Chapter 89 (Cemburu)

570 40 8
                                    

*****

Barra menghitung kotak kardus di lantai, "Satu, dua, tiga....." Gumamnya. "Loh Rez! Ini kok kurang satu kotaknya?"

Farez yang tengah membereskan barang lain pun menoleh, "Kamu bilang yang itu ditinggal aja sayang, kan masih kamu kerjain di sini soalnya butuh ruang yang gede."

Barra menepuk keningnya sendiri, "Aku lupa!"

Farez tertawa kecil, kemudian menghampiri Barra dan menepuk puncak kepala Barra pelan, "Mikirin apa sih?"

"Mikirin kamu!" Jawab Barra centil sambil mengedipkan sebelah matanya pada Farez, sebelum akhirnya melanjutkan aktivitasnya. Sedangkan Farez tersipu sambil menggelengkan kepalanya pelan.

Hari ini memang keduanya tengah membereskan beberapa peralatan yang sudah tidak digunakan di studio. Setelah ini mereka akan pindah ke studio yang disediakan kampus, hari-hari mereka akan semakin padat, hanya beberapa yang mereka kerjakan di sini.

"Eungghhh!!" Lenguh Barra sambil melemparkan tubuhnya sendiri ke atas sofa dengan posisi tengkurap.

"Loh kok malah rebahan, ayo Barra tinggal dikit ini," petuah Farez.

Barra menoleh, "Bentar Rez, aku capek beneran tau."

Farez menghela nafas pelan dan menatap Barra dengan berkacak pinggang. Ia kemudian berjalan mendekati kekasihnya itu.

Plakkkk

"Aduh Rez!!" Pekik Barra ketika pantat sintalnya mendapat tamparan sayang dari Farez, "Sakitttt!" Dengusnya.

"Makanya ayo bangun hmmm!"

Plakkk

"Farez!!" Pekik Barra lalu segera terduduk dengan wajah memberengut membuat Farez terbahak.

"Ayo bangun Barra!!" Ajak Farez sambil menarik lengan Barra.

Astaga kekasihnya ini benar-benar.

Barra yang kesal pun tersenyum miring, uhhh awas saja ia akan mengerjai Farez.

"Eunggg pengen ditampar lagi," rengek Barra sambil menggoyangkan tangan Farez manja. Sontak hal itu membuat Farez mendelik, apalagi saat Barra tiba-tiba memegangi pinggulnya yang masih dalam posisi berdiri.

"Barra ngapain!"

"Ayo Daddy.... Slap me again," goda Barra, kali ini tangannya sudah meraih resleting celana Farez.

"Barra nggak usah aneh-aneh! Nggak selesai-selesai nanti!" Ucap Farez panik sendiri. Ia berusaha menampik tangan Barra yang semakin menjadi.

Sedangkan Barra masih terus mengerjai Farez dengan doe eyesnya, membuat Farez berusaha berjalan mundur dan menjauh. Namun kakinya ditahan oleh Barra.

"Barra!!"

"Eungggh, Daddy....." Panggil Barra lagi, kali ini ia duduk berjongkok sambil memeluk kaki Farez erat. Sungguh ia merasa puas bisa mengerjai kekasihnya ini. Tangannya masih merambat ingin menyentuh kejantanan Farez.

"Sayang!!!" Pekik Farez, tubuh Barra sontak ikut terseret langkah Farez yang semakin mundur. Barra masih terus memanggil Farez dengan manjanya, diiringi dengan tawa kecilnya.

"Kalian ngapain?"

Suara itu membuat keduanya menoleh, mendapati Dareen dan Yuwa yang melongo di ambang pintu. Bahkan gerakan Yuwa yang tengah memakan camilannya ikut terhenti.

Hal itu membuat Barra langsung melepaskan pegangannya di kaki Farez dan lekas berdiri.

"Hehe, nggak ngapa-ngapain cuma lagi bercanda aja," jawab Barra.

OH! MY SEDUCTIVE NERD! (FORCEBOOK Lokal Ver.)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang