The Moon

2.6K 206 33
                                        

"Pipi..pupu...Mama.."

"Henggh...apa?."

"Pipi..pupu..mama."

"Apa sih? Pipi apa? Pupu apa? Mama?."

"Yayaya yayaya. Pipi...pupu..mama."

"Hish!! Marsha!! Anak kamu udah bangun ini!!."

Marsha yang mendengar teriakan suaminya dari dapur pun seketika menghentikan kegiatannya.

"Ya emang kenapa kalau udah bangun?. Dasar ngeselin."

Marsha mencuci kedua tangannya lalu menuju lantai dua. Dia takut anaknya di tendang dari ranjang jika menganggu waktu tidur suaminya yang berharga.

"Loh, Callie udah bangun?."
Marsha berjongkok menyamakan tingginya dengan anak perempuan yang berdiri di depan pintu. Anak berusia 5 tahun bernama Callie itupun mengangguk.

"Yuk masuk, Raisha kayaknya juga udah bangun."

Marsha membuka pintu kamarnya dan di buat kesal karena melihat anak usia 3 tahun duduk di belakang suaminya yang dengan tega kembali tidur membelakangi.

"Zee, ya ampun! Kalau Raya jatuh gimana!. Bangun ngga! Ini waktunya kamu ajak anak anak jalan jalan!! Bangun zeee!!."

Marsha menarik selimut lalu menjepit hidung suaminya agar cepat bangun.

"Ck!! Selalu gini!! Kenapa sih?! Aku tuh masih ngantuk Marshayang. Kenapa kamu ganggu?."
Zee pun duduk dengan wajah bantal.

"Karena ini waktumya jalan jalan. Kamu janji kemarin, kasian anak anak."

"Iya iya. Aku mandi dulu."

"Nah gitu dong. Jadi kan makin sayang. Muah."

Zee pun tersenyum setelah mendapatkan ciuman di tempat favorit nya.

"Makasih Marsha. Aku mandi dulu ya? Anak anak, papa mandi dulu ya?."

"Yey!! Ke kebun binatang!!."
Calli berlari menuju kamarnya untuk segera mandi.

Zee dan Marsha tertawa kecil melihat anak itu langsung semangat jika di ajak pergi.

"Dah sana mandi."
Usir Marsha.

"Iya iya. Bawel."

"Kalau ngga bawel kamu pasti mager."

"Iya ini mandi."

Zee pun masuk ke kamar mandi.

"Raisha mau mandi juga ngga?."
Marsha mendekati ranjang. Disana ada batita yang masih kebingungan.

"Hemm..pipi pupu mama."
Katanya yang terdengar menggemaskan di telinga Marsha.

"Mau minum susu mama? Loh, kamu kan udah ngga nyusu. Raya kan udah gede."
Marsha mengusap pipi anaknya yang akrab di panggil Raya.

"Mama...!!."

"Cup cup. Kamu kangen ya? Mau ketemu mama? Ini kan mama kamu juga. Jangan nangis dong."

Marsha memangku Raisha yang kini menangis.

"Cup cup."

Tangisnya bertahan lama membuat Marsha bingung harus apa. Dia membawa anak itu menuju balkon sembari terus menenangkannya.

"Loh, Raya kenapa?."

Sampai Zee selesai mandi pun anak itu tetap menangis.

"Kangen mamanya."

"Kebiasaan. Lagian anak segitu di tinggal disini. Ada ada aja."
Zee mengambil alih Raisha.

"Kamu siap siap aja, biar Raya sama aku."
Ujar Zee.

One shoot (ZeeSha)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang