagi free, gue usahain buat video call kalian ya," ucap Maya lagi sambil tersenyum.

"Gue tunggu," jawab Barra sumringah.

"Terus ini yang udah tunangan, kapan nyusul," goda Clei pada Kris dan Sakti.

Kris tersipu, "Bentar dulu lah Kak..."

"Aku ajak nyusulin belum mau dia," goda Sakti membuatnya mendapat pukulan sayang dari Kris.

"Tapi persiapan udah oke kan?" Tanya Ervin sambil meminum wine di gelasnya.

"Udah oke semuanya sih, tinggal 10% aja lah. Selebihnya udah aman," ucap Farez santai.

"Jadi malem ini, kita seneng-seneng aja dulu. Sebelum dua orang di depan kita ini makin susah diajak hang out bareng," ledek Yuwa.

"Emang kenapa tuh nanti?" Lanjut Nonii.

"Ya nanti kalau diajak hang out, jawabannya... Mending aku sama my hubby....." Ledek Cashel dengan nada dibuat-buat di akhir.

"Nggak salah tuh!!" Sahut Dareen dan disertai tawa yang lain.

"Kalau gini kan gue sama Clei juga bisa atur jadwal dari sekarang," ucap Jes.

"Lu musti di sini dari awal sampai selesai sih Bang! Gue maksa," ucap Farez sambil menunjuk Jes.

Setelahnya mereka kembali mengobrol, sampai semuanya tak bisa menahan tawa ketika Barra ambruk di sofa karena minum alkohol.

"Farez siniii!!" Rengeknya sambil menarik tangan Farez, sedangkan si empunya susah payah kembali berdiri.

"Barra...."

"Bar! Woy sadar woy!! Hahahahahaha," tawa Kris sampai terduduk di lantai. Sepupunya ini lucu sekali, sudah tahu toleransinya pada alkohol sangat kecil tapi masih nekat ikut minum.

"Kelonin!!!" Rengeknya lagi masih berusaha menarik tubuh Farez agar merebah bersamanya di atas sofa.

"Inget tempat Bar! Inget tempat!" Sentak Yuwa sambil tertawa, sedangkan yang lain ikut terbahak.

Farez terkekeh, "Ngomong yang baik coba, ntar aku turutin..." Ia masih berusaha menarik tangannya sambil menggoda Barra.

Sontak Barra memicing...

"OH GOD!!!" Pekik Farez. Ia terkejut bukan main, nyawanya seperti dicabut sesaat. Bagaimana tidak, bukannya ucapan manis menggemaskan yang ia dapatkan dari Barra, melainkan rambutnya yang dijambak dan ditarik kencang oleh tunangannya itu.

"SINI GAK LU REZ!!" Rengek Barra.

"Ya ampun!! Babe!! Astaga, aduh...." Ucap Farez berusaha melepaskan cengkeraman Barra. Sedangkan Dareen dan Clei berusaha membantu, "Barra! Woy! Hahahahaha."

OH! MY SEDUCTIVE NERD! (FORCEBOOK Lokal Ver.)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang