Uncontrollably Fond

1.2K 160 20
                                        

Zee yang telah menunaikan kewajibannya lekas keluar dari masjid. Saat melihat hanya ada motornya terparkir di pinggir jalan tanpa Marsha di sampingnya dia tidak curiga apapun karena mungkin Marsha pergi jalan jalan sebentar.

Sampai di taman pun Zee masih berusaha mencari keberadaan Marsha di sekitar taman yang mulai sedikit ramai karena para warga pulang dari masjid melewati taman itu.

"Kemana ya..."
Gumam Zee sambil celingukan kesana kemari.

"Mas mas.."
Tiba tiba seorang petugas parkir datang menghampiri Zee.

"Oh ya nanti ya mas saya lagi nunggu temen."
Zee pikir orang itu akan menagih uang parkir sehingga Zee berbicara seperti itu.

"Saya bukan mau minta uang parkir, tapi mas pasti cariin perempuan yang di bonceng mas tadi kan?."
Ujarnya menjelaskan.

"Oh maaf mas, saya kira mas mau nagih. Iya, mas liat dia pergi ke mana?."

"Tadi saya liat dia masuk ke mobil warna hitam plat E. Saya liat perempuan itu seperti dipaksa ikut mereka."

Deg!

Jantung Zee rasanya berdetak sangat cepat. Rasa khawatir pun memenuhi pikirannya.

"Mas jelas liat dia masuk mobil? Cewenya pakai sendal terus bajunya putih celana jeans biru kan mas?."
Kata Zee memastikan itu benar Marsha atau bukan.

"Iya, saya liat kalian turun tadi dan pas saya liat lagi cuma ada cewe duduk disana dan ngga lama ada yang nyamperin dan bawa cewe itu pergi."

"Ciri cirinya gimana mas masih inget? Cewe atau cowo yang bawa dia mas?."

"Cowo mas, badannya gede, gagah dan serem gitu. Saya mau teriak keburu mereka masuk, mas. Maaf ngga sempat tolongin."

"Mas kenapa baru bilang? Kenapa ngga langsung susul saya atau apalah!."

"Tadi saya mau masuk masjid kasih tahu mas, tapi pas banget banyak jema'ah sholat keluar minta tolong saya keluarin motornya jadi saya bantuin mereka. Maaf banget mas."
Orang itupun menunduk merasa bersalah.

"Argh!."

Brak!

Zee hanya bisa berteriak sambil menendang motornya kesal. Ingin rasanya menyalahkan tukang parkir itu karena lebih mementingkan hal lain ketimbang menolong orang. Tapi salah Zee juga yang telah meninggalkan Marsha sendirian.

"Maaf banget mas, saya lalai dan ngga sempat bantuin atau teriak. Karena saya pikir cowo itu temennya."

"Terus saya harus gimana mas? Saya ngga tahu harus gimana."
Ujar Zee terlihat putus asa.

"Mas lapor polisi aja, saya masih hapal nomer plat nya."
Petugas parkir itu pun memberitahu plat mobil yang membawa Marsha.

Zee pun bergegas pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian ini, namun karena usia Marsha yang telah dewasa maka Zee harus menunggu setidaknya 1×24 jam sebelum melaporkan orang hilang.

..

Kini disini lah Zee berada. Di depan rumah Marsha. Dia masih ragu untuk masuk dan memberitahu kedua orang tua Marsha bahwa Marsha telah di culik. Rasa bersalah memenuhi pikiran Zee sehingga dia tidak tenang sejak tadi hanya bisa mondar mandir di depan rumah itu.

Tak lama tiga buah mobil datang bersamaan. Dari mobil pertama keluarlah Kevin yang sudah di penuhi amarah. Mobil kedua Mona yang panik melihat suaminya sudah turun dari mobil dan mobil ketiga ora suruhan Kevin.

"Masih berani juga kamu datang."
Ujar Kevin sambil berjalan menghampiri Zee.

Zee pun berdiri tegak menyambut kedatangan orang tua Marsha.

One shoot (ZeeSha)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang