Hujan di siang itu tak menghalangi Azizi atau Zee sapaannya untuk bermain basket. Di lingkungan sekolah yang mulai sepi karena di tinggalkan oleh penghuninya dia tampak santai bermain meski dia sendirian disana. Tadinya dia akan pulang bersama temannya, namun saat hujan tiba, dia urungkan niat pulang ke rumah dan memilih pergi ke gudang mengambil bola basket dan memainkannya sendirian.
Bugh
Bugh
Bugh
Lemparannya selalu masuk ke dalam ring dan kemudian bolanya akan jatuh lalu memantul ke segala arah. Zee berlari kesana kemari dengan rasa semangat nya seakan tengah berlomba.
Hawa dingin yang mulai menusuk itu membuat Zee menepikan dirinya dan duduk di bangku penonton. Mengatur nafas sebentar agar stabil kembali.
Saat tengah duduk melamun, tiba tiba hujan tak lagi mengguyur tubuhnya. Dia pun menoleh ke atas. Ternyata di atas kepalanya ada sebuah payung yang menghalangi hujan turun mengenai dirinya.
"Hay."
Sapa gadis yang membawa payung itu.
Zee hanya terkekeh kecil karena merasa lucu pada gadis yang memayunginya.
"Percuma. Aku udah basah semua."
Ujar Zee pada gadis itu.
"Setidaknya airnya ngga sampai ke hatimu."
Gadis itu pun duduk di sebelah Zee sambil terus memegang payung.
"Kenapa ikut duduk? Hujan loh."
Tanya Zee heran. Biasanya orang malas berada di tengah hujan, apalagi hujannya cukup deras seperti saat ini.
"Hujan kan cuma air turun, kalau batu baru aku menghindar."
Jawabnya.
Zee tertawa.
"Anak mana?."
"Hah?."
"Kamu sekolah disini kan?."
"Iya."
"Kelas berapa?."
"Aku kelas 10."
"Aku 12."
"Oh."
"Kenapa baru pulang? Les?."
"Ngga. Aku niatnya nunggu hujan reda, tapi malah tambah deras, jadi aku mau terobos aja."
"Mau pulang ya? Udah sana pulang aja. Aku gapapa kok. Lagian aku udah basah semua."
"Pulangnya kamu gimana? Deras banget."
"Aku di jemput, tapi supir aku kejebak macet jadi belum sampai. Paling bentar lagi."
"Oh. Aku temenin ya?."
"Ngga usah. Nanti kamu ikutan basah loh."
"Gapapa. Aku juga udah basah."
"Kalau gitu ngga usah di pakai payungnya."
Geram Zee.
"Ih, buku aku nanti basah."
"Taruh di tribun atas aja, sama tas aku tuh disana."
"Oh iya."
Gadis itu menaiki tangga menuju tribun atas dan meletakan tas dan juga payungnya di sebelah tas Zee yang sudah lama tergeletak disana.
"Terus gimana?."
Bingung gadis itu.
"Ya udah duduk aja disana."
Respon Zee.
"Kamu mau ngapain?."
"Aku mau lanjut main, mau ikut?."
"Main basket?."
"Iya. Bisa ngga? Apa mau aku ajarin?."
